Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah….

Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah….

2016-09-06 00:00:00

Syarat Permohonan Kewarganegaraan Indonesia

Berdasarkan ketentuan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia (“UU Kewarganegaraan”), syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia adalah sebagai berikut:1.   Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin;2.   Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut;3.   Sehat jasmani dan rohani;4.  Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;5.      Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih;6. Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda;7.    Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap; dan

8.    Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.

Syarat Tambahan Permohonan Kewarganegaraan IndonesiaNamun demikian, berdasarkan pengalaman kami, terdapat beberapa syarat tambahan yang harus pula dipenuhi untuk dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia, yaitu:1.   Surat Keterangan Imigrasi (“SKIM”) dari Kantor Imigrasi yang menerangkan bahwa pemohon tersebut sudah tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh puluh) tahun tidak berturut-turut dan diserahkan kepada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di daerah hukum pemohon tersebut bertempat tinggal;2. Surat keterangan dari Kedutaan Besar pemohon yang bersangkutan, bahwa negara asal pemohon tersebut tidak keberatan apabila warga negaranya ingin menjadi WNI;3.  Dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai syarat memperoleh kewarganegaraan harus dilegalisir oleh kedutaan pemohon yang bersangkutan, atau untuk dokumen-dokumen pemohon yang berasal dari negara lain selain Negara Amerika Serikat, dapat dilegalisasi oleh Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di daerah hukum pemohon tersebut bertempat tinggal;4. Surat keterangan penghasilan yang dikeluarkan oleh Kantor Camat berdasarkan surat pengantar dari kantor Kelurahan sesuai keterangan dari Perusahaan ataupun keluarga yang menjadi sponsor tempat pemohon tersebut bekerja atau menetap;5.    Surat Keterangan Catatan Kepolisian (“SKCK”) dari Kepolisian setempat;6. Semua persyaratan permohonan untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia harus dibuat dalam 2 (dua) rangkap;

7.  Total perkiraan waktu untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia adalah 3 (tiga) bulan sampai dengan 7 (tujuh) bulan.

Tata Cara Memperoleh Kewarganegaraan IndonesiaApabila persyaratan sebagaimana kami sebutkan di atas telah dilengkapi, maka berikut ini adalah tata cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia menurut UU Kewarganegaraan1.  Permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara tertulis dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermeterai cukup kepada Presiden melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia;[1]2.  Berkas permohonan pewarganegaraan disampaikan kepada Pejabat yang menduduki jabatan tertentu yang ditunjuk oleh Menteri untuk menangani masalah Kewarganegaraan Republik Indonesia;[2]3.  Menteri meneruskan permohonan disertai dengan pertimbangan kepada Presiden dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima;[3]4.  Presiden dapat mengabulkan atau menolak permohonan pewarganegaraan. Pengabulan permohonan pewarganegaraan ditetapkan dengan Keputusan Presiden;[4]5.  Keputusan Presiden ditetapkan paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak permohonan diterima oleh Menteri dan diberitahukan kepada pemohon paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak Keputusan Presiden ditetapkan;[5]6. Penolakan permohonan pewarganegaraan harus disertai alasan dan diberitahukan oleh Menteri kepada yang bersangkutan paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima oleh Menteri;[6]7.   Keputusan Presiden mengenai pengabulan terhadap permohonan pewarganegaraan berlaku efektif terhitung sejak tanggal pemohon mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia;[7]8.  Paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak Keputusan Presiden dikirim kepada pemohon, Pejabat memanggil pemohon untuk mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia;[8]9.  Dalam hal setelah dipanggil secara tertulis oleh Pejabat untuk mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia pada waktu yang telah ditentukan ternyata pemohon tidak hadir tanpa alasan yang sah, Keputusan Presiden tersebut batal demi hukum;[9]10. Dalam hal pemohon tidak dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia pada waktu yang telah ditentukan sebagai akibat kelalaian Pejabat, pemohon dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia di hadapan Pejabat lain yang ditunjuk Menteri;[10]

Baca Juga :   Jelaskan perbedaan penggunaan fungsi logika tunggal dan fungsi logika majemuk

11. Setelah mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia, pemohon wajib menyerahkan dokumen atau surat-surat keimigrasian atas namanya kepada kantor imigrasi dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia.[11]

