Jika terdapat dua benda memiliki massa sama apakah mungkin tekanan yang dihasilkan berbeda

Jika terdapat dua benda memiliki massa sama apakah mungkin tekanan yang dihasilkan berbeda

Kamu sudah paham tentang rumus tekanan hidrostatis? Kalau belum, kamu harus baca artikel ini supaya bisa menghitung seberapa besar sih tekanan hidrostatis yang kamu terima ketika berada di dalam air. Simak baik-baik, ya!

Siapa yang suka berenang? Berenang termasuk kegiatan yang seru dan menyenangkan. Bahkan, merupakan salah satu cabang olahraga akuatik.

Udah

senang main air,

eh

menyehatkan juga ya,

guys
.

Saat kamu melakukan kegiatan akuatik seperti menyelam atau berenang, maka kamu bisa merasakan perbedaan antara berenang di dekat permukaan atau menyelam ke perairan dalam. Semakin dalam kamu menyelam, kamu akan merasa tubuhmu lebih berat dan sulit untuk melaju. Itulah mengapa penyelam membutuhkan fins atau kaki katak supaya pergerakan mereka bisa lebih cepat.

Kenapa

sih

hal itu bisa terjadi? Apakah di dalam air juga bisa mengalami tekanan?

Yap

bisa, semakin dalam menyelam, maka penyelam juga akan terkena tekanan hidrostatis yang lebih besar. Begitupun dengan berbagai benda di dalam air. Kamu juga bisa menghitungnya dengan rumus tekanan hidrostatis

lho
.

Penasaran apa itu tekanan hidrostatis dan perhitungannya? Simak penjelasan di bawah ini ya,

guys
!

Kira-kira dari gambaran di atas, kamu

udah

bisa menebak belum apa

sih

tekanan hidrostatis itu? Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang disebabkan oleh zat cair diam pada suatu kedalaman tertentu ke semua arah. Tadi

kan
udah

dikasih contoh tentang menyelam di kedalaman tertentu, misalnya di laut.

Tekanan hidrostatisnya diakibatkan oleh air laut terhadap penyelam. Ada tekanan air dari atas penyelam, dari samping, bahkan dari bawah.

Nah
, tekanan tersebut dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Kamu bisa lihat contoh dan rumus tekanan hidrostatis dalam ilustrasi berikut ini.

Saat menyelam, kamu akan mengalami tekanan hidrostatis yang dipengaruhi oleh massa jenis, gravitasi, dan ketinggian

Baca Juga :   Bagaimana cara membangun nilai KEPUASAN dan Loyalitas Pelanggan

Besarnya tekanan hidrostatis juga tergantung pada ketinggian zat cair, massa jenis zat cair, dan percepatan gravitasi bumi. Gravitasi inilah yang menyebabkan partikel-partikel zat cair menekan partikel lain di bawahnya hingga ke dasar zat cair tersebut.

Makanya, semakin dalam menyelam di air, penyelam akan lebih sulit berenang. Karena, tekanan dari atas semakin besar juga. Tapi, perlu kamu ingat bahwa kedalaman penyelam atau suatu benda berada, tidak berpengaruh terhadap massa jenis zat cair, berat benda, luas permukaan zat cair, maupun bentuk wadahnya. Pokoknya semua itu tetap

deh
,

gak

akan berpengaruh terhadap tekanan hidrostatis.

Tekanan hidrostatis juga memiliki sifat-sifat tertentu

lho, guys
. Supaya kamu lebih mudah dalam memahami apa itu tekanan hidrostatis, kamu bisa pahami sifat-sifat berikut ini:

  • Semakin dalam letak suatu titik atau benda dari permukaan zat cair, maka tekanan hidrostatisnya akan semakin besar.
  • Tekanan hidrostatis ke segala arah memiliki ukuran yang sama besar.
  • Tekanan hidrostatis tergantung pada kedalaman, massa jenis zat cair, dan percepatan gravitasi.
  • Tekanan hidrostatis tidak bergantung pada bentuk wadahnya.

Nah
, sekarang

udah

makin paham ya pengertian dan sifat dari tekanan hidrostatis.

Lalu, bagaimana

nih

cara menghitung tekanan hidrostatis itu? Apakah sulit? Ini dia rumusnya:

Ph = ρ.g.h

Keterangan:

Ph

: tekanan hidrostatis (N/m
3
) atau (Pa)

ρ

: massa jenis zat (kg/m
3
)

g

: percepatan gravitasi (m/s
2
)

h

: tinggi (m)

Supaya lebih paham tentang tekanan hidrostatis, langsung

aja deh

kita masuk ke contoh soal dan pembahasan berikut ini,

yuk
!


Contoh Soal

Seorang penyelam berada di kedalaman 10 m di bawah permukaan air. Jika massa jenis air adalah 1.000 kg/m3, dengan gravitasinya 10 m/s2. Maka, tekanan hidrostatis yang dialami ikan sebesar….


Pembahasan

Diketahui:

h

= 10 m;

ρ

: 1.000 kg/m3;

g

: 10 m/2.

