Zaman logam yang memengaruhi masyarakat prasejarah indonesia adalah zaman

Zaman logam yang memengaruhi masyarakat prasejarah indonesia adalah zaman

tirto.id – Kebudayaan masyarakat telah melalui perjalanan panjang sebelum mencapai tahap moderen seperti saat ini. Perkembangan kebudayaan itu terekam dalam beberapa babak yang memiliki ciri khas masing-masing.

Sebelum mengenal aksara, periode perkembangan kebudayaan yang lazim diketahui yakni zaman batu dan zaman logam. Disebut zaman batu dan zaman logam karena batu dan logam diidentifikasi menjadi ciri khas zaman tersebut.

Dimulainya penggunaan logam sebagai teknologi buatan manusia menandakan peralihan dari zaman batu ke zaman logam. Zaman logam sering juga disebut sebagai zaman perundagian.

Seperti dikutip oleh Riyadi (2021), Perundagian berasal dari Bahasa Bali yaitu ‘undagi’ yang artinya seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai kepandaian atau keterampilan jenis usaha tertentu.

Zaman perundagian dalam hal ini dapat dimaknai sebagai zaman pada saat keahlian manusia dalam pembuatan alat-alat tertentu berkembang cukup pesat, salah satunya pengecoran bahan dari logam.

Memasuki zaman logam, penggunan batu sebagai alat tidak hilang sama sekali. Batu juga memiliki peran penting pada zaman ini. Disamping penggunaannya sebagai bahan baku teknologi, batu dijadikan salah satu alat mencetak logam. Teknik pencetakan logam menggunakan batu disebut dengan bivalve.

Selain teknik bivalve, orang-orang pada zaman logam juga membuat alat dengan cetakan tanah liat dan lilin. Teknik ini disebut dengan teknik a cire perdue. Berbeda dengan teknik bivalve yang dapat digunakan untuk berkali-kali cetakan, a cire perdue hanya digunakan untuk sekali cetak.

Zaman logam terbagi lagi menjadi 3: zaman besi, tembaga, dan perunggu. Indonesia hanya mengalami zaman perunggu dan zaman besi.

Zaman Perunggu

Perunggu adalah jenis logam yang berasal dari campuran tembaga dengan timah putih. Pada zaman perunggu, orang-orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah sebagai bahan baku pembuatan alat-alat. Lazimnya pencampuran tembaga dengan timah ini digunakan perbandingan 3:10 untuk memperoleh logam yang keras.

Hasil dari proses tersebut antara lain yakni berupa:

1. Kapak Corong yang ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa-Bali, Sulawesi, Kepulauan Selayar, dan Irian

2. Nekara perunggu (Moko) yaitu alat berupa dandang yang digunakan sebagai mas kawin. Nekara Perunggu ditemukan di Sumatera, Jawa-Bali, Sumbawa, Roti, Selayar, juga Leti

3. Bejana Perunggu, benda ini ditemukan di Madura dan Sumatera, serta

4. Arca Perunggu yang ditemukan di Riau, Lumajang, dan Bogor.

Zaman Besi

Selain zaman perunggu, ada zaman besi, yang mana pada zaman ini orang sudah dapat melebur bijih besi. Teknik peleburan besi boleh jadi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu. Melebur bijih besi memerlukan suhu mencapai kurang lebih 3500 °C.

Bijih besi dilebur untuk kemudian dicetak menjadi alat-alat bermata tajam seperti mata kapak, mata pisau, mata sabit, mata pedang dan cangkul. Alat-alat hasil peleburan bijih besi di atas banyak ditemui di daerah Gunung Kidul, Bogor, Besuki, dan Punung.

Kepandaian mengasah perkakas logam tersebut, seperti djelaskan oleh Rosfenti (2020), merupakan bekal kepandaian yang dimiliki sejak zaman batu. Dengan alat yang diasah ini mereka bisa gunakan untuk membalik tanah untuk mengembangkan cara bercocok tanam.

