Tuliskan 3 informasi penting yang kamu dapatkan dari artikel melestarikan bahasa daerah

Tuliskan 3 informasi penting yang kamu dapatkan dari artikel melestarikan bahasa daerah

Lihat Foto

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta mengikuti kirab budaya di kampus mereka di kawasan Karangmalang, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (7/12/2012). Kegiatan tersebut untuk memprotes rencana penghapusan muatan lokal bahasa daerah pada perubahan kurikulum yang akan datang.

KOMPAS.com
– Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa adalah sistem lambang bunyi yang atriber, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berintyeraksi, dan mengidentifikasikan diri.

Bahasa juga diartikan sebagai percakapan (perkataan) yang baik, tingkah laku yang baik, dan sopan santun. Sedangkan arti dari bahasa daerah yaitu bahasa yang lazim digunakan di suatu daerah.

Dalam buku Morfologi Bahasa Indonesia dan Nusantara (2019) karya Marsono, bahasa daerah merupakan warisan dari nenek moyang dan menjadi salah satu kekayaan budaya nasional.

Baca juga: Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Fungsi bahasa daerah

Fungsi bahasa daerah sebagai berikut:

  1. Sebagai lambang kebanggaan daerah
  2. Sebagai lambang identitas daerah
  3. Sebagai alat perhubungan di dalam keluarga
  4. Sebagai sarana pendukung budaya daerah dan bahasa Indonesia
  5. Sebagai pendukung sastra daerah dan sastra Indonesia

Sedangkan fungsi bahasa daerah dalam hubungan dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, adalah:

  1. Pendukung bahasa Indonesia
  2. Bahasa pengantar pada tingkat permulaan sekolah dasar di daerah tertentu untuk memperlancar pengajaran bahasa Indonesia dan atau pelajaran lain.
  3. Sumber kebahasaan untuk memperkaya bajasa Indonesia.

Cara mencegah kepunahan bahasa daerah

Kepunahan bahasa memiliki dampak yang signifikan bagi keberlangsungan suatu budaya daerah.

Baca juga: Kata Umum dan Kata Khusus dalam Bahasa Indonesia

Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, beberapa cara mencegah kepunahan bahasa daerah, yaitu:

  1. Menerbitkan bacaan atau majalah dengan bahasa daerah setempat.
  2. Menggunakan bahasa daerah pada saat di rumah
  3. Menyelenggarakan acara-acara yang dapat melestarikan bahasa daerah, seperti karya tuklis, drama, puisi, dan lainnya.
  4. Bahasa daerah menjadi bagian dari muatan lokal di sekolah.
  5. Orangtua mengajarkan bahasa daerah kepada anak-anaknya untuk berkomunikasi keseharian.
Baca Juga :   Jenis teknologi penyimpanan data yang dinyatakan sebagai HDD Masa Depan adalah

Selain beberapa cara di atas, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan lima program utama perlindungan bahasa dan sastra agar bahasa daerah tetap lesatri, sebagai berikut:

  • Pemetaan bahasa dan sastra
  • Kajian vitalitas bahasa dan sastra
  • Konservasi bahasa dan sastra
  • Revitalisasi bahasa dan sastra
  • Peta dan registrasi bahasa dan sastra daring

Baca juga: Empat Tonggak Ejaan Bahasa Indonesia

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya

Ilustrasi Cara Melestarikan Bahasa Daerah. Foto: pixabay.com




Bahasa


merupakan media komunikasi terpenting di dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bahasa, setiap orang dapat menyampaikan maksud dan tujuannya kepada orang lain dengan baik.


Setiap negara memiliki bahasa yang berbeda. Menurut informasi dari Kemendikbud, Indonesia adalah negara dengan jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia. Indonesia memiliki ratusan


bahasa



daerah


dan satu bahasa resmi yakni bahasa Indonesia.


Dikutip dari buku

Analisis Model Penamaan Badan Usaha Berbahasa Asing Di Wilayah Surakarta: Kajian Sosiolinguistik
,


bahasa Indonesia


merupakan bahasa persatuan dan berfungsi sebagai bahasa nasional atau bahasa kebangsaan.


Sementara itu, dikutip dari buku

Bahasa Indonesia Akademik
,


bahasa daerah



merupakan alat komunikasi intradaerah atau intramasyarakat di samping bahasa Indonesia. Di sejumlah daerah, bahasa Indonesia hanya dipakai sebagai sarana pendukung sastra dan budaya daerah atau masyarakat etnik.



Bahasa daerah


biasanya digunakan dan dikuasai oleh masyarakat yang ada di daerah-daerah tertentu, khususnya di Indonesia yang memiliki 34 provinsi. Akan tetapi keragaman bahasa daerah di Indonesia mulai terancam punah seiring perkembangan zaman.

Baca Juga :   Dalam kehidupan sosial budaya nilai-nilai pancasila yang masih berkembang sampai sekarang adalah


Bahasa daerah dapat dikatakan


punah


ketika tidak ada lagi orang yang menggunakannya dalam percakapan. Ancaman ini tentunya menjadi hal yang serius dan perlu diperhatikan. Maka dari itu diperlukan pelestarian bahasa daerah agar terhindar dari kepunahan.


Apa saja


bahasa daerah yang telah punah dan bagaimana cara melestarikan bahasa daerah?


Ketahui selengkapnya




dalam uraian berikut.

Ilustrasi Cara Melestarikan Bahasa Daerah. Foto: pixabay.com

Bahasa Daerah yang Telah Punah


Dikutip dari laman Kemendikbud, berdasarkan pemetaan Badan Bahasa, pada tahun 2020 terdapat 11 bahasa daerah yang punah di Indonesia. Ke-11 bahasa daerah tersebut antara lain:


  • Bahasa Tandia (Papua Barat)


  • Bahasa Kajeli/Kayeli (Maluku)


  • Bahasa Ternateno (Maluku Utara)

Ilustrasi Cara Melestarikan Bahasa Daerah. Foto: pixabay.com

Cara Melestarikan Bahasa Daerah


Disadur dari buku

Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 4 Semester 2

karangan Anggia Eka, Tuti Srihandayani, berikut beberapa cara melestarikan bahasa daerah.



1. Berbicara menggunakan bahasa daerah


Menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari. Dengan terus menerapkannya dalam keseharian, dapat dipastikan bahasa daerah akan selalu digunakan dan tidak akan punah.



2. Memasukkan bahasa daerah ke kurikulum sekolah


Pemerintah memiliki peran penting dalam cara ini. Pemerintah bisa membuat kebijakan untuk menjadikan bahasa daerah ke dalam kurikulum wajib agar siswa dari generasi ke generasi tetap mengenal dan mempelajari bahasa daerah.



3. Mengadakan lomba dan kompetisi tentang bahasa daerah


Lomba dan kompetisi dengan bahasa daerah dapat diadakan bersamaan dengan peringatan hari kartini untuk melestarikan bahasa sekaligus budaya daerah yang ada di Indonesia.


Page 2

Tuliskan 3 informasi penting yang kamu dapatkan dari artikel melestarikan bahasa daerah

Posted by: pskji.org

Baca Juga :   Bagaimana sikap permulaan gerakan ayunan lengan silang dan rentang dimuka badan?