Makalah tentang Menyeleksi ragam Informasi sebagai Bahan teks editorial

Makalah tentang Menyeleksi ragam Informasi sebagai Bahan teks editorial

Aktual, fenomena dan kontroversial adalah berita atau peristiwa yang berpotensi diangkat dalam teks editorial. Berbagai isu terdapat di sekitar kita, sehingga kita perlu menyeleksi ketika menentukan sebuah isu untuk disajikan dalam teks editorial, sehingga bisa menjadi sarana informasi dan edukasi bagi publik atau pembaca. Lalu bagaimana menyeleksi beragam informasi dalam teks editorial?

Teks editorial merupakan artikel yang ditulis oleh redaktur perusahaan media, baik itu Koran maupun majalah yang mencerminkan pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa aktual. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aktual diartikan sebagai benar-benar ada (terjadi), sedang menjadi pembicaraan orang banyak dan baru saja terjadi; masih baru (hangat).

Dapat disimpulkan bahwa dalam menulis teks editorial, si penulis harus terlebih dahulu mencari data yang kuat terkait isu-isu yang sedang hangat beredar di masyarakat. Isu atau kejadian dapat diambil dari berbagai macam aspek, seperti politik, ekonomi, budaya, sosial, pendidikan, kenegaraan ataupun hal lainnya baik skala nasional maupun internasional.

(Baca juga: Teks Editorial: Pengertian, Struktur serta Contohnya)

Redaksi harus mampu menempatkan diri, sehingga tulisan tersebut tidak menyinggung atau menghina pihak lain. Di sisi lain, melalui editorial pembaca mampu mengerti lebih jauh terjadi suatu isu atau kejadian. Solusi yang ditawarkan dalam teks editorial juga dapat menjadi pertimbangan sehingga tidak terjadi kesalahan informasi atau salah interpretasi yang malah menimbulkan masalah baru terjadi.

Untuk mengetahui ragam informasi yang terdapat dalam teks editorial maka pembaca perlu membaca secara intensif dengan tujuan mendapatkan informasi dan dapat menentukan ide pokok permasalahan yang ada dalam teks tersebut. Disini ragam informasi dibedakan menjadi dua yaitu berdasarkan penyajian dan berdasarkan isi.

Berdasarkan penyajiannya, ragam informasi teks editorial dibagi menjadi dua, yaitu analitis dan hortatoris. Dimana analitis berkaitan dengan konsep mengenai sesuatu hal dan hortatoris berkaitan tentang tindakan yang perlu dilakukan atau kebijakan yang perlu dibuat.

Ragam informasi yang kedua adalah berdasarkan isinya. Dimana, teks editorial tersebut harus memberikan informasi, bersifat persuasif, memuji, mengkritik, menghibur, dan dapat menginterpretasikan berita yang ada.

Fokus Utama

Disamping itu, ada beberapa aspek yang menjadi fokus utama dalam teks editorial, diantaranya:

  • Judul
  • Latar belakang masalah
  • Tokoh
  • Masalah
  • Peristiwa yang disampaikan
  • Opini penulis
  • Saran dan permasalahan
  • Kesimpulan
  • Sumber berita
  • Anggota redaksi

TEKS EDITORIAL : MENYELEKSI RAGAM ISU INFORMASI SEBAGAI BAHAN TEKS EDITORIAL

A. MATERI

Isu Aktual dalam Media Informasi

Penulis teks editorial akan memulai menulis dengan cara mendata peristiwa-peristiwa yang berkembang dalam masyarakat. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat tersebut, lalu diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok berdasarkan aktualitasnya, keluarbiasaannya (fenomenal), dan keterbantahannya (kontroversial).

Pendapat dan Argumen dalam Teks Editorial

Beberapa unsur yang harus di-perhatikan saat menyampaikan argumen sebagai berikut.

a.
Berhubungan dengan masalah yang dibicarakan.

b.
Dapat mempercepat pemahaman masalah, penemuan sebab, dan pemecahan masalah.

c.
Tidak mengulang pendapat yang pernah disampaikan pihak lain.

d.
Disampaikan dengan kata dan kalimat yang tepat.

e.
Disampaikan dengan sikap terbuka dan sopan.