Lafal Sumpah atau Janji SetiaYang mengucapkan sumpah, lafal sumpahnya sebagai berikut:“Demi Allah/demi Tuhan Yang Maha Esa, saya bersumpah melepaskan ..seluruh kesetiaansaya kepada kekuasaan asing, mengakui, tunduk, dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan akan membelanya dengan sungguh-sungguh serta akan menjalankan kewajiban yang dibebankan negara kepada saya sebagai Warga Negara Indonesia dengan tulus dan ikhlas.”Yang menyatakan janji setia, lafal janji setianya sebagai berikut:

“Saya berjanji melepaskan seluruh kesetiaan saya kepada kekuasaan asing, mengakui, tunduk, dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan akan membelanya dengan sungguh-sungguh serta akan menjalankan kewajiban yang dibebankan negara kepada saya sebagai Warga Negara Indonesia dengan tulus dan ikhlas.”

WNA yang Menikah dengan WNIWarga Negara Asing (“WNA”) yang kawin secara sah dengan WNI dapat memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia dengan menyampaikan pernyataan menjadi warga negara di hadapan Pejabat, yakni yang menduduki jabatan tertentu yang ditunjuk oleh Menteri untuk menangani masalah Kewarganegaraan Republik Indonesia. [12]Pernyataan dilakukan apabila yang bersangkutan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut, kecuali dengan perolehan kewarganegaraan tersebut mengakibatkan berkewarganegaraan ganda.[13]Dalam hal yang bersangkutan tidak memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia yang diakibatkan oleh kewarganegaraan ganda, yang bersangkutan dapat diberi izin tinggal tetap sesuai dengan peraturan perundang-undangan.[14]Dasar hukum:Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia[1] Pasal 10 ayat (1) UU Kewarganegaraan[2] Pasal 10 ayat (2) UU Kewarganegaraan[3] Pasal 11 UU Kewarganegaraan[4] Pasal 13 ayat (1) dan (2) UU Kewarganegaraan[5] Pasal 13 ayat (3) UU Kewarganegaraan [6] Pasal 13 ayat (4) UU Kewarganegaraan[7] Pasal 14 ayat (1) UU Kewarganegaraan[8] Pasal 14 ayat (2) UU Kewarganegaraan[9] Pasal 14 ayat (3) UU Kewarganegaraan[10] Pasal 14 ayat (4) UU Kewarganegaraan[11] Pasal 17 UU Kewarganegaraan[12] Pasal 19 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 5 UU Kewarganegaraan[13] Pasal 19 ayat (2) UU Kewarganegaraan[14] Pasal 19 ayat (3) UU Kewarganegaraansumber : (http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt52690eee8c74f/syarat-dan-tata-cara-memperoleh-kewarganegaraan-indonesia)

Baca Juga :   perbedaan recount text dan narrative text

Kapanlagi.com
– Kata tanya yang dapat digunakan untuk menanyakan sebuah kondisi kejadian adalah “bagaimana”. Mengingat fungsi kata tanya adalah kata yang dipakai sebagai penanda pertanyaan dalam kalimat, “bagaimana” tentu juga sering kalian gunakan dalam keseharian, entah itu berupa pertanyaan langsung maupun tulisan.

Contoh kalimat dari kata tanya “bagaimana”, antara lain, “bagaimana keadaan orangtuamu?”, bisa dijawab dengan penjelasan bahwa “orangtua saya dalam keadaan sehat.”

Selain kata tanya yang dapat digunakan untuk menanyakan sebuah kondisi kejadian, ada juga kata yang berfungsi untuk menanyakan sebab, waktu, orang yang terlibat, dan lain sebagainya. Kata tanya dalam bahasa Indonesia, antara lain “apa”, “siapa”, “kapan”, “(dari, ke, dari) mana”, “mengapa”, “berapa”, dan “bagaimana”.

Mariam L. M. Pandean dalam jurnal Kalimat Tanya dalam Bahasa Indonesia (2018) menyebutkan bahwa kalimat tanya merupakan salah satu jenis kalimat bahasa Indonesia yang memiliki ciri-ciri tertentu.

Ciri khas dari kalimat tanya, yakni, berintonasi tanya, berstruktur sintatik kalimat (terdapat kata tanya, partikel tanya, pembalikan urutan) dan berdistribusi tanya. Nah, agar lebih paham, kalian bisa menyimak penjelasan tentang berbagai kata tanya dalam bahasa Indonesia yang informasinya dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

Â

Kata tanya “mengapa” merupakan kata tanya yang dapat digunakan untuk menanyakan sebab terjadinya suatu peristiwa. Bisa juga untuk menanyakan alasan atas suatu perbuatan.

