Jelaskan proses fertilisasi dan perkembangan embrio pada uterus

Jelaskan proses fertilisasi dan perkembangan embrio pada uterus

Bagi ibu hamil, memantau perkembangan janin akan memberikan keuntungan tersendiri. Salah satunya adalah dapat mengukur normal tidaknya perkembangan janin dari waktu ke waktu. Sebagai acuan, berikut penjelasan secara garis besar perkembangan janin trimester pertama.

Minggu ke-1 dan ke-2: Persiapan

Konsepsi umumnya terjadi sekitar dua minggu setelah periode menstruasi terakhir dimulai. Artinya, Anda belum terhitung hamil selama dua minggu pertama.

Minggu ke-3: Fertilisasi

Selama periode ini, terjadi penyatuan sperma dan sel telur di salah satu tuba fallopi untuk membentuk zigot. Setelah pembuahan, zigot akan menuruni tuba falopi menuju uterus. Kemudian membentuk sekelompok sel yang disebut morula.

Minggu ke-4: Implantasi

Implantasi merupakan proses di mana morula berkembang menjadi blastokista, kemudian menanamkan diri ke dalam lapisan uterus (endometrium). Dalam blastokista, kelompok sel dalam akan menjadi embrio. Sedangkan lapisan luarnya akan membentuk plasenta.

Minggu ke-5: Peningkatan Kadar Hormon

Pada periode ini, kadar hormon HCG yang diproduksi oleh blastokista akan meningkat signifikan. Hal ini menandakan ovarium telah berhenti melepaskan sel telur, menghasilkan lebih banyak estrogen dan progesteron. Peningkatan kadar hormon ini akan menghentikan periode menstruasi dan mendorong pertumbuhan plasenta. Di sini, embrio mulai memiliki tiga lapisan:

  • Ektoderm:
    membentuk lapisan kulit terluar bayi, sistem saraf pusat dan perifer, mata, serta telinga bagian dalam.
  • Mesoderm:
    berfungsi sebagai dasar untuk tulang bayi, ligamen, ginjal, dan sistem reproduksi.
  • Endoderm:
    tempat paru-paru dan usus bayi akan berkembang.

Minggu ke-6: Tabung Saraf Menutup

Pada periode ini, pipa saraf di sepanjang punggung bayi akan tertutup. Otak dan sumsum tulang belakang akan mulai berkembang. Jantung dan organ lain juga mulai terbentuk. Struktur dasar mata dan telinga pun mulai berkembang. Tubuh bayi mulai membentuk huruf C.

Minggu ke-7: Kepala Bayi Berkembang

Perkembangan janin trimester pertama dilanjutkan dengan tumbuhnya otak dan wajah bayi. Bentuk hidung mulai terlihat, dan retina pun mulai terbentuk. Awal perkembangan tangan dan kaki pun terjadi pada periode ini.

Minggu ke-8: Terbentuknya Hidung Bayi

Pada periode ini, jari-jari bayi sudah mulai terbentuk. Bentuk telinga dan mata bayi mulai menjadi semakin jelas. Bibir atas dan hidung telah terbentuk. Calon tulang dan leher pun mulai lurus. Pada periode ini, bayi berukuran sekitar 1/2 inci (11-14 milimeter).

Baca Juga :   Bagaimana Cara Allah Swt Menjaga Keaslian Al Quran

Minggu ke-9: Jari-jari Kaki Bayi Muncul

Di sini, lengan dan siku janin muncul. Jari-jari terlihat, kelopak mata terbentuk, dan kepala bayi mulai membesar. Pada akhir minggu ini, panjang bayi sekitar 3/4 inci (16-18 milimeter).

Minggu ke-10: Siku Mulai Menekuk

Pada periode ini, kepala bayi menjadi lebih bundar. Janin mulai bisa menekuk sikunya. Jari-jari semakin panjang, kelopak mata dan telinga luar terus berkembang. Tali pusat pun terlihat jelas.

Minggu ke-11: Alat Kelamin Bayi Berkembang

Selama minggu ini, wajah bayi melebar, mata terpisah jauh, kelopak mata menyatu, posisi telinga rendah, dan tunas gigi muncul. Sel darah merah mulai terbentuk di hati bayi. Akhirnya, alat kelamin eksternal bayi mulai berkembang menjadi penis atau klitoris dan labia mayora.

Minggu ke-12: Kuku Mulai Terbentuk

Perkembangan janin trimester pertama diakhiri dengan tumbuhnya kuku. Wajah bayi semakin jelas dan usus mulai terbentuk. Panjang bayi saat ini sekitar 2,5 inci (61 milimeter) dengan berat sekitar 0,5 ounce (14 gram).

Fertilisasi adalah proses pembuahan dimana terjadi peleburan inti sel gamet laki-laki (sperma)  dengan inti sel gamet perempuan (ovum), menghasilkan sel baru yang disebut zigot. Zigot akan berkembang menjadi embrio dua sel, tiga sel, compact morula dan blastocyst. Sel blastocyst akan hatching atau menetas kemudian terjadi proses implantasi di rahim wanita.

Secara umum jika proses pembuahan berhasil dan embrio berkembang normal, maka wanita akan hamil. Jika pembuahan dan perkembangan gagal, maka wanita akan menstruasi. Wanita harus memahami konsep fertilisasi ini.

