Tangga nada as minor adalah nama lain dari tangga nada

Tangga nada as minor adalah nama lain dari tangga nada

Suara musik dan alunan irama yang menyertainya dapat membuat nyaman saat didengarkan. Banyak orang yang menjadikan musik sebagai hiburan bahkan terapi pengobatan. Dari ragam musik yang ada, dapat ditemukan berbagai jenis, mulai dari pop, R&B, jazz, dan lainnya.

Di balik merdunya suara musik, ada tangga nada yang mengatur irama. Tangga nada berarti susunan yang berjenjang dan berasal dari nada-nada pokok sebuah sistem nada. Mulai dari nada dasar sampai dengan nada oktaf, yaitu do, re, mi, fa, so, la, si, do. Namun, ada pula yang menyebut tangga nada merupakan susunan dari sebuah nada yang dirangkai dengan menggunakan rumus interval dari nada tertentu.

Adapun interval nada adalah jarak antara nada yang satu dengan nada yang lain. Jarak tersebut beragam, ada yang memiliki jarak setengah, ada yang satu, dan juga ada yang dua. Dari jarak tersebut nantinya akan menentukan sebuah variasi nada dan juga jenis tangga nada yang dihasilkan.

Di sisi lain di dalam tangga nada terdapat tiga macam yang berbeda-beda. Antara lain, tangga nada diatonis, pentatonis, dan juga kromatis.

Sebagaimana dikutip dari situs Gramedia.com, tangga nada menjadi sangat penting karena berfungsi sebagai instrumen yang bisa membuat sebuah lagu dapat didengar dengan harmonis dan indah. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa tangga nada merupakan susunan dari beberapa not lagu yang disusun secara berurutan.

Aneka Ragam Jenis Tangga Nada

Dilansir dari buku Aku Suka Musik yang ditulis oleh Adi Jarot Pamungkas tangga nada memiliki tiga ragam jenis, antara lain:

Advertising

Advertising

Tangga nada yang pertama dikenal dengan diatonis. Tangga nada satu ini memiliki tujuh nada bagian berbeda yang dibedakan dalam setiap satu oktaf. Tujuh nada tersebut nantinya akan diakhiri dengan satu nada yang berulang.

Selain itu, jarak antara not maupun nada diatonis adalah satu dan setengah. Salah satu contoh dari tangga nada diatonis adalah C mayor. Dimulai dari do diteruskan dengan A minor yang dimulai dari la. Diatonis masuk sebagai salah satu pengetahuan dasar dari sebuah teori musik. Terutama pada musik yang berasal dari Negara Barat seperti Eropa.

Tangga Nada Diatonis Mayor

Tangga nada diatonis mayor merupakan salah satu tangga nada yang umum digunakan pada sebuah musik. Jarak antara nada atau not pada diatonis mayor adalah 1-1-½-1-1-1-½. Permisalan dari tangga nada diatonis mayor adalah C mayor. Tangga nada ini terdiri dari do, re, mi, fa, so, la, si, do.

Tangga Nada Diatonis Minor

Tangga nada diatonis minor memiliki nada yang bernuansa ceria, berbeda dengan tangga nada diatonis mayor. Tangga nada ini justru memiliki nuansa musik yang melankolis dan cenderung sedih. Nada ini memiliki jarak antara nada yaitu 1-½-1-1-½-1-1. Sedangkan untuk contoh tangga nada ini yaitu A minor. Nada tersebut terdiri dari la, si, do, re, mi, fa, sol, la.

2. Tangga Nada Pentatonis

Tangga nada ini juga dikenal dengan pentatonic scale merupakan jenis tangga nada yang paling umum digunakan pada sebuah musik. Mengutip Encyclopedia Britannica, tangga nada jenis ini memiliki lima nada yang berbeda dalam satu oktaf.

Baca Juga :   Perbandingan sewa dan beli komputer

Tangga nada pentatonis sudah ada sejak pertama kali musik berkembang. Hal ini terbukti bahwa tangga nada ini sudah ditemukan di dalam musik-musik yang ada di dunia. Penggunaan nada ini bisa dipakai untuk musik modern dan juga musik tradisional.

