Apa bagian tubuh yang digunakan sebagai tumpuan saat merangkak

Apa bagian tubuh yang digunakan sebagai tumpuan saat merangkak

Sejumlah pramugari merangkak di kubangan air saat menjalani latihan di Chengdu East Star Airlines Travel College, Tiongkok, 18 Mei 2015. Sekolah ini melatih pramugari untuk memiliki kemampuan beladiri dan penangulangan tindak kejahatan di atas pesawat. ecns.cn

TEMPO.CO,Jakarta – Kebiasaan yang dilakukan sejak kecil, seperti melompat sambil berjongkok atau squat, melompat, bergelantungan, bahkan merangkak, memiliki manfaat yang sangat baik bagi otot. Menurut fisioterapis di Klinik Mayo, Danielle Johnson, gerakan tersebut menstimulasi otot secara alami. “Semua gerakan tersebut merupakan gerakan dasar dari pola fitness,” ujarnya.

Gerakan itu, dia melanjutkan, mampu merangsang betis, otot quadricep (paha), otot gluteus (bokong), otot bahu, otot perut dalam, dan otot-otot yang terdapat pada bagian pinggul dan kaki.

Agar tidak bosan, Johnson menyarankan untuk melakukan variasi gerakan, seperti merangkak dengan bertumpu pada telapak tangan dan jari kaki atau merangkak ala kepiting (kepala dan badan menghadap ke atas). Apa pun jenisnya, semua gerakan tersebut akan menstimulasi tubuh.

Manfaat lain dari merangkak adalah meningkatkan kekuatan tubuh. Menurut Johnson, merangkak berbeda dengan gerakan olahraga lain yang hanya diam dan tidak bergerak. “Merangkak membuat tubuh bergerak sepenuhnya dan menyeimbangkan tubuh, bisa melindungi tubuh dari sakit punggung dan bahu,” dia menjelaskan, seperti dilansir laman Health.

Tidak hanya itu, Johnson mengungkapkan bahwa merangkak bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja serta dapat digabungkan dengan kegiatan lain, seperti melompat, berlari, dan memanjat.

“Jika hanya memiliki waktu sepuluh menit dalam sehari, cobalah merangkak atau melakukan gerakan yang menuntut mobilitas, bahkan melompat di tangga juga bisa dilakukan,” kata Johnson.

Namun tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua orang. “Dengarkan tubuh dan pastikan olahraga tersebut baik untuk tubuh Anda. Jika dokter meminta untuk menghindari gerakan tertentu, periksalah gerakan tersebut sebelum mulai melakukannya,” tuturnya.

TABLOIDBINTANG

Artikel lain:

Yuk, Ketahui Makna Menguap
Masalah Mata pada Mereka yang Berumur 40 Tahun ke Atas
7 Kebiasaan di Siang Hari yang Mengganggu Tidur

Baca Juga :   Gerakan Tari Kupu Kupu Cepat Atau Lambat
Ketahui Gaya-gaya Bayi Merangkak dan Cara Stimulasinya

Kemampuan merangkak jadi satu tanda bayi berkembang dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa otot tangan, kaki, punggung, serta kepala Si Kecil sudah cukup kuat untuk menopang dirinya bergerak. Maka tak heran setelah mampu merangkak, bayi akan langsung menjelajah area rumah atau lingkungan di sekitar.

Umumnya, bayi usia 7-10 bulan sudah mulai bisa merangkak, tapi mungkin juga hal ini baru terjadi pada bayi di atas usia tersebut. Merangkak yang menjadi tahapan tumbuh kembang pun menjadi cara belajar anak dalam mengkoordinasikan otot-otot motoriknya.

Ragam Gaya Merangkak

Selain kemampuan motorik, merangkak juga melatih Si Kecil untuk memahami banyak hal di sekelilingnya. Bahkan secara perlahan, hal ini pun melatihnya untuk mengambil keputusan dan memilih arah. Tapi ternyata, merangkak pun memiliki gaya yang berbeda-beda, lho! Kira-kira, mana gaya merangkak yang Si Kecil lakukan, Moms?

1. Cross Crawl

Gaya cross crawl menjadi yang paling klasik atau umum lakukan bayi, yaitu dengan merangkak dan bertumpu pada empat titik, dua telapak tangan dan dua lutut. Si Kecil akan melangkah dengan gerakan tangan kiri maju dan tangan kanan akan ikut bergerak. Jika keseimbangan tubuhnya sudah stabil, maka ia pun akan merangkak dengan cepat.

2. Commando Crawl

Gaya kedua ini juga terbilang klasik, di mana Si Kecil bergerak dengan perut sebagai tumpuan dan lengan sebagai ‘setir’ untuk maju atau mundur. Jika digambarkan, bayi akan bergerak sambil juga membersihkan lantai rumah Anda nih, Moms.

3. Bear Crawl

Gaya merangkak ini seperti beruang, di mana Si Kecil menggunakan kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki untuk bertumpu. Saat mulai bergerak, ia pun akan mirip seperti bayi beruang yang sangat menggemaskan.