Pasalnya, ia bisa mengetahui seberapa peluang mendapatkan keturunan. Ketika terjadi masalah pada proses pembuahan ini, ia dapat segera mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Selain itu, pemahaman terhadap konsep pembuahan ini penting bagi wanita yang ingin mencegah kehamilan. Selanjutnya, bagaimana proses pembuahan pada manusia? Simak penjelasan di bawah ini.

Baca Juga :   Kelebihan alkohol dibanding air raksa apabila digunakan untuk termometer (2 kelebihan), yaitu

Proses Fertilisasi

Secara garis besar, proses fertilisasi dibagi menjadi empat tahapan yang diuraikan berikut ini.

1. Sel Sperma Masuk Ke Dalam Vagina

Pertama-tama, sel sperma hasil ejakulasi yang masuk ke dalam vagina akan di seleksi oleh cervix, sperma yang non motil dan  tidak bagus tidak akan berhasil menembus servix. Sperma yang berhasil melalui servix akan mengalami proses kapasitasi, dimana terjadi perubahan fisiologis pada sperma tersebut, sel sperma akan bergerak lebih aktif karena ion kalsiumnya mengalami peningkatan. Semakin mendekat sel sperma dengan sel telur, antigen yang terdapat pada permukaan sel sperma akan menghilang. Hal ini yang membuat sel telur terikat dengan sperma.

2. Sel Sperma dan Sel Telur Bertemu

Sel telur yang memiliki zona pellucida (lapisan pembungkus sel telur) yang terlalu tebal membuat sel sperma kesulitan mengikatnya. Bahkan proses pembuahan bisa gagal karena hal itu.

Pada tahap ini, sel sperma yang mengalami kapasitasi kemudian akan terjadi reaksi akrosom pada sperma tersebut, reaksi akrosom ini akan memudahkan sperma menembus sel telur,  sperma menghabiskan waktu paling cepat 45 menit untuk mencapai sel telur. Sel sperma berjalan sekitar 18 cm dari leher rahim (serviks) menuju tuba fallopi. Umumnya, sperma berenang kurang lebih 2,5 cm/15 menit.

3. Sel Sperma dan Sel Telur Bersatu

Sperma membutuhkan PH30 yang disebut fertilin untuk membuahi sel telur. Fungsi fertilizin adalah meleburkan kedua membran pada sel telur dan sel sperma sehingga sel sperma dapat masuk ke dalam sel telur. Tempat bertemunya sel sperma dan sel telur ini adalah di tuba fallopi.

Sel sperma melepas ekornya pada tahap ini. Sementara sebagian sperma lain seperti mitokondria bertugas untuk melakukan pembelahan terhadap sel telur sehingga sperma tersebut bisa masuk lebih dalam ke sel telur yang berukuran lebih besar dari sel sperma hingga proses pembuahan terjadi. Pembuahan sel telur membutuhkan waktu selama 16-18 jam.

Baca Juga :   Sanghyang Widhi mampu melihat segalanya yang tidak dapat dilihat oleh makhluk lainnya disebut dengan

4. Aktivasi

Tahap terakhir dari pembuahan adalah aktivasi atau respons sel telur terhadap sel sperma yang melakukan pembuahan. Biasanya respons pertama dari sel telur adalah mencegah polispermi atau pembuahan oleh banyak sel sperma (cortical reaction). Setelah proses pembuahan selama 18 jam berhasil, sel telur yang telah dibuahi dinamakan zigot. Ia akan berkembang menjadi embrio yang menempel pada dinding rahim dalam rentang waktu 8-10 hari. Jika tidak terjadi apa-apa, maka akan berkembang menjadi fetus atau janin yang merupakan organisme baru yang akan lahir di dunia.

Fertilisasi Buatan

Uraian sebelumnya menjelaskan fertilisasi adalah proses secara alami yang dapat dilakukan melalui hubungan seksual antara pria dan wanita. Namun, seiring berkembangnya teknologi, kini proses fertilisasi tidak terbatas pada hubungan seksual saja. Salah satu teknologi pembuahan di luar hubungan seksual saat ini adalah fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung.

IVF sendiri bisa dibagi menjadi 2: IVF konvensional dan Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI). Proses IVF konvensional dilakukan pada pasangan yang memiliki kualitas sperma normal, dengan cara mengawinkan sperma sejumlah (100 ribu) untuk 1 sel telur pada cawan petridish, Sedangkan ICSI dilakukan pada pasangan yang memiliki kualitas yang sangat sedikit minimal hanya ditemukan 1 sperma yang masih hidup. 1 sperma akan diinjeksikan langsung ke dalam cytoplasma dari sel telur.

Sel telur yang terbuahi akan menjadi embrio, kemudian embrio yang terbaik akan diseleksi oleh embriologis, embryo bisa ditransfer atau dibekukan langsung tergantung penilaian dari dokter. Tidak jarang orang yang susah hamil mencari klinik yang bagus dan cocok untuk mengupayakan agar ia bisa melakukan program bayi tabung tersebut.

Bahkan sampai ada yang rela merogoh saku dalam-dalam untuk pergi keluar negeri. Padahal ada Klinik Fertilitas di Indonesia terbaik yang berpengalaman sejak tahun 1977, yakni Morula IVF yang pusatnya di Jakarta. Tidak hanya program bayi tabung, banyak layanan terbaik di sana yang dapat menangani masalah fertilisasi.

Jelaskan proses fertilisasi dan perkembangan embrio pada uterus

Posted by: pskji.org