Inseminasi buatan pada sapi sangat menguntungkan karena hal hal berikut ini kecuali

Inseminasi buatan pada sapi sangat menguntungkan karena hal hal berikut ini kecuali

Admin distan | 05 Maret 2021 | 15376 kali

Telah berlangsung kegiatan pelayanan IB pada ternak sapi, yang dilakukan oleh petugas inseminator BPP Kec. Busungbiu, bertempat di Desa Bengkel. Peternak sapi atas nama Ketut tingtung dengan kode semen T005 11240. (5/3)

Sekilas tentang Inseminasi Buatan. Inseminasi Buatan pada sapi (kawin suntik) adalah  suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (spermatozoa atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun‘.

Tujuan IB :1. Memperbaiki mutu genetika ternak2. Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya3. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama4. Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur

5. Mencegah penularan / penyebaran penyakit kelamin.

Keuntungan IB :1. Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan2. Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik3. Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding)4. Dengan peralatan dan teknologi yang baik spermatozoa dapat simpan dalam jangka waktu yang lama5. Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati6. Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar

7. Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.

Waktu Melakukan IB :Pada waktu di Inseminasi Buatan (IB) ternak harus dalam keadaan birahi, karena pada saat itu liang leher rahim (servix) pada posisi yang terbuka. Kemungkinan terjadinya konsepsi (kebuntingan) bila diinseminasi pada periode-periode tertentu dari birahi telah dihitung oleh para ahli, perkiraannya adalah :Permulaan birahi : 44%,Pertengahan birahi : 82%,Akhir birahi : 75%,6 jam sesudah birahi : 62,5%,12 jam sesudah birahi : 32,5%,18 jam sesudah birahi : 28%,

24 jam sesudah birahi : 12%

Prosedur IB :Prosedur Inseminasi Buatan adalah sebagai berikut: Sebelum melaksanakan prosedur Inseminasi Buatan (IB) maka semen harus dicairkan (thawing) terlebih dahulu dengan mengeluarkan semen beku dari nitrogen cair dan memasukkannya dalam air hangat atau meletakkannya di bawah air yang mengalir. Suhu untuk thawing yang baik adalah 37?C, jadi semen/straw tersebut dimasukkan dalam air dengan suhu badan 37?C, selama 7-18 detik. Setelah di thawing, straw dikeluarkan dari air kemudian dikeringkan dengan tissue, Kemudian straw dimasukkan dalam gun, dan ujung yang mencuat dipotong dengan menggunakan gunting bersih, Setelah itu plastic sheath dimasukkan pada gun yang sudah berisi semen beku/straw, Sapi dipersiapkan (dimasukkan) dalam kandang jepit, ekor diikat.

Petugas Inseminasi Buatan (IB) memakai sarung tangan (glove) pada tangan yang akan dimasukkan ke dalam rectum, Tangan petugas Inseminasi Buatan (IB) dimasukkan ke rektum, hingga dapat menjangkau dan memegang leher rahim (servix), apabila dalam rektum banyak kotoran harus dikeluarkan lebih dahulu, Semen disuntikkan/disemprotkan pada badan uterus yaitu pada daerah yang disebut dengan ‘posisi ke empat’. Setelah semua prosedur tersebut dilaksanakan maka gun dikeluarkan dari uterus dan servix dengan perlahan-lahan.

Teknik inseminasi buatan (IB) mungkin hanya ditujukan untuk kepentingan ilmu pengetahuan saja seperti yang dilakukan oleh Lazzaro Spallanzani sebagai penemunya, apabila tidak dikenal manfaatnya sebagai alat untuk mengendalikan penyakit dan untuk menaikkan mutu genetik ternak.

Baca Juga :   Sebelum masuknya kebudayaan hindu-budha indonesia telah memiliki kebudayaan sendiri indonesia memiliki local genius terangkan yang dimaksud dengan local genius

sinkronisasi-estrus-kawin-suntik

IB banyak dimanfaatkan untuk mencegah dan memberantas penyakit kelamin menular, seperti yang pernah dilakukan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. IB juga digunakan bangsa Rusia untuk menaikkan mutu ternak secara upgrading.

