Kerjasama antar komponen bangsa akan semakin erat terjalin jika setiap warga memiliki sikap…

Kerjasama antar komponen bangsa akan semakin erat terjalin jika setiap warga memiliki sikap…

Ilustrasi kerjasama internasional. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/dibrova

TRENDING | 19 Juni 2020 12:29
Reporter : Billy Adytya


Merdeka.com –

Tujuan kerjasama internasional salah satunya adalah untuk meningkatkan hubungan persahabatan yang terjalin antar negara. Perlu diketahui, pengertian kerjasama internasional sendiri adalah suatu bentuk hubungan yang dilakukan oleh negara satu dengan yang lainnya.

Pada umumnya, kerjasama internasional ini dilakukan dalam bidang sosial, politik, kebudayaan, pertahanaan keamanan serta ekonomi. Kerjasama antar negara biasa berpedoman kepada politik luar negeri dalam negara itu sendiri.

Kerjasama internasional ini dapat terjadi di antara dua negara yang biasa dikenal dengan bilateral, akan disebut mulitirateral apabila dilakukan hubungan dengan beberapa negara. ASEAN merupakan salah satu contoh yaitu wadah kerjasama di wilayah Asia Tenggara yang melakukan kerjasama dengan seluruh negara (kerjasama internasional), kerjasama ini dilakukan dengan tak memandang batasan wilayah dan tentu memiliki tujuan. Berikut adalah tujuan kerjasama internasional beserta manfaat serta dampaknya yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

2 dari 7 halaman

Tujuan kerjasama internasional yang pertama adalah dapat meningkatkan hubungan persahabatan agar terjalin pada antar negara. Diketahui, setiap negara memiliki hubungan antar sesamanya, untuk menghindari konflik yang terjadi pun mereka melakukan sebuah kerjasama internasional.

Adanya kerjasama internasional yang terjalin maka akan dapat mempererat hubungan antar negara. Hal tersebut lantaran negara satu dengan negara lainnya dapat saling mencukupi kebutuhan dan membantu jika pada suatu saat salah satu dari mereka membutuhkan bantuan.

3 dari 7 halaman

Tujuan kerjasama internasional selanjutnya adalah menjaga perdamaian dan kemanan dunia. Mengingat perang yang sempat terjadi pada masa lalu mampu mengacaukan dunia dalam segala aspek dan berbagai bidang yang dimiliki tiap negara.

Maka dilakukan kerjasama internasional ini akan bertujuan agar semua negara di seluruh dunia dapat mencapai perdamaian. Sehingga membuat dunia terbebas dari terjadinya perang di masa mendatang yang akan sangat amat merugikan.

4 dari 7 halaman

Dapat meningkatkan kemajuan dalam berbagai bidang merupakan tujuan kerjasama internasional berikutnya. Adanya kerjasama internasional yang dilakukan diharapkan dapat memajukan seluruh negara yang ada di dunia.

Diharapkan dengan adanya kerjasama internasional ini, negara di dunia akan maju secara merata dalam berbagai bidang. Tentunya dengan melakukan kerjasama internasional di bidang teknologi, ekonomi, pendidikan dan masih banyak lagi.

Baca Juga :   Who Is Dayang Sumbi Describe Her

5 dari 7 halaman

Tujuan kerjasama internasional lainnya adalah guna melengkapi kebutuhan negara. Seperti diketahui, tiap negara mempunyai iklim serta keadaan alamnya yang berbeda-beda. Hal ini termasuk kondisi geografisnya pula yang akan mengakibatkan kebutuhan pada setiap negara juga berbeda.

Indonesia sebagai negara agraris misalnya, yang tentu akan memiliki cadangan beras lebih banyak jika dibandingkan dengan negara industri lantaran mereka memiliki lahan pertanian lebih sedikit. Nah dengan adanya kondisi seperti itulah yang membuat kerjasama internasional antar negara perlu dilakukan guna mencukupi dan melengkapi kebutuhan negara masing-masing.

