Sebutkan alat dan bahan pembuatan tas dari plastik kemasan pewangi

Sebutkan alat dan bahan pembuatan tas dari plastik kemasan pewangi

Kerajinan bahan lunak alam dan buatan sering terlihat lewat berbagai produk-produk yang dijajakan di berbagai daerah perkotaan. Contoh bahan lunak yang digunakan untuk kerajinan meliputi: lilin, plastik, gips, plastisin, parafin, polymer clay, fiberglass, bahkan sabun, dsb. Sementara itu produk kerajinan bahan lunak yang dihasilkan berupa bingkai foto, hiasan, gantungan kunci, dsb.

Kini, pasar impor telah mendominasi penggunaan bahan lunak sebagai bahan kerajinan. Kehadiran kerajinan bahan lunak telah berhasil membangkitkan pesona, daya pikat dan keunggulan terhadap konsumen perkotaan yang membutuhkan keindahan, kepraktisan dan harga yang terjangkau.

Perngertian Kerajinan Bahan Lunak

Intinya, kerajinan bahan lunak adalah berbagai kerajinan tangan yang dibuat dari bahan dasar lunak yang mudah dibentuk, baik itu dari alam maupun buatan. Kerajinan bahan lunak adalah produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak yaitu lentur, lembut, empuk, dan mudah dibentuk (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 8). Umumnya, pada tahap akhir proses pembuatan, kerajinan ini akan dikeraskan atau mengeras sendiri dengan cara tertentu supaya lebih kuat dan awet.

Hasil karya kerajinan bahan lunak terwujud dalam berbagai bentuk dan gaya, guna memenuhi berbagai kebutuhan praktis. Contohnya kebutuhan masyarakat terhadap kerajinan bahan lunak meliputi souvenir pesta pernikahan, sarana pesta kostum, pelengkap pesta ulang tahun, piagam, souvenir pesta perpisahan, dan perabot kebutuhan hidup sehari-hari.

Oleh karena itu, kerajinan bahan lunak merupakan salah satu kesempatan besar yang telah terbukti memiliki pasar dan nilai ekonomis yang menjanjikan. Berikut adalah berbagai pemaparan mendasar dan menyeluruh mengenai kerajinan bahan lunak.

Prinsip Kerajinan Bahan Lunak

Seperti pekerjaan kreatif pada umumnya, terdapat berbagai patokan, unsur, atau pijakan tertentu yang akan membuat kerajinan bahan lunak memiliki kualitas baik dan sesuai dengan tujuan pembuatannya. Hal itu disebut dengan prinsip kerajinan bahan lunak yang di antara lain adalah sebagai berikut.

1. Keterampilan Tangan

Kerajinan bahan lunak seperti kerajinan tangan lainnya dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan. Meskipun kerajinan bahan lunak diproduksi banyak, produk kerajinan masih tetap mengandalkan tangan manusia dan tidak bertumpu pada kekuatan mesin seperti produk industri. Sehingga keterampilan pengrajinnya masih berpengaruh besar pada kualitas akhir dari kerajinan dan menjadi prinsip penting yang harus diperhatikan.

2. Keterampilan Teknik

Pembuatan benda-benda kerajinan dilakukan secara berulang-ulang dan didasari oleh keterampilan teknis. Sehingga produk yang dihasilkan sudah tentu memiliki kekhasan tangan yang nampak dengan detail, rumit, dan hanya bisa dilakukan dengan teknik yang paling efektif dalam menciptakannya. Keterampilan teknik tersebut masih berkaitan erat dengan keterampilan tangan seseorang yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam keterampilan teknik khusus tersebut.

3. Kedaerahan/Tradisional

Kerajinan merupakan benda-benda yang mempunyai nilai guna praktis, bersifat universal dan diproduksi secara banyak. Namun, kerajinan bahan lunak masih dibuat dengan keterampilan tangan dan keterampilan teknis, sehingga masih akan dipengaruhi oleh budaya hingga adat istiadat setempat. Bahkan ketika kerajinan yang diproduksi bertema kontemporer atau modern, kebiasaan setempat akan tetap memengaruhinya, contohnya gantungan kunci yang dibuat di Bandung (daerah pegunungan) akan memiliki karakter berbeda dengan gantungan kunci yang diproduksi oleh para pengrajin di Bali (pesisir pantai).