Tetapi pada masa sekarang dan akan datang tampak bahwa IB merupakan teknik yang dianggap berhasil dalam bidang pemuliaan ternak. Metode-metode praktis telah dilakukan, dan pelayanan untuk menaikkan mutu sapi menguntungkan bagi para peternak. Peternak atau peternakan kecil dengan jumlah sapi betina yang sedikit dapat meningkatkan mutu ternaknya menggunakan IB menggunakan semen pejantan berdaya pembuahan sangat tinggi dan mutu genetik yang luar biasa dan juga peternak mau membayar lebih tinggi hanya untuk mendapatkan inseminasi yang memuaskan tentunya dengan harapan anak yang didapatkan berkualitas super.

Akan tetapi teknik IB ini mempunyai manfaat maupun kerugiannya, meskipun manfaat yang didapatkan jauh lebih besar daripada kerugian yang ditimbulkannya.

Manfaat Inseminasi Buatan Beberapa manfaat yang dapat dirasakan dalam penerapan IB ini adalah:

1. Inseminasi buatan (IB) sangat mempertinggi penggunaan pejantan-pejantan unggul. Daya guna seekor pejantan yang secara genetik unggul dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

2. Bagi peternak-peternak kecil seperti umum ditemukan di Indonesia, penggunaan IB sangat menghemat biaya disamping dapat menghindari bahaya dan menghemat tenaga pemeliharaan pejantan yang belum tentu merupakan pejantan terbaik untuk diternakkan.

3. Pejantan-pejantan yang digunakan dalam IB telah dilakukan seleksi secara teliti dan ilmiah dari hasil perkawinan betina-betina dengan pejantan unggul.
Dengan lebih banyak betina yang dilayaninya dan dari turunan-turunan hasil perkawinan ini dapat lebih cepat diseleksi dan dipertahankan pejantan-pejantan unggul dan mengeliminir pejantan-pejantan jelek.

4. Penularan penyakit dapat dicegah melalui IB, dengan hanya menggunakan pejantan-pejantan yang sehat atau bebas dari penyakit, menghindari kontak kontak kelamin pada waktu perkawinan, dan membubuhi antibiotika ke dalam semen sebelum dipakai.
IB merupakan cara terbaik mencegah penyebaran penyakit veneral dan penyakit menular lainnya seperti Brucellosis, Vibriosis, Leptospirosis dan Trichomoniasis.

5. Karena hanya semen dengan fertilitas tinggi yang diberikan pada peternak, maka calving intervalnya dapat diperpendek dan dapat menurunkan kasus repeat breeder (kawin berulang bagi betina).

6. Keuntungan lainnya adalah memungkinkan perkawinan antara ternak yang sangat berbeda ukurannya, misalnya sapi Bali dapat dikawinkan dengan semen sapi Brangus, Simental maupun Limousin. IB juga dapat memperpanjang waktu pemakaian pejantan-pejantan yang secara fisik tidak sanggup berkopulasi secara normal. IB dapat menstimulir interese yang lebih tinggi dalam beternak dan praktik manajemen yang lebih baik. IB juga sangat berguna untuk digunakan pada betina-betina yang berada dalam keadaan estrus dan berovulasi tetapi tidak mau berdiri untuk dinaiki pejantan.

inseminasi-buatan-1

Kerugian Inseminasi Buatan
Selain manfaat dari IB ini sangat banyak terutama dalam meningkatkan mutu hasil ternak, akan tetapi harus juga diperhatikan kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh teknik IB ini. Kerugian-kerugiannya adalah:

1. Pelaksana yang terlatih baik dan terampil diperlukan dalam mengawasi atau melaksanakan penampungan, penilaian, pengenceran, pembekuan dan pengangkutan semen dan inseminasi pada ternak betina untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit kelamin menular yang dapat menjangkiti kelompok-kelompok ternak.