6 dari 7 halaman

Selain memiliki tujuan, kerjasama internasional yang dilakukan oleh antar negara juga akan sangat bermanfaat dalam berbagai bidang. Berikut adalah manfaat kerjasama internasional yang akan di dapat oleh negara:

– Bidang Ideologi
Memunculkan rasa untuk saling menghormati meskipun tetap memiliki perbedaan pada bagian landasan ataupun falsafahnya.

– Bidang politik
Di dalam politik kerjasama internasional akan membuat negara untuk bersama-sama saling berorientasi pada kepentingan nasional masing-masing.

– Bidang ekonomi
Kerjasama internasional yang terjalin akan membuat negara saling menguntungkan untuk meningkatkan kesejahteran melalui proses ekspor dan juga impor.

– Bidang sosial budaya
Dapat membuat antar negara menjadi saling melengkapi. Akan tetapi tetap berpedoman pada kepribadian yang sudah dimiliki oleh masing-masing negara.

– Bidang pertahanan & keamanan
Dapat melakukan pelatihan militer bersama guna meningkatkan kualitas keamanan serta pertahanan suatu negara.

– Bidang pendidikan
Dapat dilakukan pertukaran pelajar dan mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk menimba ilmu sehingga pada nantinya akan membawa dampak positif bagi negara.

7 dari 7 halaman

1. Tidak mencampuri adanya urusan pribadi dari negara lain.

2. Guna mewujudkan tatanan dunia baru dengan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

3. Berlandaskan politik luar negeri bebas aktif.

4. Saling menguntungkan.

5. Ditujukan untuk kepentingan nasional.

Itu tadi merupakan ulasan tentang tujuan kerjasama internasional antar negara beserta dengan manfaatnya untuk bangsa. Selain itu, juga sudah dibahas pengertian dari kerjasama internasional itu sendiri. Semoga informasi yang telah disajikan dapat membantu Anda untuk menambah wawasan.

(mdk/bil)

Polhukam, Jakarta – Salah satu modal penting dalam mewujudkan Indonesia yang damai, maju dan modern, serta anti radikalisme adalah adanya persatuan dan kesatuan bangsa. Tentunya masih ada pihak yang menyatakan bahwa pembinaan persatuan dan kesatuan Indonesia sudah tidak diperlukan lagi karena seolah-olah hanya dalih untuk membatasi ruang gerak masyarakat sejak masuk Era Reformasi dan demokrasi.

Baca Juga :   Mengeluarkan zakat fitrah sebaiknya pada waktu yang Paling Afdhal yaitu

“Menurut mereka, persatuan dan kesatuan bangsa akan lestari dengan sendirinya. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah dan merasa bahwa persatuan Indonesia itu take it for granted yang selalu utuh dan lestari tanpa upaya pembinaan, kita semua harus memiliki persepsi yang sama bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap dibina,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam, Arief P Moekiyat, dalam Forum Koordinasi dan Sinkronisasi ‘Dengan Semangat Bhineka Tungal Ika Kita Cegah Radikalisme Guna Memperkokoh Ideologi Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Berbangsa’ di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Dikatakan, NKRI ini diperjuangkan dan dibangun oleh para pendiri bangsa dan para pejuang kemerdekaan karena sadar bahwa masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, agama, golongan, ras, dan budaya dengan Ideologi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, serta memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika. “Saya mengajak semua elemen bangsa untuk terus menjalin tali persaudaraan dan menegakkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Arief.

Baca juga:
Menko Polhukam Tegaskan Pemerintahan Saat ini Sangat Kompak

Terkait penanganan terhadap radikalisme dan terorisme, Arief menegaskan bahwa Kemenko Polhukam bersama dengan Polri, TNI, BIN, dan BNPT, serta K/L terkait lainnya, memiliki komitmen tinggi untuk melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanganannya. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendirian dan membutuhkan peran dari seluruh elemen bangsa, masyarakat, diantaranya tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

“Untuk itu, Kemenko Polhukam melaksanakan kegiatan hari ini dengan melibatkan berbagai elemen untuk mencari solusi terbaik penanganan radikalisme,” kata Arief.

