Biaya yang harus dimasukkan ke dalam perhitungan penentuan harga pokok produksi yaitu kecuali

Biaya yang harus dimasukkan ke dalam perhitungan penentuan harga pokok produksi yaitu kecuali

Apa yang dimaksud dengan harga pokok produksi? Rumus menghitung serta cara membuat laporan harga pokok produksi perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut, simak selengkapnya di
Blog Mekari Jurnal.

Harga pokok produksi adalah semua biaya langsung dan tidak langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk proses produksi sehingga barang atau jasa tersebut bisa dijual.

Perusahaan harus menghitung harga pokok suatu barang karena sangat penting untuk pelaporan keuangan perusahaan.

Penentuan harga ini dilakukan sebelum perusahaan menentukan harga jual.

Harga ini nantinya akan digunakan oleh manajemen untuk membandingkan dengan pendapatan dan disajikan dalam laporan laba rugi.

Selain itu, perusahaan juga akan lebih mudah melakukan pengontrolan produksi jika mengetahui harga pokoknya.

Metode dalam Menyusun Laporan Harga Pokok Produksi

Pada umumnya terdapat 2 metode yang dapat digunakan dalam menentukan serta menyusun laporan harga pokok produksi.

Pertama adalah metode full costing dan yang kedua adalah
metode variable costing
yang biasanya digunakan untuk hal teknis semacam pengambilan keputusan dalam perusahaan.

Perbedaan pokok antara metode full costing dan metode variabel costing terletak pada perlakuan biaya overhead pabrik.

Pada metode full costing semua biaya produksi baik yang bersifat variabel maupun yang bersifat tetap dianggap bagian dari harga ini.

Sedangkan pada metode variable costing, biaya variabel dimasukkan hanya sesuai dengan periode penggunaannya misalnya untuk biaya overhead pabrik.

Komponen Harga Pokok Produksi

Jika perusahaan salah ketika menentukan, bisa jadi perusahaan merugi karena ternyata biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.

Untuk menghindari kesalahan, sebaiknya Anda mengetahui komponen apa saja yang harus ada dalam perhitungan harga pokok produksi, yaitu adalah sebagai berikut.

1. Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku adalah semua biaya yang digunakan untuk membeli bahan baku produksi. Tidak hanya harga bahan pokok dari sebuah barang, tetapi semua komponen untuk menyiapkan bahan baku tersebut.

Biaya ini terdiri dari harga bahan pokok, harga bahan tambahan, dan harga ongkos pengiriman barang.

Baca Juga :   Jelaskan Manfaat Tumbuhan Sebagai Penghasil Oksigen Dan Penyaring Udara

Anda dapat menggunakan aplikasi untuk mengelola inventory barang, agar lebih mudah dan cepat dalam memonitor dan mengelola persediaan bahan baku.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya ini merupakan semua biaya yang diperlukan untuk membayar tenaga kerja produksi yang mampu merubah bahan baku menjadi produk jadi.

Biaya ini termasuk dalam harga pokok produksi karena tenaga yang dipekerjakan bekerja untuk memproduksi barang.

Contoh dari biaya tenaga kerja langsung adalah biaya gaji yang dibayarkan pada buruh pabrik, yang secara langsung terlibat dalam proses pembuatan produksi.

Baca Juga : Perbedaan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Dengan Perusahaan Dagang

3. Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead merupakan semua biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi bahan baku menjadi produk jadi siap dijual.

Biaya ini meliputi biaya tenaga kerja tidak langsung yang bekerja tidak secara langsung mengerjakan pembuatan produk.

Biaya penyusutan peralatan produksi juga termasuk dalam biaya ini karena peralatan secara langsung digunakan tetapi tidak setiap periode memerlukan biaya servis atau perawatan.

Selain kedua biaya tersebut, biaya lain yang masih berkaitan dengan proses produksi juga termasuk di dalam biaya overhead pabrik. Namun beban pemasaran dan administrasi tidak termasuk dalam biaya ini.

Kendali penuh stok barang ada di tangan Anda! Kelola dengan Fitur Produk dan Inventory Jurnal

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Cara Menghitung Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur

Untuk menghitung dan membuat laporan harga pokok produksi perusahaan manufaktur sedikit berbeda dengan perusahaan dagang.

Di bawah ini Jurnal akan menjelaskan beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam menghitung harga pokok produksi perusahaan manufaktur.

Menghitung Seluruh Bahan Baku yang Digunakan

Seperti yang sudah Anda ketahui, perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang memproduksi barang dagangannya sendiri, mulai dari bahan mentah hingga barang jadi.

Proses ini biasanya disebut work in progress atau work in proses.

Di mana, perusahaan manufaktur membuat produk dari bahan mentah atau bahan baku, setengah jadi, hingga menjadi barang jadi yang siap dikonsumsi.