4. Crab Crawl

Moms pernah melihat bayi merangkak dengan bergerak hanya mundur atau menyamping saja? Gaya ini wajar, kok, biasa disebutcrab crawl atau merangkak dengan gaya kepiting. Saat melakukannya, Si Kecil memang akan tampak lucu, tapi ini menjadi caranya untuk bergerak demi mengambil benda keinginannya.

Baca Juga :   Salah Satu Properti Tari Tani Adalah

5. Bottom Scotter

Bayi Anda mungkin melakukan gerakan seperti ngesot atau hanya bokongnya saja yang berpindah. Dalam bahasa Inggris, gaya merangkak ini disebut bottom scotter atau bum shuffle yang artinya bokong berpindah. Si Kecil dengan posisi setengah duduk akan mulai bergerak, dengan kedua lengan serta bokong yang menempel di lantai sebagai tumpuan.

6. Rolling Crawl

Ternyata, bayi yang berguling dari satu titik ke titik yang lain juga bisa disebut sebagai gaya merangkak. Meski terbilang unik, Moms tak perlu khawatir karena ini menunjukkan saraf motoriknya bisa bekerja dengan maksimal saat ia berpindah posisi.

7. Leapfrog Crawl

Saat bayi merangkak, ia akan membuat kedua telapak tangan serta betis sebagai tumpuan. Namun saat bergerak maju, Si Kecil akan nampak seperti melompat layaknya katak.

Cara Menstimulasi

Agar bayi bisa merangkak, Moms tentu perlu menstimulasinya dengan cara-cara yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai berikut:

• Kenalkan anak dengan tummy time atau bermain dengan posisi tengkurap (perut di bagian bawah), sejak usia 3 bulan.

• Beri rangsangan dengan mainan yang diletakkan jauh darinya.

• Pakai alat bantu, seperti gendongan yang dililitkan di badannya.

• Pastikan area di sekitar Si Kecil merangkak sudah aman dari benda tajam atau yang dapat melukainya.
(Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

Jumat, 18 Nov 2016 08:18 WIB

Jakarta, CNN Indonesia
— Merangkak seperti bayi ternyata memberikan banyak manfaat bagi tubuh, utamanya memperkuat otot. Ini diakui Danielle Johnson, terapis fisik di Mayo Clinic Healthy Living Program di Rochester, Minnesota, AS.

“Anda bisa merangkak dengan berbagai cara. Anda bisa merangkak dengan kedua tangan dan kaki. Anda juga bisa bertumpu pada jari-jari kaki dan mengangkat, sekitar dua setengah atau lima centimeter dari permukaan lantai,” kata Johnson, dikutip CNN.

Gerakan tersebut, menurut Johnson, akan menarik otot-otot inti dan menggerakkan otot-otot secara efektif. “Lalu, mulai lah menggerakkan bahu dan pinggul. Ini lah bentuk latihan atau gerakan yang akan saya berikan kepada setiap orang.”Diakui Johnson, sejak lama gerakan merangkak dijadikan alat terapi, dan kini diterapkan untuk memperkuat tubuh dan kebugaran. Idenya sederhana saja, mengubah gerakan merangkak seperti bayi menjadi latihan yang memberikan manfaat kebugaran.

Menurut Original Strength, lembaga edukasi kesehatan dan kebugaran, selagi merangkak maka pada saat yang sama anda “melakukan reset” sistem saraf pusat dan mengulang kembali kemampuan berjalan yang dipelajari semasa bayi.

Baca Juga :   Contoh Interaksi Manusia Yang Mendominasi Alam Yaitu

Selain mengasah kemampuan motorik, gerakan merangkak juga mengaktifkan sistem vestibular, sistem sensor yang berkaitan dengan keseimbangan dan orientasi spasial,” kata Justin Klein, chiropractor dan petinggi Got Your Back Total Health.

“Ini tak ubahnya mengulang loop sentral dalam sistem saraf untuk membawa semua bagian yang terkait koordinasi, gerakan dan stabilitas refleksif dalam sinkronisasi,” kata Klein seraya memberitahukan cara merangkak yang benar.“Anda harus mengatur napas, menengadahkan kepala dan merangkak secara bersamaan. Lalu, mengatur gerakan atau langkah,” kata Klein. “Bila anda serius melakukan gerakan merangkak, maka menggabungkan ketiganya tidak lah semudah yang dilihat.”Klein selalu merekomendasikan gerakan merangkak kepada para pasiennya, dari atlet profesional yang cedera sampai korban kecelakaan lalu lintas. Atlet bisbol Denard Span dari tim San Francisco Giants juga melakukan gerakan ini.Gerakan merangkak memberikan banyak manfaat bagi Span, terutama saat masih bergabung dengan tim Washington Nationals. Gerakan merangkak dengan arah menyilang membuatnya makin lincah di lapangan bisbol, saat melempar dan memukul bola.

Agar gerakan merangkak makin digemari, Klein menggelar program latihan Crawl on the Mall pada bulan ini yang diikuti partisipan di National Mall. Gerakan merangkak yang dilakukan secara rutin bakal membuat tubuh lebih kuat, lincah, juga stabil.

(vga/vga)


LIVE REPORT

LIHAT SELENGKAPNYA

Apa bagian tubuh yang digunakan sebagai tumpuan saat merangkak

Posted by: pskji.org