Baca Juga :   Seekor Kupu Kupu Di Sebuah Taman Bunga Disebut

Saran terhadap Isu Faktual

Unsur-unsur yang harus diperhatikan saat menyampaikan saran dalam teks editorial
sebagai
berikut.

a. Menghindari emosi dan prasangka negatif.

b. Mengungkapkan saran dengan objektif, logis, dan jujur.

c. Menunjukkan data, fakta, ilustrasi, contoh, atau perbandingan.

d. Menyampaikan saran dengan urut, terperinci, dan tidak berbelit-belit sehingga saran mudah dipahami.

e. Menghindari saran yang menyinggung urusan pribadi

TEKS 1.

” Kini, aturan disiplin dan sanksi pelanggaran protokol sudah ada. Aturan tersebut harus dipahami dan ditaati semua pihak. Butuh kesadaran semua pihak agar aturan ini bisa diterapkan. Para paslon dan tim kampanye juga harus bisa mengendalikan pendukungnya masing-masing. “

TAHAPAN kampanye pemilihan kepala daerah-wakil kepala daerah 2020 sudah datang. Mulai 26 September hingga 5 Desember mendatang, para pasangan calon yang berebut kekuasaan bisa melakukan kegiatan meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program. Kecuali metode kampanye penanyangan iklan di media yang akan berlangsung hanya selama 14 hari sebelum dimulainya masa tenang atau 22 November hingga 5 Desember 2020.

Meski kampanye sudah dimulai, polemik mengenai lanjut tidaknya penyelenggaraan pilkada masih terus mencuat. Maklum, pilkada kali ini digelar di tengah situasi belum meredanya penyebaran Covid-19. Karena ada trend virus semakin merajalela, berbagai kalangan mendesak agar pilkada ditunda. Mereka khawatir pilkada akan menjadi kluster penyebaran Covid-19.

Untuk membahas polemik pilkada di masa pandemi, Komisi II DPR telah menggelar rapat dengar pendapat bersama pemerintah, KPU, Bawaslu, DKPP pada 21 September 2020. Rapat memutuskan pilkada tetap dilanjutkan dengan syarat penegakan disiplin dan sanksi hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Atas dasar itulah, KPU menerbitkan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas PKPU 6 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pilkada dalam kondisi bencana nonalam Covid-19. Dalam PKPU ini ada berbagai perubahan yang cukup signifikan, terutama terkait dengan pelaksanaan metode kampanye. Misalnya, pengaturan mengenai kegiatan kampanye dalam bentuk lain yang tidak melanggar aturan perundang-undangan. Sebelumnya, kegiatan rapat umum, pentas seni hingga konser musik masih diperbolehkan.

Namun, PKPU yang baru melarang kampanye jenis tersebut. Pasal 88C PKPU 13/2020 menyebut: parpol atau gabungan parpol, paslon, tim kampanye, dan/atau pihak lain dilarang melaksanakan kegiatankegiatan yang berpotensi memunculkan kerumuman, mulai dari rapat umum; kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik; kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, sepeda santai; perlombaan; kegiatan sosial berupa bazar, donor darah; dan/atau peringatan hari ulang tahun parpol.

Jika mereka ngeyel tetap menggelar kampanye metode tersebut maka akan ada sanksi peringatan tertulis oleh Bawaslu Provinsi atau Bawaslu Kabupaten/Kota pada saat terjadinya pelanggaran. Jika dalam waktu satu jam sejak diterbitkan peringatan tertulis tetap tak dipatuhi maka akan dilakukan penghentian dan pembubaran kegiatan kampanye.

Melalui aturan terbaru, KPU juga memperketat pelaksanaan kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog. Pasal 58 PKPU 13/2020 menyebut, kampanye jenis ini pelaksanaannya diutamakan melalui media sosial dan media daring.