Tangga Nada Pelog

Tangga nada pelog memiliki karakter nada yang menyenangkan dan juga memiliki kesan penghormatan. Tangga nada yang satu ini mempunyai lima nada yang memiliki perbedaan jarak cukup besar. Nada tersebut adalah do, mi, fa, sol, si.

Tangga Nada Salendro

Jenis tangga nada satu ini memiliki keunikan karena terdapat karakter nada yang menyenangkan dan juga lincah. Namun jarak antar nadanya cukup kecil, berbeda dengan tangga nada pelog yang memiliki jarak nada yang cukup besar. Nada tersebut adalah do, re, mi, sol, la.

3. Tangga Nada Kromatis

Tangga nada kromatis memiliki 12 nada yang terhimpun dengan interval setengah nada di setiap notnya. Sebenarnya, tangga nada ini merupakan turunan dari diatonik mayor. Di bagian nada yang lain pada nada diatonik mayor kemudian dipecah menjadi setengah dan setengah di tangga nada kromatis.

Tangga nada kromatis kerap kalin digunakan dalam berbagai jenis lagu atau musik jazz, rohani, pop, dan juga beberapa lagu rock. Contoh lagu yang menggunakan tangga nada kromatis adalah Bungong Jeumpa yang berasal dari Aceh dan Indonesia Pusaka yang diciptakan oleh Ismail Marzuki.

Jika Moms, Dads atau Si Kecil mempelajari alat musik, maka cukup sering atau salah satu hal yang kalian pelajari adalah tangga nada.

Dalam teori musik, tangga nada adalah salah satu hal terpenting yang akan dipelajari.

Bisa dibilang tangga nada adalah dasar dari musik, dengan mempelajari tangga nada maka akan sangat meningkatkan penulisan lagu dan kemampuan untuk mempelajari musik baru.

Sebagian besar dari kita secara tidak sadar telah mengetahui tangga nada musik dan dapat menyanyikannya karena kita telah terpapar musik sejak usia muda.

Jika seseorang menyanyikan beberapa nada dan meminta Moms, Dads atau Si Kecil untuk menyanyikan yang berikutnya, maka dapat melakukannya tetapi mungkin tidak tahu caranya.

Pengertian Tangga Nada

Foto: Orami Photo Stock

Dalam kamus music, pengertian tangga nada adalah rangkaian notasi musik yang diurutkan berdasarkan frekuensi dasar atau pitch mulai dari 1,2,3,4,5,6,7, atau do,re,mi,fa,sol,la,si,do (tinggi).

Bisa dibilang tangga nada memiliki sebuah fungsi serupa dengan tangga pada kehidupan sehari-hari di mana susunan nada pada sebuah tangga nada dapat naik atau turun.

Secara umum, tangga nada bisa didefinisikan sebagai susunan berjenjang dari nada-nada pokok suatu sistem nada, mulai dari satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya, misalnya: do, re, mi, fa, so, la, si, do.

Berdasarkan prinsip kesetaraan oktaf, sebuah tangga nada umumnya dianggap menjangkau hanya satu oktaf, dengan oktaf yang lebih tinggi atau rendah pada tangga nada tersebut hanya mengulangi pola dasarnya.

Tangga nada mewakili pembagian ruang oktaf menjadi sejumlah langkah tertentu, di mana jarak antar langkah tersebut disebut dengan interval nada, yang berfungsi menentukan jeda antara satu nada dengan nada lainnya.

Baca Juga :   Jelaskan sistem PEMERINTAHAN yang diberlakukan dalam PEMERINTAHAN Daulah Usmani

Baca Juga:
Ingin Membuat Bayi Lebih Cerdas dengan Musik, Perhatikan 3 Hal Ini

Jenis Tangga Nada

Foto: Orami Photo Stock

Secara umum, jenis tangga nada dibagi menjadi tiga menurut Acoustical Society of America, yaitu:

1. Tangga Nada Pentatonis

Jenis tangga nada pentatonic ini berarti penta artinya lima, dipakai untuk istilah jenis tangga ini karena yang dipakai hanya lima nada pokok. Jenis ini dibagi menjadi dua yaitu tangga nada dan tangga nada slendro.