Prinsip Kebermanfaatan Kerajinan Lunak

Prinsip pembuatan kerajinan bahan lunak alam dan buatan juga memiliki kecenderungan dibuat khusus dengan sangat mempertimbangkan aspek pemaduannya. Pemaduan yang dimaksud adalah penggunaan bahan lain dengan warna dan bentuk yang berbeda tetapi padu dengan bahan dasarnya.

Pemaduan juga dapat dilakukan dengan bahan serupa tetapi dibuat dengan karakteristik yang berbeda. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 8) secara umum jenis karya ini dapat dipilah menurut manfaatnya, sebagai berikut.

1.Kelengkapan Busana

Produk kerajinan bahan lunak dibuat dengan mempertimbangkan produk tersebut dapat mempercantik diri dalam menggunakan busananya. Contohnya produk-produk asesoris seperti gelang, kalung, bros, dan cincin.

2. Kelengkapan Suatu Benda

Kerajinan bahan lunak yang difungsikan sebagai kelengkapan suatu benda. Sebagai contoh, kotak tisu yang dilengkapi dengan hiasan keramik pada bagian muka. Jika kotak tisu sudah tidak terpakai, keramik dapat dilepas dan dipasangkan pada kotak tisu lainnya.

3. Kelengkapan Rumah/Bangunan

Produk kerajinan dapat dijadikan manfaat sebagai pelengkap rumah/bangunan tertentu. Contohnya, air mancur berbentuk kodok di taman rumah.

4. Kelengkapan Keperluan Ritual/Upacara Adat

Banyaknya ritual/upacara adat Nusantara, tentunya bervariasi pula kerajinan bahan lunak yang dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap upacara. contohnya lilin. Lilin banyak digunakan untuk berbagai acara ritual dan pesta adat.

Fungsi/Tujuan Kerajinan Bahan Lunak

Berdasarkan prinsip kebermanfaatan di atas maka kerajinan bahan lunak dapat dikategorikan sebagai produk-produk yang memiliki fungsi atau tujuan berikut ini.

  1. Menambah keindahan Keberadaan kerajinan bahan lunak dapat memperindah penampilan.
  2. Memberi penekanan atau kekhasan pada suatu benda Jika diberi kerajinan bahan lunak, maka sesuatu akan terkesan khas.
  3. Menjadi persyaratan pemakaian Kerajinan bahan lunak merupakan persyaratan untuk dipakai, jika tidak digunakan maka tidak berarti apa-apa.
  4. Merupakan pertanda atau simbol Produk kerajinan bahan lunak dijadikan sebagai pertanda atau simbol suatu kepentingan.
  5. Dibuat khusus sesuai benda aslinya (duplikasi) Kerajinan bahan lunak dibuat secara khusus menyerupai bentuk aslinya untuk alasan dan kebutuhan tertentu.
  6. Sebagai bagian dari karya seni Karena mencerminkan ekspresi keberagaman budaya Nusantara, maka kerajinan bahan lunak merupakan bagian dari karya seni (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 10).

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak

Tentunya bahan lunak memiliki jenis dan karakteristik yang beragam. Berikut adalah pemaparan mengenai jenis dan karakteristik bahan lunak yang biasa digunakan.

Jenis Bahan Lunak untuk Kerajinan

Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi menjadi dua jenis, yakni bahan lunak alam dan bahan lunak buatan. Berikut adalah penjelasan dari kedua jenis bahan lunak tersebut.

Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan (Tim Kemdikbud 2017, hlm. 12). Contoh bahan lunak alam meliputi:

  1. tanah liat,
  2. kulit,
  3. getah nyatu,
  4. bubur tisu, dan
  5. flour clay.

Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah bahan lunak yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Contoh bahan-bahan lunak buatan yang digunakan adalah:

  1. lilin,
  2. gips,
  3. polymer clay,
  4. sabun, dan
  5. parafin.

Karakteristik Bahan Lunak untuk Kerajinan

Keragaman bahan lunak tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Berikut adalah karakteristik atau ciri-ciri dari bahan lunak yang perlu dikenali dan dipahami sebagai salah satu modal dasar untuk menggeluti kerajinan ini.

Baca Juga :   Era Jembatan Besi Dan Baja Sejalan Dengan Adanya

Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak. Beberapa karakteristik bahan lunak alam yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan adalah sebagai berikut.