2. Kemungkinan besar IB dapat menjadi alat penyebar abnormalitas genetic seperti pada sapi, diantaranya cystic ovary, konformasi tubuh yang buruk terutama pada kaki-kakinya, dan kekurangan libido. Belum banyak penelitian tentang meningkatnya kejadian cystic ovary pada sapi perah yang sebagian besar disebabkan oleh penggunaan IB secara meluas.

Baca Juga :   Politik yang dilakukan Belanda untuk memecah belah kekuasaan disebut

3. Apabila persediaan pejantan unggul sangat terbatas, peternak tidak dapat memilih pejantan yang dikehendaki untuk mengikuti program peternakan yang diingininya. Dengan penggunaan seekor pejantan secara terus-menerus, kemungkinan besar akan terjadi “inbreeding” yang merugikan.
4. IB masih diragukan manfaatnya dalam mengatasi semua infeksi atau abnormalitas saluran kelamin betina, kalaupun ada, jarang terjadi.

5. Inseminasi intrauterine pada sapi yang bunting dapat menyebabkan abortus.

6. IB tidak dapat digunakan dengan baik pada semua jenis hewan. Pada beberapa spesies masih harus dilakukan penelitian sebelum IB dapat dipakai secara praktis.

tujuan dan keuntungan inseminasi buatan pada ternak (sapi)

pendahuluan

peternak sapi di indonesia sebagian besar  dalam berusaha ternak sapi masih secara tradisional bahkan beternak dianggap sebagai tabungan serta usaha sampingan. di sisi lain produktivitas ternak sapi potong maupun sapi perah beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan  menurun. sementara di lain pihak pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan rata-rata 1,5 persen per tahun. maka diperkirakan permintaan daging dan susu akan terus meningkat.

keadaan seperti ini bila tidak dilakukan upaya untuk meningkatkan populasi dan produksi, maka tidak akan dapat memenuhi permintaan kebutuhan daging dan susu sapi dalam negeri. oleh karena itu diperlukan upaya memotivasi peternak dalam pemeliharaan ternak yang lebih maju dan menguntungkan melalui pembinaan yang dapat meyakinkan. pemeliharaan ternak bukan lagi hanya dianggap sebagai tabungan atau pekerjaan sampingan, melainkan sudah dikelola dengan baik menuju ke arah yang lebih maju dangan harapan peternak dapat mengerti dan menyadari arti pentingnya produktivitas ternak.

untuk menyikapi hal tersebut, salah satu upaya untuk meningkatkan  populasi dan produktivitas ternak sapi dapat dilakukan melalui kawin suntik yang dalam bahasa ilmiahnya adalah artificial insemination (ai) atau inseminasi buatan (ib). hal tersebut adalah sebagai salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak, sehingga dapat menghasilkan keturunan/pedet dari bibit pejantan unggul.

pengertian

inseminasi buatan (ib) adalah usaha manusia (inseminator) dalam memasukkan sperma atau semen ke dalam saluran reproduksi betina dengan menggunakan alat inseminasi dengan tujuan agar ternak (sapi, domba, kerbau dll) tersebut menjadi bunting. dalam istilah ilmiahnya inseminasi buatan disebut artificial insemination (ai) dan semen adalah mani yang berasal dari ternak pejantan unggul yang dipergunakan untuk kawin suntik atau inseminasi buatan.


program ib tidak hanya mencakup pemasukan semen ke dalam saluran reproduksi betina, tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen, inseminasi, pencatatan dan penentuan hasil inseminasi pada hewan/ ternak betina, bimbingan dan penyuluhan pada peternak. dengan demikian pengertian ib menjadi lebih luas yang mencakup aspek reproduksi dan pemuliaan.

                       gambar 1. illustrasi kawin suntik

inseminator

inseminator merupkan petugas yang  telah dididik dan lulus dalam latihan ketrampilan khusus untuk melakukan inseminasi buatan atau kawin suntik serta memiliki surat izin melakukan inseminasi (simi). selain inseminator dari  pemerintah ada juga inseminator mandiri yang berasal dari khalayak peternak atau masyarakat yang telah memperoleh pelatihan keterampilan khusus untuk melakukan inseminasi buatan atau kawin suntik.