Menurut buku Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia (2007), Kridalaksana menyebutkan bahwa kata tanya “mengapa” memiliki fungsi menanyakan perbuatan dan menanyakan sebab.

Contoh kalimat:

-Mengapa kamu datang terlambat? (Karena aku bangun kesiangan)

-Mengapa bajumu basah? (Karena tadi hujan dan aku tidak membawa payung)

Kata tanya “kapan” merupakan kata tanya yang dapat digunakan untuk menanyakan waktu terjadinya peristiwa. Jawaban khas dari pertanyaan ini biasanya merujuk, hari, tanggal, atau tahun tertentu. Bisa juga dijawab dengan “besok”, “kemarin”, dan kata keterangan waktu lainnya.

Melansir informasi dari jurnal Membangun Hubungan Interpersonal Positif melalui Kesepadanan Kalimat Tanya dan Unsur Nonverbal di Kelas I Sekolah Dasar (2015) karya Taufina, kalimat tanya kapan tergolong dalam jenis kalimat yang dipakai untuk meminta jawaban berupa keterangan mengenai waktu.

Baca Juga :   Yang bukan termasuk dari teknik cetak berikut ini adalah

Contoh kalimat:

-Kapan kamu merayakan pesta ulang tahun? (Aku merayakan ulang tahun besok, 1 September 2021.)

-Kapan kamu akan masuk sekolah? (Aku akan masuk sekolah jika sudah sembuh)

Kata tanya “apa” merupakan kata tanya yang dapat digunakan untuk menanyakan isi atau topik bahasan. Topik bahasan bisa berasal dari berbagai hal, seperti benda, perbuatan, dan lain sebagainya.

Kalimat tanya, sebenarnya tak selalu menghendaki jawaban yang berupa informasi atau penjelasan, terkadang juga hanya dipakai untuk meminta konfirmasi atas hal yang telah sama-sama dipahami.

Contoh kalimat :

-Apa yang sedang kamu lakukan? (Aku sedang mengerjakan tugas.)

-Apa judul film yang paling kamu suka? (Film yang paling aku suka adalah Laskar Pelangi.)

Contoh kalimat tanya “apa” sebagai konfirmasi:

-Apa kamu suka makan sate? (Ya/Tidak)

-Apa laki-laki yang berdiri di sana itu pacarmu? (Ya/Bukan)

Kata tanya “siapa” merupakan kata tanya yang dapat digunakan untuk menanyakan pihak yang terlibat. Pihak yang terlibat juga bisa disebut sebagai tokoh dalam suatu peristiwa.

Contoh kalimat:

-Siapa musisi idolamu? (Musisi idolaku adalah Iwan Fals.)

-Siapa nama ayah kamu? (Ayahku bernama Johan)

Kata tanya “Di, Ke, Dari) Mana” merupakan kata tanya yang dapat digunakan untuk menanyakan suatu tempat. Bisa jadi tempat berlangsungnya sebuah peristiwa, lokasi yang akan atau pernah didatangi.

Contoh kalimat:

-Di mana letak buku bahasa Inggrisku? (Buku bahasa Inggrismu di rak sebelah jendela.)

-Ke mana kamu akan pergi setelah pulan sekolah? (Aku akan ke perpustakaan setelah pulang sekolah.)

-Dari mana kamu dapat baju ini? (Aku dapat baju ini dari Ibu sebagai hadiah ulang tahun kemarin.)

Kata tanya “berapa” merupakan kata tanya yang dapat digunakan untuk menanyakan banyak, jumlah, atau satuan tertentu. Bisa juga spesifik untuk menanyakan bilangan yang mewakili suatu jumlah, ukuran, nilai, waktu, juga harga.

Contoh kalimat:

-Berapa tinggi badanmu? (Tinggi badanku adalah 150 Cm)

-Berapa harga sepeda ini? (Harga sepeda ini adalah satu juta rupiah.)

Nah, KLovers, itulah penjelasan mengenai beberapa kata tanya yang dapat kalian gunakan dalam perbincangan sehari-hari. Selain kata tanya di atas, sebenarnya ada partikel yang berfungsi untuk menanyakan suatu hal.

Contoh penggunaan partikel -kah dalam kata dalam sebuah kalimat tanya, antara lain, bukankah, benarkah, bolehkah, dan lain sebagainya. Memahami berbagai penggunaan kata tanya ini akan membantu kalian untuk berkomunikasi lebih lancar lagi.

Yuk, lihat juga

Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah….

Posted by: pskji.org