Baca Juga :   Uraikan prinsip kerja sistem pengapian TCI- K saat kontak pemutus menutup

Disampaikan dalam buku Rekam Jejak Peradaban Indonesia, perkembangan zaman logam di wilayah kepulauan Indonesia berbeda dengan di Eropa. Jika di kepulauan Indonesia hanya ada dua fase, zaman logam di Eropa mengalami tiga fase yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.

Zaman logam di Asia Tenggara (termasuk wilayah kepulauan Indonesia) umumnya tidak melewati zaman tembaga. Wilayah ini langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan.

Serta karena banyaknya alat-alat berbahan perunggu yang ditemukan, zaman logam di wilayah kepulauan Indonesia lazim juga disebut sebagai zaman perunggu.

Baca juga:

  • Zaman Mesolitikum: Ciri-Ciri dan Apa Saja Peninggalannya?
  • Sejarah Zaman Megalitikum: Hasil Kebudayaan, Peninggalan, Fungsinya

Baca juga artikel terkait ZAMAN LOGAM atau tulisan menarik lainnya Auvry Abeyasa

(tirto.id – avr/yan)


Penulis: Auvry Abeyasa
Editor: Yantina Debora
Kontributor: Auvry Abeyasa

Subscribe for updates Unsubscribe from updates

Pembagian zaman logam di Indonesia terdiri dari 2 zaman yaitu zaman perunggu dan zaman besi. Sedangkan zaman tembaga, Indonesia tidak mengalaminya.

Berdasarkan pembagian zaman praaksara, zaman praaksara terbagi menjadi dua periode zaman yaitu zaman batu dan zaman logam. Pembagian zaman menjadi zaman batu dan zaman logam merupakan pembagian zaman berdasarkan kajian arkeologi dan penemuan benda serta peninggalannya.

Pembagian zaman prasejarah menjadi zaman batu dan zaman logam menandakan adanya perkembangan pada zaman praaksara. Hal ini terlihat dari pembagian zaman batu dan zaman logam apabila dijabarkan lebih lanjut dari zaman paleolitikum sampai zaman besi.

Salah satu zaman yang berkembang pesat dan sangat maju pada zaman praaksara adalah zaman logam. Hal ini karena zaman logam pada masa praaksara menandakan manusia purba sudah meninggalkan zaman batu. Sama halnya dengan zaman batu, zaman logam memiliki pembagian. Pembagian macam macam zaman logam terdiri dari 3 zaman. Sedangkan, hanya ada 2 zaman logam di Indonesia.

Lantas, bagaimana pembagian zaman logam dan penjelasannya?

Pada kesempatan kali ini, Blog Pelajaran Sekolah akan membahas tentang pembagian zaman logam dan hasil kebudayaannya di Indonesia. Namun, dibahas juga mengenai 3 pembagian zaman logam yang berkembang di dunia.

Hal ini agar sobat tak hanya tahu mengenai urutan pembagian zaman logam di Indonesia saja dan sobat tahu zaman logam apa saja.

Selamat Membaca!!!

Apa itu zaman logam?

Gambar Zaman Logam

Zaman logam adalah masa saat masyarakat sudah mulai menggunakan peralatan yang terbuat dari logam. Zaman logam dimulai pada tahun 3100 SM. Zaman logam yang memengaruhi masyarakat prasejarah indonesia adalah zaman perunggu. Zaman logam di indonesia dimulai pada zaman perunggu. Hal ini karena zaman logam di indonesia diawali dengan logam yang terbuat dari perunggu.

Zaman logam disebut juga zaman perundagian. Hal ini karena zaman logam atau perundagian berasal dari kata undagi yang artinya seseorang atau sekelompok orang yang memiliki keterampilan tangan tertentu. Maka dari itu, mengapa zaman logam atau dikenal pula dengan zaman perundagian.

Baca Juga: Peninggalan Zaman Logam Dan Fungsinya Di Indonesia

Tahap-tahap pembagian zaman logam berdasarkan pada bahan pembuatnya. Secara umum, zaman logam dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

  • Zaman Tembaga.
  • Zaman Perunggu.
  • Zaman Besi.
Baca Juga :   Perbedaan stek cangkok dan okulasi

Mungkin ada yang bertanya, apakah Indonesia mengalami zaman logam? Jawabannya adalah iya, Indonesia mengalami zaman logam. Di Indonesia, zaman logam dimulai sejak zaman perunggu. Sehingga, Indonesia tidak mengalami zaman tembaga.

