Berapa lama bakteri tbc bertahan di udara

Berapa lama bakteri tbc bertahan di udara



Indonesiabaik.id
– Tuberkulosis atau TBC di Indonesia adalah salah satu jenis penyakit infeksi yang menyerang banyak orang, bahkan sering kali berakhir dengan kematian. Lalu, apa itu TBC? Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang merusak jaringan tubuh manusia dan biasanya menyerang paru-paru.


Di Indonesia, TBC adalah penyakit infeksi yang paling banyak berakhir dengan kematian dan menjadi nomor 1. Selain itu, perlu diketahui kuman TBC dapat bertahan dalam udara bebas selama 1-2 jam. Bahkan, setiap detik satu orang terinfeksi penyakit TBC dan membutuhkan layanan pengobatan selama 6 bulan.


TBC lebih banyak terjadi pada laki-laki (60%) daripada perempuan (40%). Proporsi kasus tuberkulosis terbanyak tahun 2016 ditemukan pada kelompok usia produktif (25-34 tahun) yaitu sebesar 18,07%, diikuti kelompok umur 45-54 tahun sebesar 17,25 persen.


Terakhir, saat telah terinfeksi TBC penderita mendapatkan pengobatan selama 6 bulan secara rutin. Tidak hanya itu, berdasarkan data dari WHO, Indonesia juga menjadi negara kedua penderita TBC terbanyak di dunia.

Ilustrasi batuk. health24.com


TEMPO.CO
,

Jakarta

– Jangan sepelekan orang yang batuk atau bersin di sekitar kita. Batuk bisa menyebarkan kuman hingga 6 meter, bahkan bersin hingga 8 meter! Dari sinilah penularan penyakit TBC terjadi. Bakteri yang terbawa di cairan dari batuk dan bersin ini bisa bertahan di udara selama 10 menit.

Penyakit TBC yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis ini sebenarnya sudah ada di dunia sekitar 9.000 tahun yang lalu. Penyakit ini meningkat pada tahun 1985, bersamaan dengan banyaknya penderita HIV yang memiliki kekebalan tubuh rendah.

Pada 1993, World Health Organization (WHO) menetapkan TBC sebagai global emergency, pertama kalinya sebuah penyakit diberi label sedarurat itu.

Sejak itu, TBC menjadi penyebab kematian terbesar kedua secara global. Pada 2015 saja, setidaknya 1,8 juta orang meninggal dunia akibat TBC. Belum lagi puluhan juta lainnya yang jatuh sakit karena TBC.

Penularan penyakit TBC bisa terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi bakteri. Hal ini bisa terjadi setelah penderitanya batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, bahkan bernapas sekalipun.

Meski demikian, tidak serta-merta setiap orang yang menghirup udara terkontaminasi kuman Tuberculosis akan langsung tertular. Semuanya tergantung dari kekebalan tubuh masing-masing orang. Idealnya, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik dapat menjaga diri mereka dari risiko terinfeksi TBC.

Perlu diingat ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang lebih rentan tertular dibandingkan dengan yang lain, misalnya penderita penyakit dengan kekebalan tubuh rendah seperti HIV.

Baca Juga :   Materi bahasa inggris kelas 7 semester 1 pdf

Memastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi Bacillus Calmette-Guerin atau BCG saat usia 2 bulan juga merupakan salah satu cara untuk menghindari penularan penyakit TBC. Semakin banyak anak mendapatkan vaksinasi BCG, semakin kecil kemungkinan tertular TBC.

Kini, sudah banyak perkembangan di bidang medis untuk mendiagnosis dan mengobati TBC. Namun tetap penting untuk tahu cara penularan TBC dan sebisa mungkin menekan kemungkinan penularan.

Tidak hanya orang yang menderita penyakit TBC saja yang harus sadar akan bahaya penularan penyakit TBC, namun kesadaran ini harus dilakukan setiap orang. Bagi penderita TBC, jalani pengobatan hingga benar-benar tuntas.

SEHATQ

Penyakit tuberculosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Seperti apa cara penularan TBC? Perlu diketahui dulu bahwa bakteri ini biasanya menginfeksi paru-paru, namun pada beberapa individu, bakteri tersebut dapat menyerang bagian tubuh manapun.

