Jelaskan perbedaan lari 12 menit dengan 2 4 km

Jelaskan perbedaan lari 12 menit dengan 2 4 km

Lihat Foto

Ilustrasi lari cepat

KOMPAS.com
– Lari 12 menit merupakan salah satu bentuk tes fisik yang digunakan di dunia kemiliteran. Tes lari 12 menit disebut juga Cooper test.

Mengutip situs web Verywellfit.com, Cooper test merupakan tes kebugaran fisik yang diciptakan oleh Kenneth H Cooper pada 1968 untuk keperluan militer Amerika Serikat.

Bentuk, pelaksanaan, dan penilaian Cooper test adalah berlari sejauh mungkin dalam waktu 12 menit.

Dalam Cooper test, jarak yang ditempuh oleh pelari tidak ditentukan. Namun, poin yang ditentukan adalah waktu tempuh yaitu 12 menit.

Penilaian Cooper test diukur dari berapa total jarak tempuh yang dicapai oleh peserta ketika berlari selama 12 menit.

Adapun, lari 12 menit digunakan untuk mengetahui daya tahan seseorang dan mendapatkan nilai VO2 Max yaitu volume maksimum oksigen (dalam satuan mililiter) yang dapat dikonsumsi tubuh per menit per kilogram berat badan pada kinerja maksimum.

Secara sederhana, VO2 Max adalah indikator kebugaran aerobik.

Baca juga: 5 Tips agar Kuat Lari Jarak Menengah dan Jauh

Materi lari 12 menit biasanya digunakan pada tes masuk TNI, Polri, Taruna IPDN, pelayaran, dan penerbangan.

Pada tes tersebut, jarak tempuh lari 12 menit dalam tes kebugaran jasmani yang biasa dilakukan di Indonesia adalah 3200 meter atau sekitar 8 kali putaran lapangan sepak bola.

Agar kuat berlari selama 12 menit dan mencapai target 3200 meter, tentunya dibutuhkan latihan ekstra keras.

Lihat Foto

ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA

Pelari Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Zohri (tengah) beradu cepat dengan pelari-pelari lainnya dalam final lari 200 meter putra PON XX Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (11/10/2021). Lalu Zohri meraih medali emas, sementara pelari Kalimantan Tengah Eko Rimbawan meraih medali perak dan pelari Bali I Dewa made Mudiyasa meraih medali perunggu.

Baca Juga :   Sebutkan ciri sistem pertahanan dan keamanan negara yang bersifat semesta Jelaskan

KOMPAS.com
– Tes lari 2,4 km digunakan untuk mengukur daya tahan jantung dan paru.

Daya tahan jantung dan paru diperlukan dalam salah satu komponen kebugaran jasmani, tepatnya daya tahan kardiovaskuler.

Adapun daya tahan kardiovaskuler merupakan kesanggupan sistem jantung, paru-paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal saat melakukan aktivitas sehari-hari, dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti.

Oleh karena itu, tes lari 2,4 km bertujuan untuk mengukur daya tahan kardiovaskuler, dalam hal ini daya tahan jantung dan paru-paru.

Berdasarkan Jurnal Ilmial Ilmu Keolahragaan Vol. 1 No. 1 tahun 2019, istilah lain tes lari 2,4 km adalah cooper test.

Baca juga: Tips Lari 12 Menit Tembus 3200 Meter

Agar cooper test berjalan dengan baik, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Berikut yang termasuk fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk melakukan tes lari 2,4km adalah:

Alat dan Perlengkapan Tes Lari 2,4 Km

  • Lintasan lari 2,4 km. Biasanya menggunakan lintasan lari (running track) yang ada di keliling lapangan sepak bola dengan jarak 400 meter. Artinya, pelari akan sebanyak enam putaran.
  • Alat tulis/pencatatan
  • Stopwatch
  • Nomor dada pelari
  • Bendera start
  • Peluit

Baca juga: Pendaratan Telapak Kaki dalam Lari Jarak Menengah

Kategori Penilaian Hasil Tes Lari 2,4 Km

Kategori 13-19 (usia) 20-29 30-39 40-49 50-59 >60
Sangat kurang > 15 menit 31 detik >16:01 >16:31 >17:31 >19:01 >20:00
Kurang 12:11-15:30 14:01-16:30 14:64-16:30 15:36-17:30 17:01-19:00 19:01-20:00
Sedang 10:49-12:10 12:01-14:00 12:31-14:00 13:01-15:35 14:31-17:00 16:16-19:00
Baik 09:41-10:50 10:46-12:00 11:01-12:30 11:31-13:00 12:31-14:30 14:15-16:15
Sangat baik 18:37-19:40 09:45-10:45 10:30-11:30 10:11:30 11:00-12:30 11:15-13:59
Terlatih <08:37 <09:45 <10:30 <10:30 <11:00 <11:15
Kategori 13-19 (usia) 20-29 30-39 40-49 50-59 >60
Sangat kurang >18 menit 31 detik >19:01 >19:31 >20:01 >20:31 >21:01
Kurang 16:55-18:30 18:31-19:00 19:01-19:30 19:31-20:00 20:01-20:30 20:31-21:00
Sedang 14:31-16:54 15:55-18:30 16:31-19:00 17:31-19:30 19:01-20:00 19:31-20:30
Baik 12:30-14:30 13:31-15:54 14:31-16:30 15:56-17:00 16:31-19:00 17:31-19:30
Sangat Baik 11:50-12:49 12:30-13:30 13:00-14:30 13:45-15:55 14:30-16:30 16:30-17:30
Terlatih <11:50 <12:30 <13:00 <13:45 <14:30 <16:30
Baca Juga :   Pemain bola voli yang boleh melakukan block di atas net pada saat permainan berlangsung adalah

