1 detik di akhirat sama dengan berapa hari di dunia

1 detik di akhirat sama dengan berapa hari di dunia

“Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu.”

[Al-Hajj ayat 47]

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”
[As-Sajdah ayat 5]

Berdasarkan 2 ayat diatas, kita bisa perkirakan perbandingan hari antara dunia dan akhirat dengan hitungan matematika dasar.

1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia1 tahun di dunia = 365 hari1 hari di akhirat = 365 x 1000 = 365.000Berarti satu hari di akhirat adalah 365 ribu hari di dunia.Coba kita misalkan, jika 1 hari akhirat juga ada 24 jam, seperti di dunia.1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia1 hari = 24 jam

1 jam di akhirat = 1000/24 = 41,7maka setiap jam di akhirat adalah sama dengan 41,7 tahun di dunia.

Usia umat nabi Muhammad adalah kurang lebih 60 tahun. maka jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat.1 jam di akhirat = 41,7 tahun60 tahun/41,7 tahun = 1,4 jam

maka kita hanya hidup di dunia selama 1,4 jam berdasarkan hitungan akhirat

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya negeri akhirat itu adalah terlebih baik bagi orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”

[Al-An’am ayat 32]

Lalu seberapa besarkah akhirat jika dibandingkan dengan bumi?Kita misalkan bahwa akhirat itu sebuah planet seperti layaknya bumi. diameter bumi adalah 12.700 km bumi berputar dalam satu hari adalah 24 jam1 hari di bumi = 1000 tahun di akhirat1 tahun = 8760 jam1000 tahun = 8.760.000 jam

maka menggunakan rumus perbandingan sederhana didapatkan12.700/24 = x/8.760.000x = 4.635.500.000.dari perhitungan diatas didapatkan bahwa kurang lebih diameter “planet” akhirat adalah 4,6 milyar km. itu baru diketahui diameternya saja, untuk menentukan luas nya, maka kita akan menggunakan rumus menghitung luas lingkaran sederhana.

Rumus Luas lingkaran = phi x r x rdiameter akhirat = 4.635.500.000 kmjari-jari (r) akhirat = 2.317.750.000 kmjari-jari di kuadratkan = 2.317.750.000 x 2.317.750.000= 5.371.965.062.500.000.000Luas akhirat = 22/7 x 5.371.965.062.500.000.000= 16.867.970.296.250.000.000 km persegi Luas bumi = 510.072.000 km persegijika luas keduanya dibandingkan, maka luas bumi hanya 1:33 milyar luas akhirat. Bumi yang luasnya 500juta km persegi masih menyisakan banyak tempat untuk populasi manusia yang sudah mencapai 6 milyar jiwa. Bayangkan akhirat yang luasnya 33 milyar kali luas bumi, mungkin bisa menampung semua makhluk dijagat raya ini.

Manusia dari mulai umat Nabi Adam hingga umat Nabi Muhammad. Dari mahluk ghaib hingga mahluk-mahluk yang belum kita ketahui keberadaannya, semuanya tertampung di akhirat sana.Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. [At-Taubah ayat 38]

Baca Juga :   Top 5 bahasa indonesia yang indah terbaik 2022

Adapun yang diuraikan diatas adalah perbandingan waktu dan luas akhirat dengan bumi, belum dibandingkan jarak antara keduanya, yang setiap 1 hari perjalanan kesana adalah sama dengan 50.000 tahun. Seperti dijelaskan pada ayat berikut: Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. [Al-Ma’arij ayat 4]

kecepatan cahaya (c) dalam satu detik adalah 300.000 kmjarak antara bumi dan akhirat adalah 50.000 tahunjika 50 ribu tahun kita konversi ke dalam hitungan detik maka: 50.000 tahun x 365 = 18.250.000 hari18.250.000 hari x 24 = 438.000.000 jam438.000.000 jam x 60 = 26.280.000.000 menit26.280.000.000 menit x 60 = 1.576.800.000.000 detiklalu kita kalikan jarak kecepatan cahaya tiap satu detik1.576.800.000.000 detik x 300.000 km = 473.040.000.000.000.000 kilometer

maka jarak bumi dan akhirat adalah 473.040 trilyun kilometer yang ditempuh menggunakan kecepatan cahaya selama 50 ribu tahun.

Kita hanya diberi informasi amatlah sedikit tentang akhirat. Semua yang diuraikan diatas itu merupakan sebuah hitungan yang disederhanakan agar kita memahami segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah sedikit dan sebentar. Masih banyak kekuasaan Allah yang tidak diketahui oleh manusia, amatlah luas alam semesta yang diciptakan Allah ini. Semua yang ada di akhirat sana adalah misteri sesudah kita meninggal nanti.

Masyaallah

Satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ

“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Diterangkan dalam Tuhfatul Ahwadzi sebagai berikut.

Satu hari di akhirat sama dengan seribu hari di dunia. Sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan,

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47). Oleh karenanya, setengah hari di akhirat sama dengan 500 tahun di dunia.

