Tahan berapa lama asi setelah dipompa

Tahan berapa lama asi setelah dipompa


Perbesar

Ilustrasi menyusui. Credit: pexels.com/Ksenia

4. Cara Menyimpan ASI Setelah Dipompa di Kulkas

Memerhatikan suhu penyimpanan kulkas sangat perlu diperhatikan, jika cara menyimpan ASI setelah dipompa akan dilakukan dalam kulkas. Dibandingkan dengan suhu penyimpanan biasa, cara menyimpan ASI setelah dipompa dengan suhu kulkas lebih bagus. Kualitas ASI yang disimpan juga bisa bertahan lebih lama.

Daya tahan ASI perah pada suhu 26 derajat celsius bisa bertahan kurang lebih 6-8 jam. Sementara cara menyimpan ASI setelah dipompa pada suhu mencapai 15 derajat celsius, ASI perah mampu bertahan 24 jam. Semakin kecil suhu kulkasnya, semakin mampu bertahan lama ASInya.

Ketika suhu kulkas mencapai 4 derajat celcius atau lebih kecil lagi, ASI perah dapat bertahan 3-5 hari. Berdasarkan hal ini pulalah kemudian membuat freezer lebih efektif untuk menyimpan ASI. Freezer bisa membuat ASI perah bertahan selama tiga bulan untuk kulkas dua pintu dan dua minggu untuk kulkas satu pintu.

ASI perah yang akan dibekukan, pastikan cara menyimpan ASI setelah dipompa untuk langsung dimasukkan ke dalam botol dan freezer setelah diperah. Pastikan juga cara menyimpan ASI setelah dipompa untuk menghindari perubahan suhu secara mendadak, sebelum dimasukkan ke freezer. Letakkan ASI di kulkas bagian bawah terlebih dahulu. Setelah sekitar dua jam, pindahkan ASI perah ke freezer.

5. Cara Menyimpan ASI Setelah Dipompa Tanpa Kulkas

Bagi yang tak memiliki kulkas atau lemari pendingin, bisa mencoba cara menyimpan ASI setelah dipompa tanpa kulkas. Hal ini bukan berarti ASI bisa disimpan dalam suhu yang biasa. Melainkan cara menyimpan ASI setelah dipompa dengan botol kaca, styrofoam, dan es batu.

Setelah memerah ASI, lalu sterilkan botol kaca, dan langsung masukkan ASI ke dalam botol kaca. Pastikan cara menyimpan ASI setelah dipompa dengan botol sudah berhasil ditutup dengan rapat. Lalu simpan dalam kotak styrofoam yang telah dipenuhi es. Cara menyimpan ASI setelah dipompa ini bisa membuat ASI bertahan selama 24 jam, tanpa dibuka-buka.

Meski begitu, masih ada cara menyimpan ASI setelah dipompa agar berlangsung lebih dari 24 jam. Bisa dengan cara menyimpan ASI setelah dipompa rutin mengganti es batu yang sudah mencair dengan yang beku.

Mengganti es batu yang sudah mencair bisa memperpanjang masa penyimpanan selama 36 jam. Satu hal yang perlu menjadi catatan, jangan terlalu banyak memerah ASI jika ingin menyimpannya tanpa kulkas. Cukupkan saja cara menyimpan ASI setelah dipompa ini dengan porsi konsumsi ASI sang bayi yang dibutuhkan dalam sehari.

6. Cara Menyimpan ASI Setelah Dipompa Paling Mudah

– Cuci tangan sebelum memerah ASI jika menggunakan cara manual.

– Semakin pendek daya simpan ASI, semakin baik diberikan kepada bayi.

– Untuk menghindari ASI perah yang terbuang, bagilah menjadi empat bagian.

– Beri label sebelum diletakkan di tempat penyimpanan.

– Hindari peningkatan atau penurunan suhu secara drastis.

Baca Juga :   Jelaskan bagian bagian mesin bor

– Hasil perahan ASI pada waktu yang berbeda tetapi masih dalam hari yang sama dapat digabung.

– Hindari menggabungkan ASI yang masih hangat ke dalam ASI yang sudah didinginkan sebelumnya, sebaiknya dinginkan (samakan suhu) dahulu ASI yang baru diperah baru dapat digabungkan.

– ASI perah yang sudah dihangatkan tidak boleh dihangatkan lagi.

– Setelah dicairkan, ASI perah tidak boleh dibekukan kembali

– Jangan mengisi sampai botol penuh, usahakan hanya sampai leher botol.

Scroll down
untuk melanjutkan membaca

Daya tahan ASI perah tergantung dari tempat dan cara penyimpanannya. Kenali juga ciri ASI basi dari rasa, bau dan teksturnya agar Anda tidak memberikannya kepada bayi.