Tanah Liat

Tanah liat memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya merupakan warna natural tanah, yaitu cokelat. Ada yang berwarna cokelat muda, tua atau cokelat keabu-abuan, serta cokelat keputihan. Setiap warna bergantung pada kandungan dari masing-masing tanah tersebut.

Tanah yang mengandung kaolin lebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware lebih kehitam/keabu-abuan, sedangkan earthenware lebih terlihat cokelat kemerahan. Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300oC, sedangkan earthenware hanya sampai 900oC.

Bahan tanah liat mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran. Jika dibakar, jenis kerajinan ini disebut keramik. Campuran tanah liat adalah air. Pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir (pembakaran tinggi hingga 1300oC), dapat pula hanya dibakar bisquit (900oC) lalu diberi warna cat langsung.

Kulit

Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga mudah dibentuk. Selain itu, kulit juga memiliki karakteristik sebagai berikut. Terdapat kulit yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem, sesuai dengan hewan yang dikuliti. Kulit alami jika terbakar akan berbau seperti sate. Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.

Getah Nyatu

Getah nyatu merupakan getah dari pohon nyatu yang berwarna putih. Warna getah nyatu yang putih memudahkan bahan ini untuk diberi warna yang beragam. Warna yang digunakan biasanya berasal dari pewarna alam, sehinga warnanya pun natural tidak secemerlang warna buatan. Jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar lunak dan elastis. Sifat getah matu ini jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan mengeras.

Flour Clay

Flour clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga kalis dan mudah dibentuk. Campuran bahan flour clay adalah air. Kerajinan dari flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air akan mudah rusak. Pewarnaan flour clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan atau sintetis agar muncul warna-warna yang lebih cemerlang.

Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam dengan maksud mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak. Beberapa karakteristik dari bahan lunak buatan berdasarkan dari macamnya adalah sebagai berikut.

Polymer Clay dan Plastisin

Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, yakni memiliki aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak. Perbedaannya hanya pada polymer clay tidak mengandung minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak. Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan plastisin tetap seperti semula.

Fiberglass

Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan mengeras. Bahan fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras. – Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak/dicor. Campuran fiberglass adalah katalis yang dapat membuat fiberglass dapat cepat mengeras. Pewarnaan fiberglass dapat dilakukan saat masih dalam keadaan cair maupun saat bahan telah mengering. Fiberglass tahan lama dan kuat, wujudnya bening sebening kaca atau air.

Lilin dan Parafin

Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan mencair. Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin dilakukan dengan cara cetak (cor). Pewarnaan lilin dan parafin dilakukan saat lilin mencair. Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan. Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan dicetak kembali.

Gips

Wujud bahan gips adalah bubuk yang kemudian dicampur dengan air sehingga menjadi adonan yang kental. Adonan itu akan mengeras dan menyatu ketika didiamkan. Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara dicor atau dicetak. Pewarnaan gips biasanya dilakukan setelah bahan mengeras. Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya dengan bahan ini.

Sabun

Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat padat atau dapat pula diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti flour clay. Sabun yang didiamkan akan mengeras. Pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna sabun atau dapat pula ditambah biang warna saat sabun dibuat menjadi adonan.

Proses Produksi Kerajinan Bahan Lunak

Beragam benda kerajinan dari bahan lunak alam dan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan dapat dipilih berdasarkan jenis dan karakteristik masing-masing seperti yang telah dijelaskan di atas.

Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, di antaranya membentuk mengukir, mengecor, menempel, melipat, mencetak, dan menggulung. Semua disesuaikan dengan jenis bahan yang digunakan, kemanfaatan, dan rancangan produk kerajinan.

Berikut adalah berbagai proses produksi kerajinan bahan lunak sesuai dengan karakter masing-masing bahan.

Proses Produksi Kerajinan Bahan Lunak Alam

Beberapa kerajinan bahan lunak alam akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut.

Kerajinan Keramik

Kerajinan keramik adalah kerajinan bahan lunak yang terbuat dari bahan tanah liat. Pada pembuatan keramik, tanah liat memiliki sifat plastis, sehingga mudah dibentuk. Setelah itu dibakar dalam tingkat pembakaran suhu 600o C sampai 1300o C sesuai jenis tanah liatnya, sehingga tanah liat menjadi keras, padat, dan kedap air.


Bahan Produksi Pembuatan Kerajinan Keramik

Bahan utama yang digunakan dalam membuat kerajinan keramik adalah tanah liat.


