Kendala atau permasalahan dalam menentukan bahan produk peralatan teknologi terapan

Kendala atau permasalahan dalam menentukan bahan produk peralatan teknologi terapan

Usaha Produk Peralatan Teknologi Terapan | Banksoalku.net

Ilustrasi Usaha Produk Peralatan Teknologi Terapan (sumber: https://download-oem-software.com/)

1)
TEKNOLOGI TERAPAN


adalah teknologi yang dibentuk oleh suatu masyarakat pada daerah tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan, lingkungan, kebudayaan, hingga ekonomi masyarakat.

Teknologi terapan memiliki beberapa manfaat yaitu untuk meringankan kinerja dalam suatu kegiatan masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, memberikan nilai tambah produk, dan membantu mewujudkan sebuah usaha yang efisien. Sehingga teknologi terapan perlu dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.


Contoh Teknologi Terapan di Bidang Pertanian:

a) Mesin perontok padi: digunakan untuk kegiatan perontokan padi dan mengolahnya menjadi beras. Kerusakan gabah yang dihasilkan kurang dari 2% dengan kapasitas kerja hingga 500 kg/jam.

b) Mesin pemipil jagung: Membantu proses pemipilan pada jagung yang telah dipanen oleh petani. Mesin ini menggunakan tenaga penggerak dengan kekuatan diesel dan menghasilkan 1-1,5 ton perjam.

c) Mesin traktor: membantu petani untuk membajak sawah sehingga pengolahan tanah menjadi lebih cepat.

d) Mesin penghasil ekstrak minyak biji-bijian

Manfaat teknologi terapan di bidang pertanian adalah untuk meningkatkan produktivitas sehingga kegiatan pertanian akan jauh lebih berkembang dan semakin maju, sehingga menghasilkan berbagai keuntungan yang besar.

2)Usaha yang bergerak di bidang usaha teknologi terapan haruslah


memahami acuan


yang menjadi suatu pedoman mengapa suatu


teknologi terapan dikatakan sebagai tepat guna

.


Suatu peralatan teknologi dapat dikatakan sebagai teknologi terapan yang tepat guna jika memiliki 4 kriteria yang bisa dijadikan acuan, yaitu :

a) Peralatan yang diciptakan haruslah dibuat dan diciptakan dengan sumber daya yang sudah ada di lingkungan tersebut

b) Peralatan yang dibuat haruslah sesuai, cocok dan dapat diterima oleh masyarakat sesuai nilai nilai yang berlaku

c) Peralatan yang dibuat haruslah mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di lingkungan tersebut.

d) Masyarakat bisa mempelajari, mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan peralatan teknologi terapan tersebut dengan mudah. (

User friendly

)

Setelah memahami pedoman diatas, maka dikembangkan suatu gagasan atau ide usaha yang akan dirancang. Ide usaha yang dirancang tentunya dengan melihat peluang yang muncul. Peluang tersebut harus kita daya gunakan sebagai suatu ide yang berbentuk usaha, yang kemudian menghasilkan usaha yang dijalankan.

3)
Lobbying pada tujuan berbisnis adalah aktivitas yang dilakukan oleh pelaku usaha pada memengaruhi pihak lain agar pihak tersebut memiliki kepentingan serta pendapat yang sama dengan kita, dalam hal ini tentunya yang berhubungan dengan bisnis agar konsumen mau membeli. Definisi yang lebih luas artinya suatu upaya informal dan persuasif yang dilakukan oleh satu pihak  perorangan, kelompok, pemerintah) yang memiliki kepentingan eksklusif buat menarik dukungan berasal dari pihak -pihak yang dianggap mempunyai kewenangan, sehingga target yang diinginkan tercapai. Pendekatan secara persuasif berdasarkan pendapat ini lebih dikemukakan pada pihak pelobi dengan demikian diperlukan keaktifan untuk pelobi untuk menunjang kegiatan tersebut.

4) Etika Lobbying Pandangan ini terdapat dua pihak atau lebih yang berkepentingan atau yang terkait pada suatu obyek, tetapi kedudukan mereka tidak sama. Pada arti yang terdapat pada satu pihak yang merasa paling berkepentingan atau atau paling membutuhkan, sehingga lalu melakukan upaya yang lebih berasal yang lain untuk memcapai sasran atau obyek yang diinginkan. Pihak yg paling berkepentingan inilah yg akan aktif melakukan banyak sekali cara buat mencapai obyek tadi dengan salah satu caranya melakukan lobbying.

5)Teknologi merupakan ilustrasi berasal sebuah inovasi perangkat keras (hardware) yang menerapkan prinsip-prinsip saintifik yang selalu diperbarui di setiap waktunya. Secara etimologis, kata teknologi asal dari bahasa Yunani yaitu “technologia” yang terdiri lagi asal 2 kata yaitu


“techne” yang berarti keahlian

 atau


keterampilan


dan “logia” yang berarti pengetahuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa teknologi merupakan suatu objek yang mengacu kepada sebuah perangkat  keras yang dapat digunakan buat mempermudah aktivitas serta kegiatan manusia mirip mesin atau perkakas.

