Apa tujuan dibangunnya museum ambarawa

Apa tujuan dibangunnya museum ambarawa

Lihat Foto

Museum Kereta Api Ambarawa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

UNGARAN, KOMPAS.com –
Menjelang Tahun Baru 2012, obyek wisata Museum Kereta Api Tua Ambarawa, di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tidak menerima kunjungan wisatawan.

Agus Purwoko mengatakan, Museum Kereta Api Ambarawa itu memiliki koleksi sekitar 206 aset. Di dalamnya terdapat 21 lokomotif uap tidak aktif dan dua lokomotif uap yang masih berfungsi.

Salah satunya lokomotif uap kereta api bergerigi, kereta api satu-satunya di Indonesia yang bisa menanjak untuk melayani ruta Ambarawa-Bedono dengan tarif sewa naik kereta api Rp 3,5 juta-Rp 5,2 juta sekali perjalanan.

Renovasi yang sedang dilakukan di Museum Kereta Api Ambarawa sebenarnya sudah hampir rampung. Saat ini memasuki tahapan finishing. Tiga hal yang fokus direnovasi di museum tersebut adalah penataan fisik kawasan museum, pembenahan fasilitas nonfisik, serta pemberdayaan dan pengembangan sumberdaya pegawai museum. Diperkirakan renovasi museum kereta api ini akan rampung pertengahan Januari 2012, dan siap museum dibuka kembali untuk menerima kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Museum ini terletak di Jalan Stasiun Ambarawa Nomor 1, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Dalam sejarahnya, awalnya tempat ini bukanlah museum, melainkan salah satu stasiun kereta api yang terkenal dan mempunyai peran penting bagi pemerintahan kolonial Belanda. Pembangunan Stasiun Kereta Api Ambarawa merupakan perintah dari Raja Willem I. Stasiun ini dibangun pada tahun 1873 dan mempunyai luas 127.500 meter persegi. Tujuan dibangun stasiun ini adalah untuk memudahkan pengiriman tentara Belanda ke Semarang. Pada saat itu Ambarawa bisa dibilang sebagai kota militer atau gudangnya tentara Belanda. Kemudian baru pada 1976, stasium kereta api ini ditutup secara resmi dan ditetapkan menjadi museum kereta api oleh PT Kereta Api dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya

Museum Kereta Api Ambarawa masuk dalam destinasi wisata Semarang. Banyak pengunjung saat libur tiba di sana. Museum ini ternyata tidak hanya unik dari segi arsitektur, juga memiliki cerita sejarah di baliknya.

Sejarah Museum Kereta Api Ambarawa

Melansir dari cagarbudaya.kemdikbud.go.id, sebelum menjadi museum bersejarah, tempat ini berfungsi sebagaimana stasiun kereta api pada umumnya. Stasiun Ambarawa dahulu dikenal dengan nama Stasiun Wilem I, diresmikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 21 Mei 1878.  Awalnya, stasiun ini untuk kelancaran mobilitas militer dari daerah Semarang ke Benteng Wilem I di daerah Ambarawa.

Pembangunan stasiun dan jalur kereta di Ambarawa ini dilakukan oleh perusahaan Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Jalur kereta pada stasiun ini yaitu dari Semarang – Kedungjati – Ambarawa. Jalur tersebut masih aktif sampai 1 Juni 1970. Kemudian, jalur tersebut terpaksa ditutup karena tidak bisa bersaing dengan mode transportasi yang melalui jalan raya.

Baca Juga :   Bagian ginjal yang berfungsi untuk menampung urine sementara adalah

Baca Juga

Tanggal 9 April 1976, Stasiun Ambarawa resmi menjadi museum. Peresmian dilakukan oleh Supardjo Rustam salaku Gubernur Jawa Tengah pada tahun tersebut. Museum ini kemudian digunakan untuk menyimpan koleksi yang berkaitan dengan kereta api dan menjadi salah satu wisata sejarah di Semarang.

Fasilitas Wisata di Museum Kereta Api Ambarawa

Ketika ingin merasakan sensai berlibur sembari belajar, Museum Kereta Api di Ambarawa ini bisa menjadi pilihannya. Ada banyak fasiltas menarik yang bisa anda nikmati saat berkunjung ke tempat wisata ini. melansir dari javatrevel.net, fasilitas di tempat wisata semarang ini antara lain;

  1. Koleksi lokomitif uap
  2. Koleksi benda antik
  3. Tur wisata edukasi
  4. Koleksi buku
  5. Area parkir luas
  6. Spot foto dengan tema vintage

Lokasi dan Rute Menuju Museum Kereta Api di Ambarawa

Bagi anda yang sedang berkunjung ke Semarang, anda bisa mengunjungi tempat wisata populer ini. Lokasi Museum Kereta Api ini ada di Jl. Panjang Kidul, Kecamatan Ambarawa, Semarang. Letaknya sangat strategis. Jika berangkat dari pusat Kota Semarang, Anda hanya akan menempuh jarak sekitar 41 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 53 menit. Rutenya melalui Tembalang – Ungaran serta Ungaran menuju Bawen.