Radikalisme adalah suatu gerakan yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ekstrim. Radikalisme merupakan tindakan/faham yang mempunyai akar dan jaringan yang kompleks, sehingga tidak mungkin hanya bisa didekati dengan pendekatan keras berupa penegakan hukum dan intelijen, maupun tindakan respresif lainnya, namun juga harus ditangani dengan pendekatan wawasan kebangsaan, kewaspadaan nasonal, serta persatuan dan kesatuan bangsa melalui pendekatan persuasif dengan instrument Ideologi Pancasila dan moderasi beragama.

“Forum ini menjadi sangat penting dan bermanfaat untuk terus meneguhkan komitmen dan semangat diantara kita di dalam mencegah dan memberantas radikalisme, juga merupakan inisiatif yang konstruktif untuk terus menggunakan spirit gotong royong antar berbagai pihak, sebagai kontribusi terhadap upaya untuk menciptakan Indonesia yang damai serta anti radikalisme,” kata Arief.

Baca Juga :   Diketahui diameter alas sebuah tabung 20 cm. jika tinggi tabung 20 cm, hitunglah luas selimut tabung

Di tempat yang sama, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ir. Hamli mengatakan bahwa radikal ini bukan soal agama. Berdasarkan penelitian Alvara, ada tiga kelompok masyarakat di Indonesia. Kelompok pertama (39,43%) merupakan kelompok yang menyatakan jika Pancasila tidak bertentangan dengan agama Islam dan dalam bermasyarakat tidak harus memperhatikan norma dan adat yang berlaku.

Kelompok kedua (42,47%) menyatakan Islam adalah agama yang cinta damai dan insklusif, dan mendukung Perda Syariah diterapkan di Indonesia. Sedangkan kelompok ketiga (18,10%) menyatakan, kekerasan diperlukan untuk menegakkan amar ma’aruf nahi mungkar, pemimpin Kelurahan hingga Presiden harus dari kalangan muslim, dan cenderung setuju dengan konsep khilafah.

“Berdasarkan catatan yang kami miliki, pelaku teroris ada sekitar 2 ribu, sekitar 500 orang berada di Lapas dan sisanya masih di luar. Ini belum ditambah dengan yang berangkat ke ISIS ada sekitar 1.500an, mereka ini orang yang sudah jadi semua,” katanya.

Oleh karena itu, Hamli mengatakan harus ada perlawanan dalam bentuk counter narasi. Sehingga mereka yang sudah terdoktrin dapat bisa dikembalikan. “Ada tiga cara yang kami lakukan yaitu soft approach, hard approach dan kerja sama antar negara,” katanya.

Baca juga:
Pemerintah Memutuskan Untuk Menunda Pembahasan RUU HIP

Semenatar itu, Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Dirjen Polpum Kemendagri, Praba Eka Soesanta mengatakan, Indonesia tidak akan ada kalau tidak ada perbedaan. Menurutnya, tidak boleh ada mayoritas dan minoritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Tanah Air ini.

Direktur Pembudayaan BPIP, Irene Camelyn Sinaga mengatakan, Pancasila merupakan roso. Menurutnya, masalah radikal ini menjadi sulit untuk ditekan ketika sudah dibawa ke luar publik. “Oleh karena itu, kami bertekad untuk membaliknya yaitu menciptakan radikalisme untuk mencintai Pancasila, bagaimana hidup dengan Pancasila,” katanya.

Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam RI

Terkait

Kerjasama antar komponen bangsa akan semakin erat terjalin jika setiap warga memiliki sikap…

Posted by: pskji.org