Apa yang menjadi faktor pendorong terjadinya kerjasama antara negara maju dan negara berkembang?

Apa yang menjadi faktor pendorong terjadinya kerjasama antara negara maju dan negara berkembang?

RG Squad, bentuk kerja sama antarnegara maju dan berkembang umumnya disebut
kerjasama ekonomi internasional,
namun di dalamnya juga mencakup kerja sama dalam berbagai aspek kehidupan.Yuk kita cari tahu apa saja bentuk kerja samanya di antara negara maju dan berkembang.

A. Pengertian

  1. Perdagangan internasional (ekspor impor);

    barang (barang konsumsi dan bahan baku) maupun jasa (tenaga ahli dan konsultan).
  2. Pertukaran sarana dan prasarana atau faktor-faktor produksi;

    tenaga kerja, teknologi (mesin, peralatan,
    software),
    dan modal.
  3. Hubungan utang piutang;

    timbul karena adanya kegiatan perdagangan internasional dan pembayaran atas sarana dan prasarana produksi yang umumnya dilakukan dengan sistem kredit.

Sehingga dapat disimpulkan kerjasama ekonomi internasional adalah
kerjasama ekonomi yang timbul karena perdagangan internasional, pertukaran sarana dan prasarana produksi, dan hubungan hutang piutang yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara-negara lain, termasuk hubungan antar penduduk dari berbagai negara.

B. Tujuan Kerjasama

  1. Membebaskan bangsa-bangsa di dunia dari kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan;
    misalnya pemberian bantuan makanan atau bantuan pendidikan.
  2. Membebaskan bangsa-bangsa dari keterbelakangan ekonomi;
    bantuan modal, bantuan teknik, dan transfer pengetahuan manajerial.
  3. Memajukan perdagangan;

    membentuk badan kerjasama ekonomi regional maupun multilateral.
  4. Memajukan pembangunan di negara-negara yang sedang berkembang;

    memberi kesempatan negara berkembang mengekspor barang dan jasanya dengan kemudahan prosedur ekspor-impor, membantu promosi, serta mencarikan mitra usaha dari negara-negara maju.

C. Bentuk Kerjasama



  1. Berdasarkan Letak Geografis

  • Kerjasama Ekonomi Internasional,

    kerjasama negara-negara dari berbagai belahan dunia.

Contoh: Kerjasama di bawah naungan PBB, IMF, ECOSOC, dan IBRD.

Contoh:
MEE, OPEC, AFTA

  • Kerjasama Ekonomi Interregional,

    kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara yang berada di suatu kawasan dengan negara-negara di kawasan lainnya.

Contoh: Kerjasama ASEAN dengan Uni Eropa.

Baca Juga :   Sebutkan kerjasama apa saja yang dilakukan antara negara indonesia dan malaysia dalam bidang ekonomi

      2. Berdasarkan Banyak Negara Peserta

  • Kerjasama Ekonomi Bilateral,

    kerjasama yang hanya melibatkan dua negara.

Contoh: kerjasama Indonesia-Singapura, kerjasama Amerika Serikat-Jepang.

  • Kerjasama Ekonomi Multilateral,

    kerjasama yang melibatkan lebih dari dua negara.

Contoh: ASEAN, AFTA, dan PBB.

Pimpinan negara anggota ASEAN (Sumber:
archive.netralnews.com)

3. Berdasarkan Tujuan dan Lapangan Usaha

  • Berdasarkan Tujuan yang Sama

Contoh:

  • Consultative Group on Indonesia (CGI);

    kelompok negara yang memberikan bantuan dan pinjaman untuk pembangunan ekonomi Indonesia. Terdiri dari Jepang, Australia, Belgia, Italia, Jerman Barat, Inggris, Kanada, dan Prancis.
  • Organization for Economic Cooperation and Development (OECD);

    kerjasama antar negara yang beranggotakan 21 negara-negara maju yang bekerjasama dan memberikan bantuan untuk pembangunan negara berkembang.
  • Berdasarkan Lapangan Usaha yang Sama

Contoh:

  • Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC),

    yaitu organisasi negara-negara pengekspor minyak, seperti : Arab Saudi, Indonesia, dan Venezuela.
  • Asian and Pacific Coconut Community (APCC),

    yaitu kerjasama negara penghasil kelapa di Asia dan Pasifik.

Bagaimana? RG Squad sudah mengetahui

kan

bentuk-bentuk kerjasama negara maju dan negara berkembang di dunia? Yuk simak pembahasan mengenai

dampak pasar bebas terhadap Indonesia

pada artikel selanjutnya. Kalau masih kurang jelas, kamu bisa menonton video belajar animasi di ruangbelajar!