Alat Produksi Pembuatan Kerajinan Keramik

Peralatan kerajinan keramik di antaranya adalah butsir, kawat/benang pemotong tanah, spon, rol kayu, alat putar kaki, alat putar tangan, dan tungku pembakaran.


Produk Pembuatan Kerajinan Keramik

Jenis produk yang dihasilkan oleh kerajinan keramik meliputi vas bunga, cangkir, botol, teko, dan bahkan bentuk hewan lucu.

Proses Pembuatan Kerajinan Keramik

Teknik pembentukan kerajinan bahan tanah liat cukup banyak, di antaranya adalah:

  1. Teknik Pijit Tekan
    (Pinch), yaitu teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan cara tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan;
  2. Teknik Cetak, yakni teknik pembentukan dengan acuan alat cetak dapat digunakan untuk memproduksi produk kerajinan keramik dengan jumlah banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Teknik cetak ada dua, yaitu cetak kering dengan teknik tekan (press) dan cetak basah dengan teknik cor.
  3. Teknik Pilin (Coil), merupakan teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan cara tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.
  4. Teknik Lempengan (Slab), teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.
  5. Teknik Putar, yakni teknik pembentukan badan keramik dengan menggunakan alat putar kaki (kickwheel) dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris.
Baca Juga :   Bagaimana Dengan Kamu Apakah Kamu Sudah Menggunakan Produk Indonesia

Kerajinan Kulit

Proses pembuatan bahan baku kulit cukup sederhana. Kulit hewan potong dicuci bersih terlebih dahulu, direntangkan, kemudian dijemur langsung dengan sinar matahari hingga kering. Sesudah kering, kulit digosok untuk menghilangkan bulu dan kotoran menggunakan kapak kecil. Kemudian, dicuci bersih dan dijemur kembali. Setelah itu, kulit baru dapat dipergunakan.

Bahan Pembuatan Kerajinan Kulit

Bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan kulit adalah kulit tersamak yang berasal dari hewan seperti domba, sapi, dan kerbau.

Alat Pembuatan Kerajinan Kulit

Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan kulit adalah pahat khusus kulit, plong (pembolong kulit), mesin jahit, gunting, dan jarum jahit untuk kulit.

Produk Kerajinan Kulit

Contoh produk kerjinan kulit meliputi sepatu, tas, dan gunungan wayang kulit.

Proses Pembuatan Kerajinan kulit

Proses pembuatan kerajinan kulit sangatlah beragam tergantung dari jenis kulit dan kerajinan kulit yang akan dibuat. Namun secara umum berikut adalah proses pembuatan kerajinan dari bahan lunak kulit.

  1. Pertama-tama kulit direndam dengan air selama satu hari sampai lunak.
  2. Kemudian direntangkan atau dipentangkan dengan menggunakan tali dan pigura kayu yang kuat.
  3. Selanjutnya, kulit tersebut dijemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering.
  4. Kulit yang sudah kering segera ditipiskan dengan cara dikerok. Bagian yang dikerok adalah bagian rambut (bagian luar) dan sisasisa daging yang masih melekat (bagian dalam). Kulit dikerok dengan menggunakan pisau atau pethel sedikit demi sedikit secara hati-hati.
  5. Selanjutnya, pengerokan dilakukan pada bagian luar, namun pengerokan kulit bagian luar hanya sedikit saja karena bila dilakukan pengurangan terlalu banyak maka kulit yang dihasilkan akan menjadi mudah patah bila dilipat.
  6. Setelah kulit ditipiskan, sisa-sisa kerokan dibersihkan dengan air dan bagian yang dikerok dihaluskan dengan amplas.
  7. Selanjutnya, dijemur di bawah sinar matahari lagi hingga kering secara merata.
  8. Kulit diberi warna dasar dan ditatah dengan pahat mengikuti pola.
  9. Kulit diberi warna sesuai kebutuhan.

Kerajinan Adonan Tepung (Flour Clay)

Flour clay adalah sejenis bahan tepung yang dibuat menjadi adonan. Adonan dibuat sedemikian rupa hingga kalis dan lunak sehingga mudah dibentuk. Adonan tepung semacam ini disebut juga dengan playdought.