Ditinjau olehdr. Karlina Lestari

ASI perah tidak dapat bertahan lama dalam ruangan terbuka

Menjadi ibu menyusui bukan hanya mengharuskan Anda untuk menjaga suplai air susu ibu cukup bagi si buah hati. Anda pun harus mengetahui seluk-beluk ASI tersebut agar tetap berkualitas, termasuk daya tahan ASI perah, cara penyimpanan ASI, dan ciri ASI basi itu sendiri.
Pengetahuan mengenai seluk-beluk penyimpanan ASI ini sangat diperlukan terutama bagi ibu yang akan kembali bekerja setelah cuti melahirkan usai. Hal ini tidak memungkinkan mereka untuk terus menyusui bayi secara langsung sehingga sebagai gantinya bayi akan meminum ASI perah.
Meskipun demikian, ibu yang tidak harus bekerja di luar rumah juga bisa memerah kemudian menyimpan ASI. Tujuannya sebagai tindakan preventif, bila sewaktu-waktu ibu sakit atau harus bepergian ke suatu tempat yang harus menitipkan bayi untuk sementara waktu.

Daya tahan ASI perah sesuai dengan cara penyimpanannya

Setelah air susu dipompa dengan tangan atau menggunakan alat pompa khusus ASI, simpan hasil perahan tersebut pada wadah khusus ASI. Wadah ini bisa terbuat dari plastik (pastikan berlabel BPA-free) maupun botol kaca.
Apa pun wadah yang Anda pilih, pastikan wadah tersebut bersih, steril, serta dapat ditutup dengan rapat untuk membuat ASI tahan lama. Jangan pernah menggunakan plastik atau botol kaca bekas yang diperuntukkan bagi keperluan selain penyimpanan ASI.
Setelah itu, ASI dapat disimpan di suhu ruang, kulkas, freezer, maupun deep freezer (-20 derajat celcius). Perbedaan daya tahan ASIP berdasarkan cara penyimpanan ASI perah tersebut adalah sebagai berikut:
Daya tahan ASI perah tanpa kulkas atau pada suhu ruang adalah maksimal 4 jam, meski Anda dapat memperpanjangnya menjadi 6-8 jam jika kondisi lingkungan sangat bersih. Meski demikian, Akademi Dokter Anak Amerika Serikat (AAP) merekomendasikan ASI untuk langsung disimpan dalam kulkas jika tidak ingin segera digunakan.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI dapat disimpan di dalam lemari pendingin selama 72 jam. Daya tahan ASI yang sudah dimasukkan ke dalam kulkas adalah maksimal 4 hari. Bahkan, ASI tidak akan basi dalam 5 hari jika Anda meletakkannya di bagian dalam lemari pendingin.
Sebisa mungkin, jangan simpan ASI di bagian pintu kulkas. Pasalnya, area ini rawan mengalami perubahan suhu, terutama jika kulkas dibuka-tutup terlalu sering.
Ketahanan ASI setelah dipompa akan bertambah ketika dimasukkan ke dalam freezer, yakni bisa sampai 3-6 bulan lamanya. Namun, pastikan freezer Anda memiliki pintu tersendiri, bukan hanya kotak freezer seperti yang terdapat pada kulkas satu pintu.
Lagi-lagi, jangan letakkan ASI di pintu freezer karena rawan terjadi perubahan suhu. Bila perlu juga, freezer hanya digunakan untuk menyimpan ASI dan tidak dibarengi oleh bahan makanan lainnya.
Cara penyimpanan ASI ini akan membuat daya tahan ASI makin panjang, yakni hingga 12 bulan. Deep freezer sebagai media penyimpanan biasanya berbentuk kulkas khusus, seperti peti untuk menyimpan es krim maupun makanan beku lainnya.
Untuk memastikan ASI tidak melewati batas kadaluarsanya, Anda disarankan menempelkan label bertuliskan tanggal pemerahan. Gunakan sistem ‘first in, first out’, yakni ASI yang terlebih dahulu diperah harus digunakan terlebih dahulu.
Selain cara menyimpan ASI, Anda juga harus memperhatikan cara mencairkan ASI perah ini karena daya tahan ASI akan berubah setelah dicairkan. ASI perah yang sudah dicairkan dapat bertahan 24 jam di lemari pendingin (kulkas) dan sebaiknya langsung dihabiskan.
Bila tidak, ASI sisa sebaiknya dibuang. Namun, CDC dan AAP berpendapat ASI sisa ini dapat diminumkan kembali pada bayi asal tidak melewati batas 2 jam setelah dicairkan.

Baca Juga :   Berikut Ini Adalah Alat Yang Digunakan Untuk Membuat Poster Kecuali

Baca Juga

Cara Menyimpan ASI agar Kandungan Gizinya Tetap Terjaga
Cara Mendapatkan ASI Perah yang Banyak, Ibu Menyusui Wajib Tahu
Berbagai Tanda Bayi Kurang ASI dan Cara Mengatasinya