Baca Juga :   Berikut yang merupakan diagonal ruang pada kubus abcd.efgh adalah

Namun, PKPU juga memberikan opsi, jika tidak dapat dilakukan melalui media sosial dan media daring maka pertemuan langsung bisa dilakukan dengan ketentuan: dilaksanakan dalam ruangan atau gedung; membatasi jumlah peserta yang hadir secara keseluruhan paling banyak 50 orang dan memperhitungkan jaga jarak paling kurang satu meter antarpeserta; wajib menggunakan alat pelindung diri paling kurang berupa masker, menyediakan hand sanitizer dan sarana sanitasi yang memadai, serta wajib mematuhi ketentuan mengenai status penanganan Covid-19 pada daerah setempat.

Diberi Sanksi

Jika ada pelanggaran maka lagi-lagi akan diberi sanksi, yakni peringatan tertulis oleh Bawaslu pada saat terjadinya pelanggaran, penghentian dan pembubaran kegiatan kampanye jika tidak melaksanakan peringatan tertulis dalam waktu satu jam sejak diterbitkan peringatan tertulis, dan/atau larangan melakukan metode kampanye yang dilanggar selama tiga hari berdasarkan rekomendasi Bawaslu.

Larangan lain dalam kampanye tata muka secara langsung adalah larangan mengikutsertakan balita, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, dan orang lanjut usia (pasal 88E PKPU 13/2020). Selama ini, larangan pelibatan hanya terbatas untuk anak-anak. Namun, peraturan terbaru juga melarang ibu hamil atau menyusui dan orang lanjut usia.

Mereka tetap bisa ikut dilibatkan kampanye hanya dalam kegiatan kampanye melalui media sosial dan media daring. Jika ada pelanggaran maka Bawaslu mengenakan sanksi peringatan tertulis pada saat terjadinya pelanggaran; dan/atau peserta kampanye yang dilarang dilibatkan itu diperintahkan untuk tidak mengikuti kegiatan kampanye melalui tatap muka secara langsung.

Metode kampanye debat antarpaslon yang biasanya cukup ramai, kini juga sangat dibatasi. Dengan kewajiban mematuhi protokol, debat publik atau debat terbuka antarpaslon diselenggarakan di dalam studio lembaga penyiaran atau di tempat lainnya yang disiarkan secara langsung. Debat hanya boleh dihadiri: paslon, dua orang perwakilan Bawaslu, empat orang tim kampanye paslon, dan anggota KPU daerah. Tidak boleh ada kehadiran para pendukung.

Mengendalikan Pendukung

Kampanye metode penyebaran bahan kampanye kepada umum juga tidak lepas dari penerapan protokol. Misalnya: bahan kampanye yang akan dibagikan harus dalam keadaan bersih, dibungkus dengan bahan yang tahan terhadap zat cair, dan telah disterilisasi. Petugas yang membagikan juga harus bermasker dan pembagiannya tidak menimbulkan kerumunan.

Disiplin protokol kesehatan tidak hanya mengatur peserta pemilihan dan pendukungnya. Semua pihak yang terlibat dalam pilkada juga wajib melaksanakan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 (pasal 88 A PKPU 13/2020).

Jika pihak tersebut melanggar kewajiban protokol maka jajaran Bawaslu memberikan peringatan secara tertulis pada saat terjadinya pelanggaran. Jika yang bersangkutan tetap tidak mematuhi protokol kesehatan, maka jajaran Bawaslu menyampaikan pelanggaran tersebut ke aparat kepolisian di wilayah setempat untuk diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Aparat kepolisian bisa menjerat dengan UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular; UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan hingga pasal 212 dan 218 KUHP.