Jenis ini kebanyakan dipakai untuk genre musik rock n’ roll, beberapa aliran variasi lagu pop dan blues, lagu anak-anak, serta lagu tradisional. Tangga nada ini juga sering kita temui dalam musik tradisional Jawa seperti musik gamelan.

Lebih mudahnya dalam memahami perbedaan Slendro dan Pelog adalah Slendro terdiri dari tangga nada pentatonik menggunakan nada 1 2 3 4 5 6 1 (memberikan kesan gembira dan lincah). Sedangkan pelog terdiri dari tangga nada pentatonik menggunakan nada 1 2 3 4 5 6 7 (memberikan kesan tenang dan luhur).

Contoh lagu yang menggunakan tangga nada pentatonis adalah Kincir-kincir, Jali-jali, Lenggang kangkung hingga Suwe Ora Jamu.

Baca Juga:
Deretan Lagu Paling Sedih untuk Menemani Hati yang Terluka

2. Tangga Nada Diatonis

Jika pentatonis ada 5 nada, untuk jenis diatonis ada 7 nada dengan 2 macam interval. Tangga nada diatonis ini lebih sering kita dengar atau mainkan di musik kontemporer atau kekinian.

Tangga nada ini sering kita jumpai juga disaat kita belajar sebuah alat musik seperti gitar. Karena dasar bermain gitar seringkali mengunakan tangga nada ini.

ADVERTISEMENT

Tangga nada diatonis ini menggunakan interval 1 atau pakai interval setengah. Dalam jenis ini pun terbagi lagi jadi 2 tangga nada, yaitu mayor dan minor.

3. Tangga Nada Minor

Untuk jenis minor, dibagi lagi jadi tiga jenis yaitu tangga nada minor asli, harmonis dan melodis. Jenis minor asli cuma punya nada pokok, jadi tak ada tanda kromatis.

Sedangkan untuk jenis harmonis, setiap nadanya dinaikkan setengah, tapi ketika naik/turun nadanya tetap sama.

Kalau jenis melodis, nada yang dinaikkan hanya yang ke-6 dan ke-7 ketika naik, dan turun setengah juga ketika turun. Tangga nada minor ini bila dimainkan akan menimbulkan nuansa dalam, khidmat, sedih atau “gelap”.

Baca Juga:
Ratusan Lagu K-Pop Hilang di Spotify, Ini Daftar Artis yang Tak Bisa Lagi Didengarkan

4. Tangga Nada Mayor

Jenis tangga nada ini kebanyakan dipakai untuk lagu-lagu yang suasananya ceria. Sering kita temui dalam lagu-lagu populer saat ini. Susunan nadanya berjarak 1 – 1- ½ – 1 – 1 – 1 – ½. Beda dengan tangga nada minor yang susunan interval nadanya adalah 1 – ½ – 1 – 1 – ½ – 1 – 1. Terlihat ya perbedaannya?

Perbedaan kedua tangga nada itu akan terdengar jelas saat dibunyikan dengan alat musik.

Ketika mendengar tangga nada mayor nuansanya akan terasa benar-benar ceria, sebaliknya jika mendengar tangga nada minor yang manapun jenisnya maka suasana jadi cenderung sedih atau melow.

Tapi tangga nada minor juga bisa dipakai untuk lagu yang ceria dengan menaikkan temponya.

Baca Juga :   Luas permukaan kerucut yang berdiameter 12 cm dan tinggi 8 cm adalah

5. Tangga Nada Kromatis

Inilah jenis tangga nada yang terakhir, terdiri dari 12 nada dengan interval setengah nada antar tiap notnya. Sebenarnya tangga nada ini adalah turunan dari tangga nada diatonik mayor. Dimana pada bagian nada yang nilainya 1 di diatonik mayor, dipecah jadi ½ dan ½ pada tangga nada kromatis.

Baca Juga:
Masih Ingat dengan Daftar Lagu Anak-Anak 90-an Ini? Yuk, Nostalgia!