Advertising

Advertising

Baca Juga

Bila berangkat dari Bandara Ahamad Yani, Anda membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan dengan melewati arah Semarang – Surakarta menuju museum bersejarah tersebut. Apabila berangkat dari Yogyakarta, Anda bisa melewati jalan ke arah Kota Semarang kemudian ke daerah Tugu Palaga Ambarawa.

Sementara jika mengawali perjalanan dari Solo, Boyolali, Salatiga, Magelang, dan sekitarnya bisa melewati jalan ke arah Tugu Palaga Ambarawa kemudian melalui Jembatan Tuntang. Dari jembatan tersebut pilihlah jalan menuju arah kiri untuk sampai lokasi Museum Kereta Api Ambarawa.

Biaya Tiket di Wisata Museum Kereta Api Ambarawa

Masih melansir dari javatrevel.net, untuk biaya tiket di objek wisata ini terbagi menjadi beberapa kategori. Berikut ini rincian dari tiket di wisata sejarah ini.

  • Tiket masuk anak-anak: sekitar Rp 5.000
  • Tiket masuk orang dewasa: sekitar Rp 10.000
  • Tiket kereta api Ambarawa – Tuntang: Rp 50.000
  • Tiket kereta api diesel untuk kapasitas 40 orang dari Ambarawa – Tuntang: mulai dari Rp5.000.000

Rincian biaya diatas tentu saja bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari kebijakan pengelola wisata tersebut. Apabila anda ingin mengetahui harga tiket terkini, anda bisa rutin mengecek di beberapa web yang menjelasakan biaya liburan di tempat wisata ini.

Baca Juga

Ketika datang ke tempat wisata ini, ada beberapa aktivitas seru yang bisa anda coba. Bukan hanya aktivitas berlibur yang menggembirakan namun juga aktivitas belajar yang akan menambah wawasan anda. Aktivitas tersebut antara lain:

Baca Juga :   Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Permainan Sepak Bola

1. Menikmati pemandangan kereta api jaman dahulu

Jika biasanya kita melihat kereta api lewat dengan desain yang sama, namun di museum ini anda akan mendapati kereta api jaman dahulu yang memiliki desain unik dan tidak biasa. Kereta api tersebut berumur sudah ratusan tahun, namun masih terawat hingga saat ini. Banyak wisatawan yang menjadikan kereta api tersebut sebagai latar belakang foto.

2. Belajar di pustaka kereta api

Aktivitas seru berikutnya yang bisa anda lakukan saat berkunjung ke tempat wisata di Semarang ini yaitu datang ke ruang pusata. Ruangan ini menyediakan beberapa koleksi buku yang bisa anda baca. Tentu saja membaca buku di tempat ini memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan dengan membaca pada perpustakaan biasa.

Bentuk ruangan ini seperti gerbong kereta api. Anda bisa juga bersantai di tempat ini. Tenang saja, karena tempat ini terjaga kebersihan dan kerapiannya, sehingga anda akan nyaman ketika datang ke tempat ini.

3. Naik kereta uap

Ketika berlibur di Museum Kereta Api, anda juga bisa mencoba naik kereta uap dengan rute Ambarawa – Bedono atau dari Ambarawa – Tuntang. Kedua rute tersebut jadwal pemberangkatannya berbeda. Tentu saja nuansa menunggangi kereta uap ini akan berbeda dengan kereta api biasa, anda akan dibawa pada suasana tempo dulu yang legendaris.

4. Belajar sejarah kereta api di Indonesia

Sebagai tempat wisata edukasi, tempat ini juga sangat tepat untuk dijadikan sebagai tempat belajar sejarah kereta api di Indonesia. Informasi yang tersedia cukup lengkap. Bagi pecinta sejarah, tentu saja tempat ini akan membuat anda betah.

Baca Juga

Tidak dipungkiri, saat ini salah satu tujuan datang ke tempat wisata yakni untuk mengabadikan spot yang instagramable. Bagi Anda yang senang dengan fotografi, Museum Kereta Api di Ambarawa ini merupakan tempat yang cocok. Anda bisa mendapatkan berbagai foto yang cantik dan estetik.

