3 manfaat bermain bersama teman tanpa memandang perbedaan

3 manfaat bermain bersama teman tanpa memandang perbedaan

Terdapat sejumlah manfaat bermain bersama teman, mulai dari meredakan stres hingga mengasah kemampuan sosial. Orangtua juga perlu membantu anak membuat teman baru, dengan cara meminta anak untuk belajar dan mengerti pandangan teman hingga memberi tahu anak bagaimana cara menjadi teman yang baik.

Ditinjau olehdr. Reni Utari

Bermain bersama teman dapat berdampak positif pada kesehatan anak.

Daripada membiarkan anak berdiam diri dan terpaku pada gawai (gadget) saja, Anda dapat mencoba mengajak ia bermain dengan teman-temannya di luar rumah. Selain menyenangkan, bermain bersama teman-teman sebaya bisa memberikan manfaat bagi kesehatan mental anak.

6 manfaat bermain bersama teman untuk anak

Bermain bersama teman adalah hak dari setiap anak-anak. Pertemanan dapat menjadi ajang bagi anak untuk belajar dan mengembangkan kemampuan sosial.
Memiliki sahabat dekat juga dinilai bermanfaat dalam membuat si kecil merasa percaya diri dan membantu beradaptasi dengan lingkungan.
Berikut adalah berbagai manfaat bermain bersama teman bagi anak.
Bermain bersama teman
Bagi anak berusia 7 tahun ke bawah, membuat teman baru adalah salah satu pencapaian yang penting. Pasalnya, persahabatan yang terjalin bisa membantu anak untuk mempraktikkan kemampuan sosial, kognitif, komunikasi, dan emosional.
Beberapa hal yang dapat anak pelajari dalam pertemanan di antaranya:

  • Bagaimana cara menjadi lebih sensitif terhadap pandangan teman
  • Bagaimana cara untuk berinteraksi dengan teman-teman
  • Memahami perilaku yang baik sesuai usia.

Jangan salah, bermain bersama teman juga dinilai mampu meningkatkan performa akademis di sekolah.
Saat anak-anak menjalin hubungan pertemanan yang kuat, mereka dapat menjadi lebih percaya diri dan bisa fokus di sekolah tanpa merasa sedih atau kesepian.
Ditambah lagi, teman-teman dekatnya dapat mendukung anak untuk bisa lebih rajin belajar. Faktor ini diharapkan bisa mendorongnya menjadi lebih berprestasi di sekolah.
Siapa pun dapat mengalami stres, tak terkecuali anak-anak. Masalah mental ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental anak jika dibiarkan tanpa pertolongan.
Berikut adalah beberapa dampak stres berkepanjangan bagi kesehatan anak yang perlu Anda waspadai:

  • Sistem imun yang buruk
  • Insomnia
  • Masalah pencernaan
  • Masalah jantung
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi.
Baca Juga :   Saat membaca puisi kinetik kita harus tepat arti kata kinetik adalah