Urutan Tangga Nada

Foto: Orami Photo Stock

Lalu berikut ini urutan tangga nada yang bisa dikenali oleh Moms dan Dads:

1. Tangga Nada Modal

Tangga nada modal atau yang biasa disebut skala modal merupakan urutan nada yang paling awal.

Skala modal ini terdiri dari 7 tangga nada, yaitu Ionian, dorian, phrygian, lydian, mixolydian, aeolian, dan yang terakhir locrian. Dari ketujuh nada tersebut, kamu harus hafal urutannya ya Grameds.

Urutan skala modal yang pertama adalah Ionian dan skala yang terakhir adalah Locrian. Kemudian ada beberapa skala modal yang berupa mode mayor dan beberapa bagian lagi berupa mode minor.

Dimana masing-masing tangga nada menghasilkan nuansa musik dan berbeda. Tangga nada modal merupakan sebuah penamaan nada yang urutannya berdasarkan nada ke berapa skala tersebut dimulai.

Misalnya, cek tangga nada yang mulainya dari C=Do. Lalu nada tersebut akan membentuk tangga nada yang seperti ini, C-D-E-F-G-A-B-C. bisa dilihat kalau nada yang pertama dari tangga C adalah C. Kemudian diikuti dengan nada D, lalu E dan seterusnya.

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa urutan tangga nada di atas adalah, C merupakan Ionian, nada D merupakan Dorian, E merupakan Phrygian, nada F adalah Lydian, nada G merupakan Mixolydian, nada A merupakan Aeolian, dan terakhir nada B adalah Locrian.

Baca Juga:
Moms, Kenalkan Si Kecil dengan Alat Musik Ritmis dan Beberapa Jenisnya

2. Tangga Nada Penuh

Tangga nada penuh atau yang biasa disebut dengan skala penuh merupakan skala nada yang memiliki jarak antar nada satu not penuh. Sehingga yang ada di dalam tangga nada ini semua jarak antar nada tidak ada yang memiliki jarak setengah.

Supaya bisa lebih mudah memahaminya, kamu dapat membandingkan skala penuh dengan tangga nada mayor. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jarak nada di skala mayor mempunyai interval nada seperti ini: 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½. Jika diaminkan di tangga nada C maka akan seperti ini, C-D-E-F-G-A-B-C.

Kemudian pada tangga nada ini, kamu juga akan menemukan interval nada yang berjarak satu not penuh. Dimana antar notnya akan seperti ini: not asal, 2nd, 3rd, #4, #5, b7. Jika dimainkan pada tangga nada Do=C, maka akan berbentuk seperti C, D, E, F#, G#, Bb.

Mengapai tangga nada harus dipelajari? Hal ini akan mempermudah Moms, Dads atau Si Kecil dalam pengetahuan mengenai not. Sehingga, bisa lebih mudah mengeksplorasi nada lebih jauh. Selamat mencoba!

Sumber

  • https://asa.scitation.org/doi/10.1121/1.1906553
  • https://joshuarosspiano.com/how-many-musical-scales-are-there/
  • https://www.digitalpianoreviewguide.com/what-are-musical-scales-and-types-with-examples/’
  • https://findyourmelody.com/types-of-scales-music/
  • https://www.musical-u.com/learn/what-is-a-scale/
  • https://findyourmelody.com/how-many-scales-are-there-in-music/
  • https://www.audioenglish.org/dictionary/musical_scale.htm
  • https://p2k.unkris.ac.id/id3/3065-2962/Gamut_43405_itkj_p2k-unkris.html
  • http://tesaurus.kemdikbud.go.id/tematis/lema/tangga%2Bnada
  • https://tambahpinter.com/jenis-tangga-nada/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Tangga_nada
  • https://www.musicradar.com/how-to/the-beginners-guide-to-music-scales-what-are-they-and-why-are-they-important
  • https://study.com/academy/lesson/understanding-and-building-musical-scales-definitions-types-of-scales.html
  • https://iowalum.com/what-is-a-musical-scale-musicological-and-ethnomusicological-views/

Tangga nada as minor adalah nama lain dari tangga nada

Posted by: pskji.org