Bahan Pembuatan Kerajinan Flour Clay

Bahan yang digunakan untuk pembuatan kerajinan flour clay yaitu tepung terigu, tepung sagu, tepung tapioka, lem putih, pewarna makanan/cat poster/akrilik, dan semprot clear. Bahan pendukung lainnya adalah peniti bros, gantungan kunci, dan magnet.

Alat Pembuatan Kerajinan Adonan Tepung

Alat pembuatan kerajinan flour clay merupakan alat sederhana yang ada di rumah, di antaranya baskom, mangkuk, sendok, spatula, gelas ukur, plastik, tripleks, dan waslap.

Produk Kerajinan Adonan Tepung

Beberapa contoh produk kerajinan bahan flour clay meliputi gantungan kunci, boneka lucu, dekorasi tempat pensil, dsb.

Proses Pembuatan Kerajinan Flour Clay

Proses pembuatan kerajinan flour clay sama mudahnya dengan kerajinan tanah liat. Namun, karena warnanya yang sudah terlihat menawan, pembuat karya harus memadukan warna-warna dengan bentuk yang akan dibuat sehingga memunculkan keharmonisan.

  1. Campur semua bahan tepung dengan cara melumurinya dengan air secara perlahan.
  2. Aduk adonan hingga kalis.
  3. Tetesi warna makanan dan aduk hingga rata.
  4. Bentuk adonan sesuai selera, misalnya gantungan kunci berbentuk anak-anak.
  5. Semprot clear pada adonan yang sudah dibentuk agar mengkilap dan awet.

Kerajinan Getah Nyatu

Kerajinan getah nyatu merupakan kerajinan yang memanfaatkan getah pohon nyatu sebagai bahan utama. Kerajinan jenis ini banyak dijumpai di kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Bahan Pembuatan Kerajinan Getah Nyatu

Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan kerajinan getah nyatu yaitu getah nyatu, air panas yang selalu dalam rebusan, air dingin, dan pewarna alam dari tumbuhan atau pewarna sintetis.

Alat Pembuatan Kerajinan Getah Nyatu

Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan getah nyatu yaitu botol atau rol sebagai penggiling, papan sebagai alas, gunting, kuas, dan sendok.

Produk Kerajinan Getah Nyatu

Produk kerajinan getah nyatu yang dibuat pengrajin didominasi bentuk perahu naga atau perahu burung tingang. Perahu burung tingang merupakan perahu yang menggambarkan suku Dayak kala berperang.

Proses Kerajinan Getah Nyatu
  1. Proses perebusan batang pohon nyatu dilakukan sebanyak tiga kali untuk mendapatkan getah yang baik. Perebusan pertama dilakukan dengan mencampurkan sedikit minyak tanah untuk memisahkan batang pohon dengan getahnya.
  2. Perebusan kedua cukup menggunakan air. Perebusan kedua ini untuk memisahkan getah nyatu dengan minyak tanah.
  3. Setelah getah pohon nyatu terkumpul, dilakukan perebusan terakhir untuk menambahkan warna pada getah tersebut. Proses pewarnaan getah nyatu menggunakan bahan-bahan yang alami, seperti berbagai daun yang memiliki kekhasan warna tertentu seperti hitam, hijau, merah, kuning atau cokelat.
  4. Setelah direbus getah ditarik hingga panjang untuk memperoleh ketipisan tertentu.
  5. Getah yang sudah tipis dapat dibentuk aneka kerajinan khas Kalimantan.

Proses Pembuatan Kerajinan Bahan Lunak Buatan

Beragam benda kerajinan dari bahan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Seperti pembuatan kerajinan bahan lunak alami, pembuatan kerajinan bahan lunak buatan juga berbeda-beda berdasarkan sifat dan karakteristik dari bahan yang digunakan. Berikut adalah beberapa proses produksi pembuatan kerajinan bahan lunak buatan berdasarkan masing-masing jenis bahan buatan.

Kerajinan Lilin

Lilin merupakan sumber penerangan yang terdiri atas sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Menurut sejarah, sebelum abad ke-19, bahan bakar yang terkandung di dalam lilin adalah lemak sapi yang banyak mengandung asam stearat. Sekarang yang biasanya digunakan adalah parafin.

Bahan Pembuatan Kerajinan Lilin

Bahan utama dari kerajinan lilin yaitu lilin lebah, lilin batang, parafin, plastisin, silikon, serta katalis untuk cetakan.