Baca Juga :   Prasasti yang merupakan bukti sejarah kerajaan Sriwijaya adalah kecuali

Bahan baku dalam manufaktur menjadi modal utama dalam menghitung HPP untuk pertama kalinya.

Jika bisnis Anda bergerak di industri manufaktur, Anda harus terlebih dulu menentukan berapa banyak bahan baku yang akan digunakan untuk memproduksi suatu barang.

Untuk menentukannya, Anda dapat melihat dari berapa banyak bahan baku yang masih tersisa di akhir periode, setelah saldo awal periode.

Kemudian ditambah pembelian yang ada selama periode tersebut berlangsung.

Berikut cara untuk menghitung seluruh bahan baku yang digunakan untuk produksi:

Bahan Baku Terpakai = Saldo Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku – Saldo Akhir Bahan Baku

Baca Juga : Ketahui Beda Harga Pokok Penjualan VS Harga Jual

Menghitung Biaya Produksi Lainnya

Selain bahan baku, dalam menghitung HPP perusahaan manufaktur, Anda juga harus menghitung biaya produksi lainnya yang berpengaruh terhadap proses produksi barang.

Contohnya dari bahan mentah hingga menjadi barang jadi, selain bahan baku utama.

Biaya-biaya tersebut diantaranya adalah biaya tenaga kerja langsung dan biaya overheadseperti biaya bahan baku yang bersifat tidak pokok seperti biaya listrik, biaya reparasi, biaya pemeliharaan, dan sebagainya.

Menghitung Total Biaya Produksi

Ini adalah salah satu poin yang membedakan perhitungan HPP perusahaan dagang dan manufaktur.

Ketika Anda ingin menghitung HPP perusahaan manufaktur, Anda harus mengetahui terlebih dahulu total biaya produksi.

Total biaya produksi merupakan sebagian biaya yang dikeluarkan saat barang telah masuk ke dalam proses produksi dan biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang tersebut.

Cara menentukannya adalah bahan baku barang yang diproses pada awal periode produksi ditambah dengan bahan baku penambahnya atau bahan baku tidak pokok seperti tenaga kerja langsung dan overhead.

Kemudian, Anda bisa menguranginya dengan barang yang masih tersisa di gudang pada akhir periode.

Secara sederhana, rumus menghitung biaya produksi lainnya adalah sebagai berikut:

Total Biaya Produksi = Bahan Baku Yang Digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi

Menghitung Harga Pokok Produksi

Di bawah ini adalah rumus yang bisa Anda gunakan untuk mencari atau menghitung harga pokok produksi:

Baca Juga :   Apa itu prosedur dan fungsi database

Harga Pokok Produksi = Total Biaya Produksi + Persediaan Barang Dalam Proses Produksi Awal – Persediaan Barang Dalam Proses Produksi Akhir

Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Setelah Anda mengetahui seluruh angka perhitungan beberapa komponen di atas, hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan).

Secara sederhana, di bawah ini adalah cara menghitung HPP di perusahaan manufaktur:

Harga Pokok Penjualan (HPP) = Harga Pokok Produksi + Persediaan Barang Awal – Persediaan Barang Akhir

Contoh Laporan Harga Pokok Produksi

Berikut adalah contoh laporan harga pokok produksi dalam bentuk atau format excel yang bisa Anda download di sini:

Cara Menghitung dan Membuat Laporan Harga Pokok Produksi Lebih Mudah Dengan Aplikasi Mekari Jurnal

Itulah komponen penting dalam penentuan harga pokok produksi yang perlu Anda ketahui.

Anda harus pandai mengklasifikasikan semua biaya yang dikeluarkan perusahaan agar tidak salah dalam menentukan harga.

Untuk menghindari kesalahan, tidak ada salahnya bagi perusahaan jika ingin menggunakan software akuntansi online yang kompeten.

Apalagi jika ditemukan kesulitan-kesulitan yang dapat menghambat proses penghitungan.

Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan software akuntansi tepercaya dan akurat seperti Jurnal.

Jurnal akan memudahkan klasifikasi penentuan harga pokok produksi berdasarkan semua transaksi yang telah Anda catatkan.

Jurnal juga merupakan aplikasi stock opname yang akurat.

Dengan Jurnal, setiap laporan transaksi akan secara otomatis, terhitung dan dikelompokkan sesuai dengan jenis laporan keuangan yang Anda inginkan.

Segera manfaatkan accounting software indonesia untuk membantu akselerasi bisnis Anda.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Di atas adalah penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan harga pokok produksi, berikut ini yang merupakan jenis ini adalah apa saja, serta apa saja yang perlu diingat untuk menghitung.

Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat. Ikuti media sosial
Mekari Jurnal
untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Biaya yang harus dimasukkan ke dalam perhitungan penentuan harga pokok produksi yaitu kecuali

Posted by: pskji.org