Kenali ciri ASI basi

Anda tentu tidak ingin meminumkan ASI yang telah basi kepada bayi Anda, bukan? Nah, untuk menghindari kemungkinan terburuk ini, Anda juga wajib mengenali ciri ASI basi berikut ini:
ASI cair akan memiliki dua lapisan, yakni cairan di bagian bawah dan minyak di atasnya. Namun, jika wadah penyimpanan ASI digoyangkan, kedua lapisan ini akan menyatu.
Bila pada ASI cair masih terlihat gumpalan setelah digoyangkan tersebut, kemungkinan ASI Anda telah basi. Pasalnya, penggumpalan tersebut mengindikasikan bahwa ASI tidak lagi berkualitas baik.
ASI berkualitas baik yang dibekukan umumnya akan memiliki bau seperti sabun atau sedikit asam ketika dicairkan. Ini disebabkan oleh kandungan lipase dalam ASI dan sebenarnya masih aman untuk diminum bayi.
Untuk memastikan ASI basi atau tidak, buka wadah penyimpanan ASI dan cium bau ASI perah yang telah dicairkan tersebut. ASI yang basi akan berbau asam mirip dengan susu sapi yang telah kadaluarsa.
ASI perah memang memiliki rasa hambar yang tidak menyenangkan di lidah orang dewasa. Proses pembekuan dan mencairkan ASI kembali juga dapat membuat rasa ASI berubah. Namun, bukan ini ciri ASI basi yang dimaksud.
ASI perah dibilang basi bila mengeluarkan rasa asam, seperti susu sapi yang telah basi pada umumnya bahkan terasa lebih tajam. Untuk itu, pastikan Anda mencoba terlebih dulu rasa ASI perah yang disimpan sebelum memberikannya pada bayi.
Warna ASI basi atau tidak sehat adalah jika warnanya tidak putih kekuningan atau tampak seperti kemerahan dan putih menggumpal. Warna merah pada ASI bisa menjadi tanda adanya luka pada puting Anda.
Bila Anda menemukan ciri ASI basi di atas, langsung buang ASI perah tersebut dan jangan meminumkannya pada bayi dengan alasan apa pun.

Baca Juga :   Berikut Ini Yang Merupakan Keuntungan Menggunakan Pesawat Sederhana Adalah

Cara menyimpan ASI perah agar tahan lama dan tidak cepat basi

Agar ASI perah tidak cepat basi, cara memerah dan menyimpan ASI yang penting untuk dilakukan adalah seperti berikut:

  • Saat memerah ASI, cuci tangan hingga bersih dengan sabun dan air mengalir atau gel pembersih tangan dengan kandungan 60 persen alkohol.
  • Jika memerah dengan pompa ASI, pastikan alat pompa dalam kondisis bersih dan steril.
  • Simpan ASI yang telah diperah dalam wadah khusus yang bersih dan terbuat dari plastik atau kaca.
  • Hindari wadah botol penyimpanan susu yang memiliki simbol daur ulang dengan angka 7 di tengah, sebab itu menandakan adanya kandungan BPA di dalamnya.
  • Jangan simpan ASI dalam suhu ruangan lebih dari 4 jam dan segera simpan di kulkas atau freezer.
  • Pastikan menulis tanggal perah ASI di botol untuk memastikan durasi penyimpanan.
  • Jangan simpan ASI di pintu freezer agar tidak sering terpapar perubahan suhu saat kulkas dibuka.
  • Simpan ASI perah dalam kemasan kecil saat dibekukan.
  • Jangan menyimpan lagi ASI yang sudah dicairkan apabila tidak habis diminum.

Setelah mengetahui daya tahan ASI perah dan bagaimana cara menyimpan ASI agar tidak cepat basi, Anda kini diharapkan dapat lebih berhati-hati. Jangan ragu untuk berkonsulatasi dengan ahli laktasi maupun dokter spesialis anak guna mendapatkan penanganan lebih lanjut terhadap kualitas ASI Anda.produksi asicara menyimpan asi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350
Diakses pada 18 Januari 2020

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Storing-and-Preparing-Expressed-Breast-Milk.aspx
Diakses pada 18 Januari 2020

CDC. https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
Diakses pada 18 Januari 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/memerah-asi
Diakses pada 18 Januari 2020

The Bump. https://living.thebump.com/tell-breast-milk-bad-8901.html
Diakses pada 18 Januari 2020

Manfaat susu kurma sangat bervariasi, mulai dari melancarkan ASi, menyehatkan jantung, hingga meredakan sembelit. Kenali manfaat lainnya dari susu ini sekaligus cara membuat susu kurma yang dapat dilakukan dengan mudah.

13 Mar 2020
|Nurul Rafiqua

Ibu menyusui minum teh harus memerhatikan kadar kafein yang terkandung pada teh. Agar kadar kafein saat menyusui tidak berlebihan, minum teh sebanyak satu hingga tiga cangkir dalam sehari saja.

Power pumping adalah teknik memompa payudara lebih sering dalam jangka waktu tertentu setiap hari untuk menghasilkan lebih banyak ASI. Bagaimana caranya?

22 Des 2021
|Yanita Nur Indah Sari

Dijawab Oleh
dr. Andre Zaini

Dijawab Oleh
dr. Elsinda Eka Sari

Dijawab Oleh
dr. Farahdissa

Tahan berapa lama asi setelah dipompa

Posted by: pskji.org