Alat Pembuatan Kerajinan Lilin

Alat yang digunakan untuk pembuatan kerajinan lilin yaitu cetakan yang sudah siap pakai, panci, kompor, pengaduk, dan sendok.

Produk Kerajinan dari Lilin

Kita dapat melihat bentuk lilin yang bervariasi seperti aneka flora dan fauna, bahkan sekarang sudah mulai membentuk lilin hias yang merupakan duplikasi dari berbagai bentuk makanan, seperti burger, es krim, pizza, mie bakso, dan sate lontong.

Baca Juga :   Jenis Alat Musik Cara Memainkan Daerah Asal Sumber Informasi
Proses Pembuatan Kerajinan Lilin

Proses pembuatan kerajinan lilin melibatkan pencairan bahan lilin lalu mencetaknya pada cetakan. Cetakan dapat kita beli sudah jadi atau dibuat dengan menggunakan silikon atau bahan lunak lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah proses pembuatan kerajinan lilin.

  1. Pembuatan lilin sederhana saja, kita dapat memulainya dengan cara memanaskan lilin dan parafin di atas panci.
  2. Setelah cair, lilin dapat diberi pewarna bubuk/cair atau dapat pula menggunakan krayon sisa.
  3. Siapkan cetakan di atas gelas, kulit telur atau wadah/loyang kue, jika ada silikon lebih baik. Cara membuat silikon adalah dengan membuat modelnya terlebih dahulu menggunakan gips, plastisin, atau tanah liat.
  4. Kemudian buat kotaknya, silikon disiram sebatas kotak, jika sudah kering dapat dicopot dari modelnya.

Kerajinan Fiberglass

Fiberglass adalah serat gelas berupa kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis. Serat ini dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain, kondisi sudah siap pakai, yang kemudian diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi.

Bahan Pembuatan Kerajinan Fiberglass

Bahan pembuatan fiberglass terdiri atas resin, katalis, matt fiber, cat, dan silikon resin sebagai alat cetak.

Alat Pembuatan Kerajinan Fiberglass

Alat pembuatan kerajinan dari fiberglas yang digunakan yaitu sendok, wadah mangkuk, cetakan silikon, dan gunting.

Produk Kerajinan Fiberglass

Produk kerajinan fiberglass banyak diminati masyarakat, terutama untuk kerajinan hiasan atau bentuk souvenir. Fiberglass memiliki sifat kuat dan tahan lama, juga karakter warnanya yang bening menjadikan kerajinan ini dapat dibuat menyerupai air atau kaca.

Proses Pembuatan Kerajinan Fiberglass

Pembuatan kerajinan fiberglass tidak membutuhkan waktu yang lama, jika sudah dipersiapkan cetakannya. Cetakan untuk kerajinan fiberglass juga terbuat dari silikon. Cetakan silikon dibuat terlebih dahulu agar fiberglass dapat dibuat lebih cepat untuk hasil yang lebih banyak. Pembuatan cetakan silikon sama dengan pembuatan cetakan silikon untuk kerajinan lilin.

Setelah cetakan silikon sudah siap, barulah kita memulai langkah pembuatan kerajinan berbahan fiberglass. Matt fiber digunakan untuk membuat kerajinan fungsi pakai yang kuat dan tebal serta warna yang pekat.

Kerajinan Gips

Kerajinan dari gips banyak diminati orang karena pembuatannya terbilang mudah. Namun, kita perlu terlebih dahulu membuat cetakannya. Bahan gips merupakan bentuk bubuk, sehingga prosesnya harus dicairkan dahulu. Jika ingin terbentuk seperti yang diinginkan harus dibuat cetakan terlebih dahulu.

Bahan Pembuatan Kerajinan Gips

Bahan pembuatan kerajinan gips yaitu bubuk gips, plastisin atau silikon, dan cat akrilik.

Alat Pembuatan Kerajinan Gips

Alat pembuatan kerajinan gips merupakan alat yang sederhana dan mudah didapatkan di rumah, seperti mangkuk/gelas, pengaduk/ sendok, cetakan plastisin, dan kaus.

Produk Kerajinan Gips

Produk kerajinan gips dibuat pengrajin untuk berbagai kerajinan yang dijadikan hiasan. Hiasan dapat berbentuk patung, boneka, atau flora dan fauna. Kerajinan dari gips mudah pecah, sehingga berhati-hatilah saat memegangnya.