Golkar, PAN, dan PPP Bangun Koalisi, Genderang Pemilu 2024 Sudah Ditabuh?


Oleh
Putu Elmira


pada 07 Des 2021, 04:02 WIB

Diperbarui
07 Des 2021, 04:02 WIB


Perbesar

Museum Kereta Api Ambarawa di Semarang, Jawa Tengah. (dok.Instagram @ambarawan_railways/https://www.instagram.com/p/3Nv-BLHNSK/Henry)

Liputan6.com, Jakarta –
Berwisata ke museum dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Salah satu yang menarik dikunjungi adalah Museum Kereta Api Indonesia (Indonesian Railway Museum) yang berada di Ambarawa, Jawa Tengah.

Dikutip dari laman resmi Heritage KAI, Senin (6/12/2021), museum ini awalnya adalah Stasiun Willem I yang dibangun Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Museum lantas diresmikan pada 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas Kedungjati-Ambarawa.

Di Ambarawa dibangun komplek benteng besar pada 1835 dan selesai di 1848. Benteng terbesar di Jawa itu bernama Willem I karena pembangunan di masa pemerintahan Raja Willem I.

Baca Juga :   jelaskan pengertian benda non magnetis

Pada 1873, dibangun jaringan kereta api di Ambarawa dan pembangunan itu syarat yang harus dipenuhi NISM untuk mendapat izin konsensi pembangunan jalur kereta api pertama Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta).

NISM diwajibkan membangun jalur kereta api cabang lintas Kedungjati-Ambrawa sepanjang 37 kilometer untuk keperluan militer. Sebagai tempat pemberhentian akhir, dibangun Stasiun Willem I (Stasiun Ambarawa).

Penamaan Willem I diduga mengacu pada Benteng Willem I yang terletak tak jauh dari stasiun. Pembangunan jalur kereta api ke Secang-Magelang pada 1 Februari 1905 yang ada jalur kereta khusus, rel bergerigi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down
untuk melanjutkan membaca


Perbesar

Perusahaan transportasi milik BUMN, PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu membuka kembali jalur lama antara Stasiun Ambarawa-Jambu-Bedono.

Setelah itu, dua tahun kemudian bangunan Stasiun Ambarawa direnovasi dengan mengganti material yang awalnya kayu dan bambu menjadi batu bata. Awal pengoperasiannya, Stasiun Willem I digunakan jadi sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar Jawa Tengah.

Usai dinonaktifkan pada 1976, Stasiun Ambarawa sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam. Ini bertujuan menyelamatkan peninggalan lokomotif uap dan daya tarik wisata di Jawa Tengah.

Stasiun Ambarawa dipilih karena Ambarawa berlatar belakang historis kuat dalam perjuangan kemerdekaan, yakni Pertempuran Ambarawa. Stasiun tersebut kala itu menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.

Scroll down
untuk melanjutkan membaca


Perbesar

Ganjar Pranowo menaiki kereta api uap di Ambarawa, Sabtu (26/9/2020).

Saat ini, Museum Ambarawa atau Indonesian Railway Museum (IRM) menampilkan koleksi perekeretaapian dari masa Hindia Belanda sampai pra-kemerdekaan RI, mencakup sarana, prasarana dan perlengkapan administrasi.

Sederet koleksi sarana perkeretaapian heritage, yakni 26 lokomotif uap, empat lokomotif diesel, lima kereta serta enam gerbong dari berbagai daerah. Pengunjung dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang (pp) dengan lokomotif penarik jenis lokomotif uap maupun kereta diesel vintage.

Terdapat pula rute kereta Api Wisata Ambarawa-Jambu-Bedono (pp) yang menggunakan lokomotif uap bergigi yang melewati rel bergerigi. Rel bergerigi itu menjadi satu-satunya yang masih aktif di Tanah Air.

Museum Kereta Api Indonesia buka setiap hari mulai pukul 08.00–17.00 WIB. Harga tiket masuk untuk dewasa dan mahasiswa Rp10 ribu per orang, anak-anak (3–12 tahun) dan pelajar Rp5 ribu per orang. Sementara, jadwal ruang audio visual, yakni Senin–Jumat pukul 14.00–15.00 WIB serta Sabtu dan Minggu pukul 09.00–10.00 WIB dan 13.00–14.00 WIB.

Scroll down
untuk melanjutkan membaca


Perbesar

Begini jalur kereta api di seluruh Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)

Lanjutkan Membaca ↓

Apa tujuan dibangunnya museum ambarawa

Posted by: pskji.org