Ditanya:

Ph

Jawab:

Ph = ρ.g.h = 1.000 kg/m3 . 10 m/s . 10 m = 10^5 Pa.

Jadi, tekanan hidrostatis yang dialami ikan adalah 10^5 Pa.

Baca Juga :   perbedaan gurindam pantun dan syair

Dalam kehidupan sehari-hari penerapan rumus tekanan hidrostatis sering kita temukan. Meskipun, terkadang elo mungkin gak menyangka bahwa aktivitas tersebut menggunakan konsep hidrostatis.

Pada dasarnya tekanan hidrostatis membantu elo untuk mempelajari dan mengamati sifat-sifat cairan ketika mereka hadir dalam keadaan setimbang.

Ini adalah tekanan yang diberikan oleh molekul-molekul cairan karena gaya gravitasi yang ada di dalamnya atau antara molekul dan dinding wadah.

Contoh Penerapan Tekanan Hidrostatis dalam Kehidupan Sehari-hari adalah sebagai berikut:

Mengukur Volume Bangun Ruang

Hubungan volume bangun ruang dan rumus tekanan hidrostatis (pict by liput6)

Menghitung volume suatu objek yang memiliki geometri sempurna lebih mudah karena ada rumusnya.

Tapi, gimana kalo elo disuruh untuk menghitung volume benda yang memiliki geometri abstrak atau serampangan.

Untuk mengukur volume benda seperti itu, salah satu metode terbaik adalah menggunakan gaya hidrostatik.

Caranya adalah merendam objek ke dalam wadah berisi cairan dan mengukur jumlah air yang dipindahkan (tumpah) setelah dimasukan objek.

Banyaknya air yang dipindahkan karena benda yang dicelupkan ke dalam wadah sama dengan volume yang dimiliki benda tersebut.

Untuk Pengobatan

Tekanan hidrostatis yang merupakan bagian dari fisika ini ternyata memiliki kegunaan untuk membantu mengukur tekanan darah dan menentukan karakteristik cairan tubuh lainnya.

Tekanan yang diberikan oleh darah pada dinding pembuluh darah adalah contoh khas gaya hidrostatik dalam kehidupan sehari-hari yang ada di dalam tubuh kita sendiri.

Gaya atau tekanan hidrostatik kapiler arteri biasanya mengukur 35 mm air raksa. Gaya statis fluida juga bertanggung jawab untuk mendorong cairan keluar dari kapiler untuk tujuan filtrasi.

Untuk Mengukur Tekanan Atmosfer

Tekanan atmosfer mengacu pada gaya yang diberikan oleh udara pada suatu permukaan. Hal ini sebagian besar diperkirakan dengan gaya hidrostatik yang disebabkan karena berat udara.

Variasi gaya hidrostatik atau tekanan atmosfer menyebabkan aliran udara, sebagian besar dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, yang disebut angin. Hal ini juga bertanggung jawab pada terjadinya fenomena siklon dan tornado.

Baca Juga :   1 Per 2 1 Per 2

Untuk Membuat Kapal Selam

Ilustrasi bagian dalam kapal selam (Dok. Julio Dian)

Kapal selam adalah kapal yang mampu mengapung di permukaan air serta bergerak di bawah air.

Gaya apung membantu memungkinkan operasi mengambang kapal selam, sedangkan gaya hidrostatik menangani operasi bawah airnya.

Para engineer pembuat kapal selam harus memiliki pengetahuan yang baik tentang tekanan hidrostatik sebelum membuat kapal.

Setelah mempelajari rumus tekanan hidrostatis dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Lo bisa tau kalau mempelajari rumus yang satu ini sangat bermanfaat bahkan dari aktivitas terkecil di dalam tubuh kita.

Adanya tekanan hidrostatis juga mempermudah para dokter untuk mengukur tekanan pada kapiler darah, membantu para mekanik pembuat kapal selam dan membantu mempermudah mengukur volume bangun ruang tidak beraturan.

Ditambah, tekanan hidrostatis juga membuat terciptanya Hidrometer. Alat yang biasanya terbuat dari kaca ini digunakan untuk mengukur massa jenis cairan dan larutan dengan batang silinder dan bola lampu.

Hidrometer Kaca (sumber – India Mart)

Hidrometer telah dibuat sesuai dengan prinsip Archimedes. Hidrometer tenggelam dalam cairan ke ketinggian sehingga dapat menggantikan berat sama dengan berat hidrometer.

Volume cairan atau larutan adalah yang dipindahkan sama dengan volume bagian terendam hidrometer.

Itu dia penjelasan mengenai tekanan hidrostatis. Mulai sekarang, kamu bisa menghitung sendiri

nih

kira-kira berapa tekanan yang kamu terima saat berenang atau menyelam. Seru banget

kan
? Semoga penjelasan di atas bisa dengan mudah kamu pahami ya,

guys
.

Baca Juga Artikel Fisika Lainnya

Usaha dan Energi

Energi Potensial dalam Fisika

Hukum Gravitasi Newton

Jika terdapat dua benda memiliki massa sama apakah mungkin tekanan yang dihasilkan berbeda

Posted by: pskji.org