Proses Pembuatan Kerajinan Gips

Bubur gips dibuat dengan perbandingan 1 : 2, takaran 1 untuk gips dan 2 untuk air. Jika untuk cor benda yang berongga, perbandingan dibuat 1 : 3. Kemudian, aduk hingga tidak ada lagi gumpalan gips. Dengan demikian, gips akan lebih cepat mengering.

Jika sudah kering, gips yang sudah dicetak dapat diamplas agar terlihat halus. Barulah dapat dicat sesuai keinginan. Lakukan pengecatan warna dasar terlebih dahulu agar permukaan gips tertutup sempurna.

Kerajinan Sabun

Sabun merupakan bahan lunak buatan yang dihasilkan dari zat kimia tertentu. Meskipun sabun kita pergunakan sehari-hari sebagai bahan untuk membersihkan diri pada saat mandi. Meskipun hanya dapat dipergunakan sebagai hiasan, kerajinan dari sabun dapat menjadi sarana latihan mengukir, sebelum mengukir pada bahan keras seperti batu dan kayu

Bahan Pembuatan Kerajinan Sabun

Bahan yang digunakan untuk pembuatan kerajinan sabun adalah sabun batangan. Selain itu dapat pula sabun olahan bentuk cair dan siap dicetak.

Alat Pembuatan Kerajinan Sabun

Alat yang digunakan untuk kerajinan sabun teknik ukir adalah butsir, jarum/kawat, pensil, spidol, dan cetakan silikon.

Produk Kerajinan Sabun

Produk kerajinan dari sabun semakin banyak diminati orang. Hal ini terbukti bahwa sabun tidak hanya sekadar sebagai bahan untuk mandi, melainkan dapat berfungsi sebagai pengharum atau penghias ruang.

Proses Pembuatan Kerajinan Sabun

Pembuatan kerajinan sabun kali ini ditampilkan teknik ukir atau cukil. Jika tidak ada cetakan dilakukan dengan cara diukir, sedangkan jika tersedia cetakan dapat dibuat dengan teknik cor.

Kerajinan Polymer Clay

Jenis bahan polymer clay belum banyak yang mengenalnya. Di Amerika Serikat, jenis bahan ini sangat populer. Polymer clay adalah semacam adonan yang sudah dicampur dengan bahan tertentu sehingga menjadi mirip adonan kue.

Bahan Pembuatan Kerajinan Polymer Clay

Bahan pembuatan kerajinan polymer clay adalah polymer clay warna warni siap pakai, benda pendukung lainnya yang dapat dihias dengan polymer clay, seperti kotak pensil, wadah serbaguna, dan bingkai foto.

Alat pembuatan kerajinan Polymer Clay

Alat yang digunakan untuk pembuatan kerajinan polymer clay yaitu cukil, alat cetak dorong, alat cetak tekan, dan alat cetak potong.

Produk Kerajinan Polymer Clay

Produk kerajinan dari polymer clay sangat menarik. Warna-warnanya yang indah menjadikan kerajinan polymer clay banyak disukai. Produk yang banyak dibuat biasanya berbentuk duplikasi dari sebuah benda. Akibatnya, terkadang mata tertipu dengan wujud duplikasi polymer clay. Orang sulit membedakan benda yang asli dan mana yang duplikasi. Itulah keunikan dari kerajinan bahan lunak polymer clay ini.

Proses Kerajinan Polymer Clay

Polymer clay dapat dicampur dengan baik dan mudah, sehingga akan didapatkan berbagai variasi warna campuran ataupun kombinasi. Caranya yaitu hanya dengan mencampur beberapa warna dari bahan polymer clay yang diinginkan. Cobalah beberapa jenis polymer clay, karena masing-masing jenis memiliki karakter kelunakan yang berbeda.

Ada juga jenis polymer clay yang langsung kering setelah dibentuk. Namun, ada pula jenis polymer clay yang harus dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu di bawah 1000 C baru dapat mengeras. Jika didesain dengan unik dan mengikuti tren yang ada, kerajinan polymer clay dapat bernilai jual tinggi hingga ke mancanegara. Misalnya polymer clay yang dibuat dengan karakter kartun atau pejuang-pejuang dalam film “Star Wars”.

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Prakarya SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebutkan alat dan bahan pembuatan tas dari plastik kemasan pewangi

Posted by: pskji.org