Lantas, mengapa pada zaman logam di Indonesia hanya melalui zaman perunggu dan besi saja? Hal ini karena belum ditemukannya benda atau peninggalan zaman tembaga di Indonesia. Sebagian besar di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia, tidak mengalami zaman tembaga.

Wilayah yang mengalami zaman tembaga di Asia Tenggara adalah Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand. Maka dari itu, mengapa Indonesia hanya mengalami 2 zaman logam yaitu zaman perunggu dan zaman besi.

Nah, dibawah ini dijelaskan tentang pembagian zaman logam lengkap, baik secara umum maupun hanya di Indonesia saja.

Pertama, pembagian zaman logam berdasarkan peralatan yang dipakai adalah zaman tembaga. Bagaimana zaman tembaga di Indonesia?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwasannya Indonesia tidak mengalami zaman tembaga. Melainkan Indonesia langsung mengalami zaman perunggu dan zaman besi secara bersamaan. Hal ini karena di Indonesia tidak ditemukannya benda atau peninggalan zaman tembaga. Karena itulah mengapa zaman tembaga tidak berkembang di Indonesia.

Zaman tembaga merupakan zaman logam yang telah menggunakan tambahan tembaga sebagai bahan pembuat peralatan atau benda saat itu. Zaman tembaga adalah awal dari perkembangan zaman logam. Sehingga, sebelum berkembangnya zaman perunggu dan besi, berkembang terlebih dahulu zaman tembaga.

Gambar Zaman Tembaga

Di kawasan Asia Tenggara, zaman tembaga menurut arkeologi ditemukan di beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Di kawasan Asia Tenggara kehidupan zaman tembaga hanya berlangsung di keempat negara tersebut.

Salah satu ciri ciri zaman tembaga yang paling menonjol adalah tentunya peralatan, benda, maupun peninggalnnya terbuat dari tembaga. Penggunaan tembaga pada zaman tembaga tentunya sangat pesat. Hal ini karena tembaga memiliki kelebihan dibandingkan dengan peralatan dari batu yang mereka buat.

Hasil kebudayaan zaman tembaga adalah kapak tembaga Mondsee yang ditemukan diwilayah Eropa. Sedangkan, dikawasan Asia Selatan hasil kebudayaan atau peninggalan zaman tembaga adalah perkakas yang terbuat dari tembaga.

Nah, itulah yang pertama mengenai pembagian zaman logam beserta penjelasannya. Selanjutnya, kita akan membahas menjelaskan pembagian zaman logam di Indonesia adalah sebagai berikut.

Baca Juga: Teknik A Cire Perdue Pada Zaman Logam Di Indonesia

Kedua, dijelaskan dan disebutkan pembagian/pembabakan zaman logam adalah zaman perunggu. Zaman perunggu terjadi di Indonesia.

Apa itu zaman perunggu?

Zaman perunggu adalah zaman logam yang telah menggunakan perunggu pada bahan pembuatan peralatan atau benda kesehariannya. Zaman perunggu berlangsung kurang lebih sejak 3100 sebelum Masehi. Inilah waktu kapan permulaan zaman perunggu mulai di Indonesia. Sedangkan, waktu kapan zaman perunggu berakhir adalah 300 SM.

Zaman perunggu di indonesia menandakan kemajuan peradaban dari zaman batu menjadi zaman logam. Zaman perunggu disebut dengan zaman logam atau perundagian. Zaman perunggu disebut juga zaman perundagian karena untuk pertama kalinya zaman perunggu masuk ke Indonesia sebagai zaman logam.