Sumber: Pusan Kesegaran Jasmani dan Rekreasi, Depdikbud, 1996.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

22 spiritual, dan penyakit dan eksternal lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi dalam mempertahankan kesehatannya Depkes RI, 2009:1. Keadaan sakit akan menurunkan kondisi tubuh seseorang sehingga kebugaran jasmani orang yang sakit akan lebih rendah daripada orang yang sehat.

2.4.3.7. Kebiasaan Merokok

Kadar CO yang terhisap akan mengurangi nilai VO 2 maks yang berpengaruh terhadap daya tahan. Seseorang yang mempunyai daya tahan yang baik, tidak akan merasa kelelahan yang berlebihan setelah melakukan latihan dan kondisinya pun cepat pulih kembali seperti keadaan sebelum melakukan latihan sehingga kebugaran jasmaninya pun baik Depkes RI, 1996:2.

2.4.4. Pengukuran Kebugaran Jasmani

Ada beberapa tes pengukuran kebugaran jasmani yang dapat dilakukan, yaitu:

2.4.4.1. Tes Lari 2,4 km

Tes lari 2,4 km adalah untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani khususnya kemampuan kardiovaskuler-respirasi. Tes ini diperuntukkan bagi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama SLTP, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas SLTA, Perguruan Tinggi, atlet, dan masyarakat umum. Petunjuk Pelaksanaan: 1 Peserta tes lari secepat mungkin sepanjang lintasan 2,4 km apabila tidak kuat boleh berjalan, tetapi tidak berhenti. 2 Waktu yang ditempuh peserta dikonversikan ke dalam tabel 2.4. 23 Tabel 2.4. Norma Tes Lari 2,4 km Status Wanita usia dalam tahun dan Waktu menit, detik 13-19 20-29 30-39 40-49 50-59 59 Sangat Kurang 18,31 19,01 19,31 20,01 20,31 21,01 Kurang 16,55- 18,30 18,31- 19,00 19,01- 19,30 19,31- 20,00 20,01- 20,30 20,31- 21,00 Sedang 14,31- 16,54 15,55- 18,00 16,31- 19,00 19,99- 17,29 19,01- 20,00 19,31- 20,30 Baik 12,30- 14,30 13,31- 15,54 14,31- 16,30 15,56- 17,30 16,31- 19,00 17,31- 19,30 Sangat Baik 11,50- 12,29 12,30- 13,30 13,00- 14,30 13,45- 15,55 14,30- 16,30 16,30- 17,30 Sangat Baik dan Terlatih 11,50 12,30 13,00 13,45 14,30 16,30 Sumber: Wahjoedi, 2001:72

Baca Juga :   Kelebihan dan kekurangan jualan di tokopedia

2.4.4.2. Tes Lari 12 Menit

Tes lari 12 menit yang dirancang oleh Cooper merupakan tes laporan yang relatif mudah dan murah karena cukup memerlukan lintasan lari baik berupa lapangan, lintasan lari, atau dapat menggunakan jalur umum dan alat ukur waktu jam tangan atau stopwatch. Petunjuk pelaksanaan: 1 Persiapkan lintasan lari dan peserta menggunakan nomor dada secara urut. 2 Sebelum tes dilakukan hendaknya melakukan pemanasan. 3 Peserta lari sesuai kemampuan masing-masing apabila tidak kuat boleh berjalan selama 12 menit. 4 Peluit 1 dibunyikan pertanda peserta mulai lari dan peluit kedua sebagai tanda berakhirnya waktu 12 menit. 5 Setelah 12 menit, pengawas menghitung jarak yang ditempuh. 6 Konversikan jarak tempuh ke dalam tabel 2.5. 24 Tabel 2.5. Tingkat Kebugaran Paru-Jantung Berdasarkan Tes Lari 12 Menit Status Wanita usia dalam tahun 20-29 30-39 40-49 50+ Kurang Sekali 1,54 km 1,51 km 1,41 km 1,35 km Kurang 1,54-1,77 km 1,51-1,68 km 1,41-1,57 km 1,35-1,49 km Sedang 1,78-1,96 km 1,69-1,89 km 1,58-1,78 km 1,50-1,68 km Baik 1,97-2,15 km 1,90-2,07 km 1,79-1,99 km 1,69-1,89 km Sangat Baik 2,16-2,33 km 2,08-2,23 km 2,00-2,15 km 1,90-2,09 km Sempurna 2,34 km 2,24 km 2,16 km 2,10 km Sumber: Irianto DP, 2004:104

2.4.4.3. Tes Lari 15 Menit Lari Balke

Jelaskan perbedaan lari 12 menit dengan 2 4 km

Posted by: pskji.org