Ada banyak jenis tuberkulosis, tetapi dua tipe utama dari penyakit ini disebut infeksi tuberkulosis aktif dan TB laten.

TB aktif adalah ketika penyakit ini secara aktif menghasilkan gejala dan dapat menular ke orang lain. TB laten adalah ketika orang tersebut terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, tetapi tidak menimbulkan gejala.

Penderita TB laten biasanya tidak dapat menularkan bakteri Mycobacterium tuberculosis kepada orang lain, kecuali sistem kekebalan gagal. Kegagalan ini menyebabkan reaktivasi (pertumbuhan bakteri tidak lagi ditekan) yang mengakibatkan TB laten menjadi aktif sehingga orang tersebut menjadi menular.

Sekitar sepertiga penduduk dunia mengidap TB laten yang berarti orang telah terinfeksi bakteri TB tetapi belum (belum) sakit dan tidak dapat menularkan penyakit tersebut.
Ketika seseorang mengidap TB aktif, maka mereka akan mengalami beberapa gejala. Gejala TBC umumnya terdiri dari:

  • Batuk parah yang berlangsung setidaknya tiga minggu atau lebih
  • Keringat di malam hari
  • Batuk

    darah atau dahak
  • Sakit pada bagian dada
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan tanpa nafsu makan
  • Demam dan menggigil

Beberapa gejala tersebut mungkin akan tampak ringan selama berbulan-bulan, namun inilah yang berbahaya. Kenapa? Jika ini terjadi, maka bisa menyebabkan keterlambatan dalam mencari perawatan dan mengakibatkan penularan bakteri ke orang lain.

Orang yang sakit TB dapat menginfeksi hingga 10-15 orang lain melalui kontak dekat selama setahun. Tanpa pengobatan yang tepat, hingga dua pertiga orang yang sakit TB akan beresiko mengalami kematian.

Baca Juga:
Apakah TBC dapat Disembuhkan?

Cara Penularan TBC

Penyakit TBC memang menular dan dapat ditularkan dari orang yang terinfeksi ke orang yang tidak terinfeksi. Cara penularan tbc dapat terjadi terutama ketika seseorang dengan TBC batuk, bersin, berbicara, atau bahkan bernyanyi. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal sebagai penyakit yang ditularkan melalui udara.

Baca Juga :   Tabung Penggorengan Tertutup Bertekanan Disebut Juga

Orang lain yang menghirup bakteri aerosol dapat terinfeksi penyakit ini, namun yang bisa menularkan TBC hanya mereka yang mengidap TBC aktif.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) A.S.
menyatakan bahwa penyakit ini tidak menyebar atau menular melalui kegiatan seperti berikut ini:

  • Berjabat tangan.
  • B
    erbagi makanan, minuman, atau sikat gigi.
  • Menyentuh barang-barang seperti dudukan toilet, pakaian, atau sprei.
  • Berpelukan atau mencium orang yang terinfeksi.

Baca Juga:
Benarkah Covid-19 Airborne?

Ada banyak faktor risiko penyakit tuberkulosis. Kelompok yang berisiko tinggi tertular adalah yang bekerja di rumah sakit dan daerah lain di mana orang yang terinfeksi TB mungkin tinggal (penjara, panti jompo, tempat penampungan tunawisma). Hubungan dekat dengan orang dengan infeksi TB yang diketahui juga berisiko lebih tinggi.

Orang lain yang berisiko tinggi termasuk yang berikut:

  • Anak-anak dan orang tua dengan sistem kekebalan yang lemah
  • Penderita infeksi HIV
  • Penyalahguna narkoba, terutama penyalahgunaan narkoba IV
  • Pasien kanker
  • Pasien transplantasi
  • Penderita diabetes
  • Pasien penyakit ginjal

Pengobatan TBC

Pengobatan tuberkulosis, baik infeksi aktif maupun infeksi TB laten, melibatkan penggunaan beberapa obat anti-TB yang berbeda. Beberapa jenis obat yang umum digunakan dalam pengobatan TB biasanya adalah

  • Isoniazid (INH)
  • Rifampisin

    (RIF)
  • Etambutol (EMB)
  • Pirazinamida (PZA)

Pengobatan penyakit TBC umumnya dilakukan selama 6-9 bulan. Seorang dokter akan menentukan pengobatan terbaik untuk Anda secara individual karena beberapa jenis bakteri resisten terhadap obat tertentu.