Gambar Zaman Perunggu

Selain itu, zaman perunggu disebut juga dengan kebudayaan dongson. Hal ini karena zaman perunggu di Indonesia mendapatkan pengaruh kebudayaan dongson yang merupakan peradaban di lembah Sông Hồng, Vietnam yang sangat unggul dan maju. Maka dari itu, zaman perunggu di indonesia dikenal dengan kebudayaan dongson.

Baca Juga :   Organel yang hanya dijumpai pada sel tumbuhan adalah

Zaman perunggu ciri cirinya adalah benda atau peninggalan zaman perunggu terbuat dari bahan perunggu. Selain itu, muncul seseorang atau sekelompok yang terampil tangannya dalam membuat sesuatu. Hal ini membuat perekonomian semakin maju dan terdapatnya status sosial di masyarakat.

Peninggalan zaman perunggu dan fungsinya di Indonesia sangatlah banyak dan bermacam macam. Salah satunya peninggalan zaman perunggu yang bisa digunakan sebagai salah satu alat dalam upacara mengundang hujan adalah Nekara. Nekara merupakan peninggalan zaman perunggu yaitu pelengkap dalam upacara pemanggil hujan.

Selain itu, hasil kebudayaan zaman perunggu masih banyak. Dibawah ini contoh peninggalan zaman perunggu yaitu sebagai berikut.

  • Pertama, peninggalan zaman perunggu adalah arca perunggu.
  • Kedua, hasil kebudayaan zaman perunggu yang berbentuk seperti gitar spanyol adalah bejana perunggu.
  • Ketiga, hasil kebudayaan zaman perunggu yaitu kapak corong.

Nah, itulah telah disebutkan pembagian zaman logam dan alat peninggalannya yang kedua yaitu zaman perunggu. Selanjutnya, terakhir dari urutan yang tepat untuk pembagian zaman logam adalah zaman besi.

Terakhir, pembagian dan penjelasan tentang zaman logam adalah zaman besi. Zaman besi adalah salah satu pembagian zaman logam di Indonesia.

Zaman besi adalah zaman logam yang masyarakatnya telah menggunakan campuran besi untuk membuat suatu peralatan dalam kehidupan zaman besi waktu itu. Zaman besi dimulai setelah zaman perunggu berlangsung tepatnya ketika manusia purba telah berhasil membuat benda logam yang terbuat dari campuran besi dan perunggu.

Baca Juga: Teknik Bivalve Pada Zaman Logam Di Indonesia

Zaman besi disebut juga zaman perundagian. Pada zaman besi manusia telah berhasil membuat peralatannya menggunakan dengan teknik tertentu. Selain itu, pada zaman besi juga telah berkembang kepercayaan sama halnya dengan zaman batu. Kepercayaan zaman besi adalah animisme, dinamisme, dan tetonisme.

Gambar Zaman Besi

Ciri ciri zaman besi adalah peralatannya sudah terbuat dari besi. Selain itu, sudah ada pemimpin dan sistem pembagian kerja saat itu. Mereka juga telah hidup secara menetap di suatu wilayah, sehingga tidak lagi berpindah pindah tempat.

Peninggalan zaman besi dan fungsinya sangatlah bermacam macam. Hasil kebudayaan atau peninggalan pada zaman besi antara lain sebagai berikut.

  • Pertama, hasil kebudayaan atau peninggalan zaman besi di Indonesia adalah mata kapak.
  • Kedua, hasil kebudayaan pada zaman besi adalah mata pisau.
  • Ketiga, zaman besi hasil kebudayaannya berupa mata sabit.
  • Keempat, zaman besi hasil kebudayaan berupa cangkul.

Nah, itulah hasil kebudayaan atau peninggalan zaman besi di Indonesia. Selain itu, telah dijelaskan secara singkat pembagian zaman logam di Indonesia dan hasil kebudayaannya. Semoga materi mengenai pembagian zaman logam di Indonesia dan hasil kebudayaannya dapat menambah wawasan sobat semuanya.

Jangan lupa baca juga artikel lainnya hanya di Blog Pelajaran Sekolah.

Terimakasih Telah Membaca Dan Berkunjung

Zaman logam yang memengaruhi masyarakat prasejarah indonesia adalah zaman

Posted by: pskji.org