Referensi:

Endarto, Danang, Dkk, 2009.Geografi 3 Untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Sumber Gambar:

Anggota ASEAN, https://archive.netralnews.com/news/nasional/read/93548/hut.ke.50.asean..presiden.jokowi.asean.a

Artikel ini diperbaharui pada 8 Desember 2020

Minggu, 19 Sep 2021 15:00 WIB

Ilustrasi. Ada beberapa faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta, CNN Indonesia


Perdagangan internasional

merupakan kerja sama

dagang
yang berlangsung antara dua negara atau lebih. Lantas, apa saja faktor pendorong perdagangan internasional?

Setiap negara umum menjalin hubungan kekerabatan dengan negara lain. Bentuk perwujudan kekerabatan, salah satunya tercapai dalam bentuk kerja sama hubungan dagang.

Baca Juga :   Penyimpangan semu dari hukum mendel yang menghasilkan perbandingan fenotipe f2 =

Hubungan perdagangan menjadi penting, karena menyangkut kebutuhan negara dan penduduknya. Dimana kebutuhan tertentu itu tidak dapat diperoleh atau diproduksi negara tersebut dan hanya ada atau bisa diproduksi oleh negara lain.

Bentuk dari aktivitas kegiatan perdagangan internasional adalah ekspor dan impor. Barang yang diperdagangkan dalam dua aktivitas kegiatan itu, bisa berbentuk barang mentah dan barang jadi.

Namun, perdagangan internasional tentu tak terjadi secara sembarangan. Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional.

Faktor Terjadinya Perdagangan Internasional

Ilustrasi. Ada beberapa faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Menurut situs
Sumber Belajar
Kemendikbud, ada sejumlah hal yang menjadi penyebab terjadinya aktivitas perdagangan internasional.

1. Perbedaan sumber daya alam

Tidak semua negara memiliki sumber daya alam yang sama. Sumber daya alam menjadi penting dan krusial karena merupakan bahan baku produk tertentu.

Negara yang membutuhkan sumber daya alam itu akan mencari negara yang memiliki sumber daya alam tersebut. Hal ini-lah yang memicu terjadinya perdagangan internasional.

Sebagai contoh, Indonesia dikenal kaya akan sumber daya alam. Namun, dalam urusan pengolahan, Indonesia belum memadai sehingga mendorong Indonesia menawarkan hasil SDA ke negara lain (ekspor) untuk memenuhi kebutuhan negara tersebut.

2. Penghematan biaya produksi, SDM dan ilmu pengetahuan

Setiap negara memiliki kemampuan SDM dan teknologi berbeda-beda.

Negara yang dibekali dengan SDM mumpuni dan teknologi canggih mampu memproduksi barang berkualitas baik. Sementara bagi negara dengan SDM dan teknologi kurang memadai, membeli dari negara pembuatnya (impor) bisa menjadi lebih murah ketimbang memproduksi sendiri.

3. Pemenuhan kebutuhan nasional

Seperti penjelasan di atas, tidak semua negara mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri atau penduduk negaranya. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan itu, negara perlu melakukan aktivitas perdagangan internasional berupa impor barang dan jasa dari negara lain.

Baca Juga :   Mengapa Perilaku Dusta Dilarang Agama

4. Meningkatkan pemasukan negara

Ilustrasi. Tujuan meningkatkan pemasukan negara menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Aktivitas ekspor dan impor merupakan cara negara meningkatkan pendapatan. Negara diuntungkan dari nilai pajak barang hasil ekspor dan impor tersebut.

Negara juga dapat melakukan ekspor melalui badan usaha milik negara dengan menjual bahan baku sumber daya alam atau teknologi ke negara lain.

5. Memperluas pasar

Ekspansi produk ke berbagai negara juga menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional.

Pengenalan bermacam produk berkualitas ke berbagai negara mampu memberikan keuntungan besar dan meningkatkan hubungan kerja sama dagang yang baik antar-negara.

6. Peningkatan produk UMKM

Kualitas produksi dalam negeri berpotensi memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Kebutuhan ini menjadi sebab terjadinya perdagangan internasional.

Bahan baku bisa didapatkan baik dari dalam negeri atau luar negeri. Produk kemudian dibuat sebaik mungkin untuk bisa bersaing di pasar internasional.

7. Kerja sama antarnegara

Sering kali produsen dari suatu negara membuka produksinya di negara lain. Hal ini memungkinkan jika terdapat kecocokan bisnis dan industri.

Perdagangan internasional juga membawa dampak positif bagi kedua negara yang bekerjasama. Dampak positif tidak hanya dirasakan oleh negara sebagai institusi saja, namun juga warga negara.

Itu-lah sejumlah faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional. Semoga membantu!

(imb/asr)

Saksikan Video di Bawah Ini:

TOPIK TERKAIT

Selengkapnya

LAINNYA DARI DETIKNETWORK

Apa yang menjadi faktor pendorong terjadinya kerjasama antara negara maju dan negara berkembang?

Posted by: pskji.org