Baca Juga :   Bentuk jembatanlengkung dan pilar-pilar batu masih sering digunakan pada jembatan periodeini

                 gambar2. inseminator sedang beraksi

tujuan inseminasi buatan


tujuan perkawinan sapi dengan sistem inseminasi buatan adalah:

  1. meningkatkan mutu ternak lokal. 2. mempercepat peningkatan populasi ternak. 3. menghemat penggunaan pejantan.

    4. mencegah adanya penularan penyakit kelamin akibat perkawinan alam.

  2. perkawinan silang antar berbagai bangsa/ ras dapat dilakukan

.
keuntungan inseminasi buatan


dalam kegiatan kawin suntik atau ib pada ternak ini memberikan beberapa keuntungan/ manfaat antara lain adalah:

  1. menghemat biaya, dengan adanya inseminasi buatan peternak tidak perlu lagi memelihara pejantan sapi, sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan untuk indukan saja.
  2. menghewat waktu. dimana untuk mengawinkan sapi, peternak tidak perlu lagi mencari sapi pejantan (bull), mereka cukup menghubungi inseminator di daerah mereka dan menentukan jenis bibit (semen) yang mereka inginkan.
  3. dapat mengatur jarak beranak/ calving interval ternak dengan baik.
  4. mencegah terjadinya kawin sedarah pada ternak.
  5. dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang baik sehingga sperma/ semen dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. jadi semen beku ini masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan yang diambil semennya telah mati.
  6. menghasilkan generasi baru anak bakalan penghasil daging yang berkualitas (ternak potong) dan meningkatklan produksi susu pada ternak perah betina.
  7. perbaikan mutu genetik menjadi lebih cepat.
  8. peternak dapat memilih jenis/ bangsa ternak yang diinginkan. misalnya sapi limousin, simental, peranakan ongole, brahman, brangus, fh, bali dan lain-lain).
  9. berat lahir lebih tinggi dari pada hasil kawin alam. hal ini karena semen yang digunakan berasal dari pejantan-pejantan unggul.
  10. kemungkian pertumbuhan berat badan anak lebih cepat karena hasil perkawinan dari pejantan unggul.

pelaksanaan ib dikatakan berhasil apabila induk ternak yang dilakukan ib menjadi bunting. masa bunting/periode kebuntingan sapi (gestation periode) yaitu jangka waktu sejak terjadi pembuahan sperma terhadap sel telur sampai anak dilahirkan. menurut toelihere (1981) periode kebuntingan sapi berkisar 280 sampai dengan 285 hari. setelah melahirkan disebut masa kosong sampai sapi yang bersangkutan bunting pada periode berikutnya.

dalam mewujudkan keberlanjutan kegiatan kawin suntik pada ternak sapi yang lebih menguntungkan dan penanganan khusus peranakan sapi unggul, selain diperlukan peran aktif inseminator dan petugas dinas peternakan atau dinas yang membidangi peternakan dalam pembinaan kelompok tani ternak diperlukan juga peran aktif para penyuluh pertanian sebagai mitra petani.


peran penyuluh pertanian dalam mensukseskan program kawin suntik atau inseminasi buatan, antara lain:

(1) memotivasi peternak agar terorganisir dalam kelompok, untuk memudahkan baik penyuntikan hormon prostaglandin/ reprodin  pada ternak sapi yang dapat mendorong dan mensinkronkan birahi maupun pelaksanaan kawin suntik pada ternak sapi secara bersamaan;

(2) memberikan informasi cara-cara beternak sapi potong dan sapi perah yang baik termasuk pemberian pakan yang bermutu sesuai  kebutuhan ;

(3) memberikan informasi cara penanganan kesehatan anak dan induk sapi untuk mengoptimalkan pertumbuhan/ pertambahan berat badan pada ternak sapi potong dan produksi susu pada ternak sapi perah betina.

oleh : nofrizon, sst

Inseminasi buatan pada sapi sangat menguntungkan karena hal hal berikut ini kecuali

Posted by: pskji.org