Apakah semua ulat bisa berubah menjadi kepompong dan kupu-kupu?

Apakah semua ulat bisa berubah menjadi kepompong dan kupu-kupu?

Kupu-kupu dikenal sebagai binatang cantik karena memiliki sayap yang berwarna-warni dengan motif menarik. Hingga tak heran, kupu-kupu banyak disukai terutama oleh anak-anak.

Selain dari bentuknya yang indah dipandang, ada fakta unik lain dari kupu-kupu. Sebelum menjadi binatang yang bisa terbang, kupu-kupu memiliki sejarah kehidupan yang cukup panjang dimulai dari ulat.

Proses perubahan bentuk dari ulat hingga menjadi kupu-kupu disebut sebagai metamorfosis, Ma.

Berikut
Popmama.com
jelaskan fakta penting tentang metamorfosisis kupu-kupu dari ulat yang perlu diketahui si Kecil.

Unsplash/Suzanne D. Williams

Proses metamorfosis kupu-kupu berawal dari telur,ulat, dan kepompong terlebih dahulu. Kupu-kupu melewati perjalanan yangpanjang dan dalam waktu lama.

Namun, sebenarnya berlangsung dengan sederhana. Berikut penjelasan mengenai tahapan metamorfosis yang terjadi pada ulat sebelum menjadi kupu-kupu:

1. Proses telur

Www.1stearlyed.com

Umumnya, telur kupu-kupu menempel pada daun atau ranting pohon. Namun, paling sering ditemui pada bagian ujung atau di bawah helai daun.

Telur kupu-kupu berbentuk bulat atau silinder berukuran kecil dan banyak. Bentuk telur tergantung pada jenis kupu-kupu. Proses telurini berlangsung 3–5 hari dan kemudian menetas.

  1. 7 Tips untuk Membesarkan Anak Tunggal dengan Baik
  2. 5 Cara Membantu Anak Mengekspresikan Emosinya dengan Tepat
  3. 7 Cara Mengajarkan Anak untuk Mengenal Berbagai Macam Emosi

2. Proses ulat (larva)

Unsplash/Thomas Park

Setelah menetas, ulat atau larva yang keluar akan memakan sisa cangkang dari telur dan dedaunan di sekitarnya. Saat beberapa waktu dan tubuh ulatsemakin besar,biasanya, kulit luarulatakan berganti menjadi kulit yang baru.

Hari demi hari akan dilalui ulat di atas pohon, tempat tinggalnya sejak masih berbentuk telur. Ulat pun hanya mengandalkan dedaunan di sekitarnya untuk makan.

Tubuh ulat yang masih kecil dan cukup lemah membuatnya tidak bisa kemana-mana sehingga ia akan tumbuh serta berkembang di atas pohon saja.

Baca Juga :   Efek samping memutihkan gigi dengan garam

3. Proses kepompong (pupa)

Unsplash/Bankim Desai

Saat tumbuh dan berkembang di atas pohon. Ulat kemudianakan berubah bentuk menjadi pupa (kepompong) saat berat dan panjang badannya telah maksimal.

Dari bagian luarnya, kepompong terlihat seperti ‘rumah’ dengan ‘selimut’ yang menutupi tubuh ulat sangat rapat sehingga terkesan seperti sedang beristirahat. Padahal, di tahap kepompong,ulat melalui proses yang luar biasa.

Tahap inilah yang disebut sebagai metamorfosis. Anggota tubuh dan organ ulat mengalami perubahan yang luar biasa hingga menjadi bentuk fisik kupu-kupu sempurna.

Unsplash/Krzysztof Niewolny

Setelah proses kepompong selesai, kupu-kupu dewasa pun bersiap untuk menjalani kehidupan. Saat pertama kali keluar dari kepompongnya, sayap kupu-kupu masih lunak dan terlipat di tubuhnya sehingga belum bisa terbang.

Mengutip laman IDNTimes, kupu-kupu harus segera memompa cairan tubuh ke vena sayapnya untuk mengembangkannya sebelum terbang.

Ketika sayapnya mencapai ukuran penuh, kupu-kupu harus beristirahat selama beberapa jam untuk membiarkan tubuhnya kering dan mengeras sebelum terbang untuk pertama kalinya.

Jika kupu-kupu telah bisa terbang, ia pun akan mencari makanan untuk bertahan hidup. Lalu, mencari pasangan untuk berkembang biak. Kupu-kupu dewasahanya fokus pada 2 hal ini saja karena masa hidupnya yang tidak panjang.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai proses metamorfosis kupu-kupu yang berasal dari ulat. Semoga bisa menjadi tambahanilmu pengetahuan untuk si Kecil, Ma.

Baca juga:

  • Beri Tahu si Kecil, Fakta Nepeta Cataria atau Tumbuhan Catnip
  • Perkaya Pengetahuan Anak, 7 Fakta Menarik Nothern Lights atau Aurora
  • Indah Dipandang, Ini 5 Fakta Menarik Pelangi yang Perlu Diketahui Anak


Sebagian hewan mengalami metamorfosis yang panjang dan unik. Beberapa spesies bahkan merubah bentuk dirinya sendiri ketika dewasa. Tetapi, apakah hewan-hewan itu mampu mengingat dan mengenang masa kecilnya sama seperti manusia? Dilansir dari

Science Abc
, begini penjelasannya apakah kupu-kupu memiliki memori ketika menjadi ulat.