Beberapa orang mungkin tidak menular setelah 2 minggu saat menjalani pengobatan atau selama perawatan. Beberapa peneliti menyarankan bahwa orang lain mungkin membutuhkan waktu lebih lama sampai mereka tidak dapat menyebarkan penyakit.

Pengobatan tuberkulosis adalah proses yang rumit dan lama. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan tetap menjalani pengobatan. Usahakan untuk mempertahankan aktivitas dan hobi normal Anda serta tetap terhubung dengan keluarga dan teman.

Cara Mencegah Penularan TBC

Saat seseorang positif terinfeksi TBC laten, dokter mungkin menyarankan untuk minum obat agar mengurangi risiko mengembangkan TBC aktif. Satu-satunya jenis TBC yang menular adalah jenis yang aktif yang menyerang paru-paru.

Baca Juga :   Perbedaan memperoleh pengetahuan secara indrawi dan nalar

Jika Anda dapat mencegah tuberkulosis laten menjadi aktif, akan lebih kecil kemungkinan anda untuk menularkan tuberkulosis ke orang lain. Kemudian untuk orang yang terinfeksi TBC aktif terdapat beberapa cara mencegah penularan TBC, seperti:

1. Tinggal di Rumah

Usahakan untuk mengurangi intensitas anda di luar rumah selama beberapa minggu pertama pengobatan tuberkulosis aktif.

2. Beri Ventilasi Ruangan

Bakteri penyebab penyakit tuberkulosis akan lebih mudah menyebar di ruang tertutup dimana udara tidak bergerak. Jadi memiliki ventilasi udara yang cukup supaya udara didalam ruangan bisa keluar sangat penting diperhatikan. Jika di luar ruangan tidak terlalu dingin, bukalah jendela dan gunakan kipas angin untuk meniup udara dalam ruangan ke luar.

3. Tutup Mulut

Jika anda terinfeksi TBC, usahakan untuk selalu menutup mulut anda baim saat anda bersih, batuk ataupun tertawa di dekat orang lain. Anda bisa menggunakan tisu atau sapu tangan, untuk mencegah penularan. Jangan lupa buang tisu kotor ke tempat sampah setelah digunakan.

4. Gunakan Masker

Usahakan juga untuk rajin menggunakan
masker

seperti masker bedah saat anda harus bertemu dengan orang lain selama tiga minggu pertama perawatan. Hal ini  dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Baca Juga:
Sering Salah, Ketahui Cara Menggunakan Masker yang Benar!

5. Selesaikan Seluruh Pengobatan

Hal terpenting yang bisa dilakukan untuk melindungi diri Anda dan orang lain dari TBC adalah dengan menyelesaikan pengobatan. Jika Anda menghentikan pengobatan lebih awal atau melewatkan dosis, bakteri TB berpeluang mengembangkan mutasi yang memungkinkan mereka bertahan dari obat TB yang paling ampuh. Jenis bakteri yang resisten terhadap obat jauh lebih mematikan dan sulit diobati.

6. Lakukan Vaksinasi

Saat ini vaksinasi tuberkulosis telah tersedia, dan umumnya diberikan sejak bayi. Vaksinasi ini dikenal dengan vaksin basil Calmette-Guerin (BCG) karena dapat mencegah tuberkulosis parah pada anak-anak.

Walaupun penyakit TBC bisa disembuhkan dan memiliki vaksin, namun tetap tergolong salah satu penyakit yang sangat berisiko menimbulkan kematian.

Upayakan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi serta kaya
vitamin
. Jangan lupa untuk selalu aktif bergerak dengan melakukan olahraga atau latihan ringan untuk menjaga tubuh tetap bugar.

Berapa lama bakteri tbc bertahan di udara

Posted by: pskji.org