Baca Juga :   Indonesia terletak pada posisi silang artinya

Adapun firman Allah Ta’ala,

فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (QS. Al Ma’arij: 4). Ayat ini menunjukkan pengkhususan dari maksud umum yang sebelumnya disebutkan atau dipahami bahwa waktu tersebut begitu lama bagi orang-orang kafir. Itulah kesulitan yang dihadapi orang-orang kafir,

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (8) فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (9) عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ (10)

“Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.” (QS. Al Mudatsir: 8-10).

Semoga bermanfaat.

Referensi:

Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami’ At Tirmidzi, Al Imam Al Hafizh Abul ‘Ula muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al Mubarakfuri, terbitan Darus Salam, cetakan pertama, tahun 1432 H.

Selesai disusun 01: 53 PM di Darush Sholihin, 28 Jumadal Ula 1436 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Hidup di dunia merupakan ladang mencari pahala akhirat

Reuters

Hidup di dunia merupakan ladang mencari pahala akhirat, Bersujud (ilustrasi).

Rep: Ali Yusuf Red: Nashih Nashrullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Hidup dunia hanya sementara dan akhirat selama-lamanya. Hidup di dunia yang sementara ini butuh bekal begitu pun dengan akhirat butuh bekal banyak daripada hidup di dunia.

Baca Juga

Jadi, kata Maharani dalam bukunya “Kesalahan Persepsi dalam Al-Qur’an” mengatakan, bahwa hidup di dunia ini adalah untuk berjuang supaya bisa selalu taat sehingga menghasilkan pahala.

Hidup di dunia ini sungguh sangat singkat seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat al-Mu’minun ayat 112-114:

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ #
قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ #
قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? A”Mereka menjawab , “kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari maka tanyakan kepada mereka yang menghitung. Dia Allah berfirman, “Kamu tidak tinggal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu benar-benar mengetahui.” Allah juga berfirman dalam surat as-Sajdah ayat 5:

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

“Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi kemudian urusan itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadar lamanya adalah seribu tahun menurut perhitungan.”

Tentang berapa lama manusia hidup di dunia Maharani menghitungnya, 1 hari di akhirat  sama dengan seribu tahun di dunia. Bila mengambil patokan usia Rasulullah 63 tahun dan 24 jam itu sama dengan seribu tahun maka dengan usia 63 tahun manusia berarti hanya hidup 1,5  jam di dunia ini.

Baca Juga :   Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu dan teknologi terhadap sumber daya manusia adalah

“Betapa sebetarnya! Kalau direnungkan, memang benar betapa cepatnya waktu berlalu. Masa-masa sekolah dasar, SMP SMA, kuliah, sampai memiliki keluarga, kemudian menjadi tua sungguh sangat cepat,” katanya.

Jadi pada akhirnya, kata Maharani, manusia akan mati, sesuai firman Allah SWT surat Ali Imran ayat 185: كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”

  • pahala
  • cara mendapa pahala
  • pahala dunia
  • amalan palaha
  • hidup dunia
  • dunia

Ilustrasi. /PIXABAY/.*/PIXABAY

GALAMEDIA
– Tak ada seorang pun yang tahun berapa lama kita bakal tinggal di dunia ini. Di dalam hidup ini, semuanya seakan-akan menjadi teka-teki.

Mungkin hanya orang tertentu saja yang diberikan pengetahuan tentang itu. Pada umumnya kita buta akan berbagai hal tentang hidup ini.

Kehidupan di dunia memang begitu singkat. Terlebih jika dibandingkan dengan masa di akhirat, maka akan terasa sangat pendek.  Konon, satu hari di akhirat itu sama dengan seribu tahun waktu di dunia.

Baca Juga: Marah, Lionel Messi Ingin Tinggalkan Barcelona

Sehingga, jika hidup manusia dirata-ratakan berusia 63 tahun layaknya Nabi Muhammad SAW, maka, bisa disimpulkan jika waktu hidup di dunia ini hanya satu setengah jam waktu akhirat. Mengapa demikian?

>

Akhirat memang menjadi sebuah misteri tak berujung. Akan sangat susah menjelaskannya dengan logika, namun bagi orang beriman, hal ini tentu begitu mudah memahaminya. Bahwa kehidupan di dunia ini, hanya sebuah kefanaan. Ada kehidupan kekal yang tidak berujung setelah kiamat nanti.

Umat Islam percaya jika Allah SWT sudah mempersiapkan akhiratnya. Ada surga dan neraka, ada kenikmatan dan siksa. Ada pula yang paling ajaib, yakni waktunya. Jangan bandingkan waktu di dunia dengan akhirat. Karena perbedaannya akan sangat lama sekali.

Baca Juga: Produk Antivirus Corona Produk Kementan Mampu Menutup Luka Iris Pisau

Di dalam Al-Qur’an dijelaskan jika satu hari di akhirat, sama dengan seribu tahun kehidupan di dunia.  Tidak bisa dipercaya? Susah kah diterima logika? Lagi-lagi, hal ini sangat mudah diterima logika muslim.

1 detik di akhirat sama dengan berapa hari di dunia

Posted by: pskji.org