Metamorfosis adalah fenomena alam yang mempesona. Proses itu mengacu pada transformasi bentuk, struktur, atau keduanya setelah melanjutkan dari tahap larva remaja ke tahap dewasa dalam siklus hidup setiap individu pada hewan tertentu.

Baca Juga :   Jelaskan informasi yang kamu peroleh dari gambar di bawah


Tak hanya kupu-kupu yang terkenal, metamorfosis juga dialami oleh bintang laut. Hewan mengalami apa yang disebut dengan perubahan simetri, bergeser dari simetri bilateral larva ke simetri radial dewasa.


Beberapa hewan lain mengalami perubahan dramatis yang membuatnya hampir tidak dapat diidentifikasi dari bentuk larvanya. Kecebong air yang berubah menjadi katak adalah hewan yang sama, tetapi hanya dalam tahapan kehidupan yang berbeda.


Namun, transformasi yang paling mengesankan di alam adalah hewan yang menumbuhkan sepasang sayap persis apa yang dilakukan oleh ulat menjadi kupu-kupu. Bayangkan siput yang bergerak lambat, kemudian tumbuh menjadi seperti burung yang dapat terbang. Transformasi ini adalah salah satu fenomena alam yang paling luar biasa dan telah memukau para penyair dan ilmuwan.

Seekor ulat menggantung pada daun. Foto: 631372 from Pixabay


Sejak lahir, beberapa ulat ditakdirkan berubah menjadi kupu-kupu dan organnya tahu akan itu. Kumpulan sel yang disebut cakram imajinal pada larva kecil telah dikonfigurasi untuk berkembang menjadi struktur dewasa seperti sayap, antena, alat kelamin, dan kaki. Namun, hormon pada remaja oleh ulat mencegah sel-sel berkembang secara prematur.


Tugas ulat hanya memberi makan. Ulat makan untuk mencapai ukuran tertentu dan membiarkan organ lainnya berkembang. Meski begitu, cakram imajinal tetap diam dan tidak aktif selama proses ini.


Ketika ulat mencapai ukuran tertentu, konsentrasi hormon remaja di tubuhnya sangat rendah. Ledakan hormon molting dan ekdison pada tahap ini memungkinkan ulat keluar dari tahap larva. Ulat meranggas dan melepaskan kulitnya untuk menampakkan cangkang keras, yang dikenal sebagai kepompong.


Sementara cakram imajinal mengikuti proses perkembangan di dalam kepompong dan tumbuh menjadi kupu-kupu. Ketika tidak ada hormon remaja di dalam tubuh, ekdison dilepaskan sekali lagi sehingga memicu munculnya kupu-kupu cantik dari kepompong. Kupu-kupu terbang untuk kawin dan bertelur, sehingga melanjutkan siklus hidup spesies.

Baca Juga :   Apa Arti Selisih Dalam Matematika

Kepompong yang siap menjadi kupu-kupu. Foto: GLady from Pixabay


Para ilmuwan sebelumnya mengira bahwa ulat melakukan perubahan di dalam kepompong dan kemudian berubah menjadi kupu-kupu. Tetapi pencitraan sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa struktur kunci relatif tidak berubah, kecuali beberapa penyesuaian untuk membuat tubuh baru lebih efisien.


Misalnya, saluran trakea tempat serangga bernapas tidak tersentuh. Tabung pernapasan ini bertambah besar untuk memberi bahan bakar pada tubuh dengan lebih banyak oksigen sebagai energi untuk terbang. Namun, otak menjadi bagian yang sulit diketahui apakah mengalami modifikasi atau tidak di dalam kepompong.


Tetapi, sebuah studi menunjukkan jaringan saraf bertanggung jawab atas rasa, penciuman, memori, dan pembelajaran tetap utuh selama metamorfosis.

Corpora pedunculata

atau tubuh jamur adalah struktur berpasangan yang ditemukan di otak serangga. Pada tahap larva, tubuh jamur memengaruhi pembelajaran dan memori. Pada tahap dewasa, fungsi bertambah untuk mencium.


Tubuh jamur tidak mengalami modifikasi karena merupakan bagian penting selama kelangsungan hidup kupu-kupu. Sementara bagian otak lainnya mungkin mengalami modifikasi untuk mengikuti tubuh baru.


Penting untuk dicatat bahwa ingatan tentang serangga seperti ulat dan kupu-kupu sangat berbeda dengan ingatan manusia. Memori serangga terbatas pada hal-hal untuk bertahan hidup, seperti makanan yang enak dan tidak enak, dan apa yang harus dihindari.


Tidak seperti manusia, kupu-kupu tidak dapat mengingat pengalaman pribadi dari masanya sebagai ulat. Ingatan kupu-kupu sepenuhnya bersifat biologis. Dengan kata lain hewan dengan sayap indah itu hanya mengingat hal-hal yang membahayakan hidupnya.

Seeokor kupu-kupu hinggap di bunga. Foto: paulbr75 from Pixabay

Apakah semua ulat bisa berubah menjadi kepompong dan kupu-kupu?

Posted by: pskji.org