Kini, aturan disiplin dan sanksi pelanggaran protokol sudah ada. Aturan tersebut harus dipahami dan ditaati semua pihak. Butuh kesadaran semua pihak agar aturan ini bisa diterapkan. Para paslon dan tim kampanye juga harus bisa mengendalikan pendukungnya masing-masing. Karakter dan kepemimpinan para paslon akan diuji apakah mereka bisa mengendalikan para pendukungnya ataukah tidak. Kita semua selalu berharap dan berdoa agar penyelenggaraan pilkada lancar dan mendatangkan kemaslahatan. Pilkada 2020 harus sehat orangnya, sehat demokrasinya. (34)

Baca Juga :   Top 15 celana dalam crocodile terbaik 2022

— Rofiuddin, anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

sumber : https://www.suaramerdeka.com/news/opini/242154-kampanye-taat-protokol

Teks 2

JAKARTA, suaramerdeka.com – Delapan bulan sejak 2 Maret 2020, virus Covid-19 mewabah di Tanah Air belum ada tanda-tanda melandai. Bahkan kasus baru harian terus bertambah hingga tembus angka 300 ribu. Hanya butuh waktu 12 hari sejak 22 September 2020 saat kasus tembus 250 ribu, akhirnya kasus tembus 303.498 pada 4 Oktober 2020.

Data laman covid19.go.id pada Minggu (4/10) kasus positif bertambah 3.992 menjadi 303.498, pasien sembuh bertambah 3.401 menjadi 228.453 dan pasien meninggal bertambah 96 menjadi 11.151. Jumlah spesimen diperiksa 36.473 dan suspek tercatat 19.401. Per Minggu (4/10) kasus aktif tercatat 63.894 atau 21,1 persen dari total terkonfirmasi, dengan tingkat kesembuhan 75,3 persen dan tingkat kematian 3,7 persen.

DKI Jakarta dan Jawa Tengah memimpin jumlah kasus positif tertinggi. Urutan pertama, lagi-lagi DKI Jakarta dengan penambahan kasus paling tinggi 1.398 kasus, disusul Jawa Tengah 314 kasus, Jawa Timur 249 kasus, Jawa Barat 248 kasus, Kalimantan Timur 228 kasus Sumatera Barat,  255 kasus, Banten 169 kasus , Riau 163 kasus  dan Bali 111 kasus.

Lima provinsi masih menjadi penyumbang terbanyak kasus positif Covid-19. Penyumbang terbesar pertama DKI Jakarta dengan jumlah kasus 77.452 menyumbang 25,9 persen, Jawa Timur dengan jumlah kasus 44.649 (14,9 persen), Jawa Barat dengan jumlah kasus  23.651 (7,9 persen), Jawa Tengah dengan jumlah kasus  23.450 (7,8 persen) dan Sulawesi Selatan dengan jumlah kasus  15.815 (5,3 persen).

Berkut perjalanan kasus Covid-19 Indonesia sepanjang delapan bulan sejak kasus kali pertama muncul pada 2 Maret 2020 dengan 2 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal. Lalu pada 25 Juni 2020 untuk kali pertama kasus tembus 50.185, sembuh 20.449 dan meninggal 2.620, sekitar sebulan kemudian pada27 Juli 2020 kasus tembus 100.303, sembuh 52.164, meninggal 4.838 dan pada 22 Agustus 2020 kasus tembus 151.498, sembuh 105.195, dan meninggal 6.594.

Sejak itu peningkatan kasus positif terus bergerak naik dan jeda waktu makin pendek dari waktu ke waktu. Hanya butuh waktu 17 hari pada 8 September 2020 kasus tembus 200.035, sembuh 142.958 dan meninggal 8.230. Lalu 14 hari berikutnya tembus pada  22 September 2020 tembus 252.923, sembuh 184.298 dan meninggal 9.837. Terakhir hanya dalam 12 hari pada 4 Oktober 2020 tembus 303.498, sembuh 228.453 dan meninggal 11.151.

Sumber :
https://www.suaramerdeka.com/news/nasional/242546-covid-19-ri-delapan-bulan-tembus-300-ribu

SOAL

1.
Isu aktual apa yang diangkat pada teks tersebut?

2.
Silahkan kalian berpendapat terhadap teks editorial tersebut!. Minimal 1 Paragraf, 4 kalimat.

3.
Berikan saran terhadap teks editorial tersebut!

SILAHKAN KALIAN ISI JAWABAN TERSEBUT DI KOMENTAR..

Makalah tentang Menyeleksi ragam Informasi sebagai Bahan teks editorial

Posted by: pskji.org