Bermain bersama teman dianggap membantu anak dalam meredakan stres. Dilansir dari sebuah studi dalam jurnal Genus, menjalin persahabatan yang kuat mampu membantu seseorang untuk bisa menghadapi dan menurunkan risiko terjadinya stres.
Terlebih lagi, kehadiran teman dapat memberikan dukungan emosional pada anak sehingga ia tidak merasa kesepian.
Kesepian dan isolasi sosial dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik. Sebagai orangtua, tentunya Anda tidak ingin si kecil mengalaminya.
Salah satu cara mencegah kesepian yang ampuh adalah bermain dengan teman. Kesepian bisa diatasi dengan berbincang, bersenda gurau, dan bermain dengan teman-teman sebaya.
Tidak hanya untuk kesehatan mental, salah satu manfaat bermain bersama teman adalah meningkatkan kesehatan fisik anak.
Saat anak-anak bermain di luar rumah, mereka cenderung lebih aktif secara fisik sehingga kesehatan tubuhnya senantiasa terjaga. Hal ini juga dianggap bisa membuat anak terbiasa hidup sehat.
Jika si kecil bertemu dengan anak-anak yang baik, perilaku tersebut dapat menular kepadanya. Maka dari itu, usahakan untuk selalu mengawasi pergaulan anak sejak dini.
Ajari anak untuk berteman dengan orang-orang yang baik di sekolah atau lingkungan rumahnya. Jangan sampai ia bergaul dengan orang-orang yang bisa membuatnya terjerumus ke hal-hal buruk.
Koneksi sosial yang datang ketika bermain bersama teman-teman dipercaya bisa mencegah datangnya penyakit.
Sejumlah peneliti dari Maastricht University Medical Centre di Belanda mengungkapkan, orang-orang yang aktif secara sosial memiliki risiko diabetes tipe 2 yang rendah.
Sebaliknya, orang-orang yang jarang berpartisipasi di dalam aktivitas sosial, seperti jarang bermain dengan teman, mengalami peningkatan risiko prediabetes (tingginya kadar gula di dalam darah, tapi belum cukup untuk dianggap diabetes tipe 2) sebanyak 60 persen.
Dikutip dari Mayo Clinic, bermain di lingkungan sekolah atau sosial bersama teman-teman sebaya dipercaya bisa membantu anak melewati masa-masa sulit.
Masa-masa sulit yang menimbulkan trauma, seperti penyakit serius hingga kematian orang terdekat, dapat membuat anak merasa sedih. Dengan kehadiran teman-teman di sisinya, kesedihan itu dapat diobati.

Baca Juga :   Apa nama alat untuk mengukur dan cek berapa besar arus listrik?

Aturan bermain bersama teman

Beberapa anak mungkin merasa malu saat ingin berkenalan dengan teman baru. Supaya anak lebih mudah bergaul dan bisa diterima oleh teman-teman di sekitarnya, ada beberapa aturan bermain bersama teman yang perlu dipahami oleh anak-anak, di antaranya:

  • Menunjukkan cara untuk berbagi dan menunggu giliran
  • Meminta anak untuk belajar dan mengerti pandangan teman
  • Mengajarkan anak untuk mau menerima kekalahan dengan bijaksana
  • Melatih anak untuk berbicara dan mendengarkan
  • Melibatkan anak dalam permainan agar mereka bisa belajar mematuhi peraturan
  • Mengajarkan anak untuk tersenyum saat bertemu teman atau orang baru
  • Melatih anak untuk memulai pembicaraan dengan menanyakan sesuatu pada teman
  • Memberi tahu anak bagaimana cara menjadi teman yang baik.

Berbagai aturan bermain bersama teman di atas dapat membuat si kecil mudah diterima oleh teman-temannya sehingga persahabatan dapat terjalin dengan kuat.
Anda juga dapat membuat janji dengan orangtua lain untuk membawa anaknya ke taman atau mengundangnya ke rumah. Nantinya, anak-anak akan saling bertemu dan mencoba untuk mengenal satu sama lain.
[[artikel-terkait]]
Kalau Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.tips parentingtips mendidik anakgaya parenting

Aussie Child Care Network. https://aussiechildcarenetwork.com.au/articles/teaching-children/supporting-children-developing-friendships
Diakses pada 29 September 2021

Exchange Family Center. https://www.exchangefamilycenter.org/exchange-family-center-blog/2019/10/1/the-benefits-of-early-childhood-friendships-and-3-tips-for-helping-your-child-establish-meaningful-friendships
Diakses pada 29 September 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/benefits-of-friendship#less-stress
Diakses pada 29 September 2021

Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/how-children-make-friends
Diakses pada 29 September 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321019#Social-context-determines-healthful-habits
Diakses pada 9 Februari 2022

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/friendships/art-20044860
Diakses pada 9 Februari 2022

Artikel Terkait

3 manfaat bermain bersama teman tanpa memandang perbedaan

Baca Juga :   bagaimana sikap yang harus kita ambil dalam menghadapi perbedaan

Posted by: pskji.org