Secara luas, teknologi dapat diartikan sebagai pengertian sistem, teknik, konsep, bahkan organisasi. Konsep yang dimaksud disini artinya seputar penggunaan teknologi dan bagaimana teknologi tersebut dapat berpengaruh terhadap kemampuan manusia agar dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat. Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam berbagai bidang kehidupan tidak bisa kita bendung lagi, tidak hanya di kota besar tetapi sudah merambah hingga tingkat pelosok wilayah atau pedesaan.

Perkembangan dunia Teknologi dan Komunikasi (TIK) seperti personal komputer, internet, video, flash, dan sebagainya sudah saatnya kita manfaatkan semaksimal mungkin buat kemajuan dunia pendidikan pada negara kita. Keberadaan berbagai media tadi bisa berperan serta secara aktif pada memecahkan masalah-masalah dalam bidang pendidikan nasional kita dan pada upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia (sendok makan) melalui pengembangan dan eksploitasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Baca Juga :   Udara Kering Pada Atmosfer Mengandung Gas Nitrogen Sebesar

6)Teknologi artinya sebuah terobosan baru yang sudah diciptakan oleh manusia yang berasal dari beberapa generasi. Sebagai akibatnya, ketika mengalami banyak perubahan dan penemuan hal yang baru. Disaat itulah, akses jaringan serta asal daya berbasis nirkabel juga berkembang dan banyak menggantikan penggunaan jaringan kabel saat ini. Internet of Things merupakan kepanjangan dari IoT ialah salah satu penemuan terbaru yang waktu dikembangkan sebab mempunyai kelebihan dari segi fungsionalitas dan mendukung kinerja tanpa memakai donasi kabel, dan berbasis wireless. Internet of things ialah suatu konsep atau program dimana sebuah objek memiliki kemampuan untuk mentransmisikan atau mengirimkan data melalui jaringan tanpa menggunakan perangkat personal komputer serta manusia.

Internet of Things atau sering dianggap dengan IoT saat ini mengalami banyak perkembangan. Perkembangan IoT dapat dilihat mulai berasal tingkat konvergensi teknologi nirkabel, microelectromechanical (MEMS), internet, dan QR (Quick Responses) Code. IoT pula tak jarang diidentifikasi dengan RFID (Radio Frequency Identification) menjadi metode komunikasi.

Selain itu, juga meliputi teknologi berbasis sensor, mirip teknologi nirkabel, QR Code yang seringkali kita jumpai. Kemampuan berasal IoT sendiri tak perlu diragukan lagi. Banyak sekali teknologi yang sudah menerapkan sistem IoT, menjadi contoh sensor cahaya, sensor suara asal teknologi Google, yaitu Google, dan Amazon Alexa. Baru-baru ini waktu ini, penerapan Smart City yang sudah dilakukan pada beberapa negara  maju, mirip China dan Jerman. Sehingga, segala bentuk kegiatan penduduk suatu kota dapat termonitoring dengan baik oleh sistem dengan jaringan basis data berskala besar.

7) Sistem konsinyasi artinya adalah suatu perjanjian antara 2 pihak dimana salah satu pihak menjadi pemilik barang menyerahkan barangnya pada pihak tertentu untuk menjualnya dan kemudian akan mendapatkan pembagian komisi. Pihak pemilik barang ialah pihak yang dititipi atau menjual barang. Sistem penjualan konsinyasi sendiri telah banyak dilakukan, diantaranya bidang kuliner, elektro dan bidang perjuangan lain.

Kelebihan sistem konsinyasi adalah:

a) Memperluas pasar dan menghemat biaya promosi, dengan melakukan perjanjian penjualan konsinyasi, akan memperoleh laba seperti memperluas pasar serta menghemat biaya promosi.

b) Menghemat sumber daya manusia dan pelayanan, produk yang dititipkan pada pihak penjual tentu saja akan dijual oleh mereka. Sehingga pemilik barang tidak perlu melayani konsumen atau pelanggan secara langsung. Dengan demikian cara ini bisa menghemat sumber daya manusia untuk melakukan pemasaran juga pelayanan.

c) Fokus terhadap produk. Kelebihan selanjutnya yang dapat diperoleh ialah bisa lebih fokus terhadap kualitas produk yang akan diproduksinya. Selain itu, juga bisa melakukan penemuan-inovasi supaya produk lebih unggul. Pemasaran produk dan penjualan telah diatasi, dengan begitu pastinya lebih bisa menghemat saat menyebarkan produk baru lagi.

Kekurangan-kekurangan:

a) Risiko kerugian. Adapun risiko kerugian yang dimaksud ialah dapat timbul bila salah dalam pemilihan penjual. Apabila penjual yang dipilih tidak menjual produk dengan baik atau produk yang ada lakunya sangat lama maka pemilik barang dapat mengalami kerugian.

b) Promosi tidak sesuai. Sebab pihak pemilik produk tidak melakukan penjualannya secara pribadi, maka terdapat kemungkinan bila kenaikan promosi yang dilakukan oleh penjual tidak sinkron dengan yang diharapkan.

c) Uang tidak dapat langsung diterima Kelemahan terakhir ialah penjualan konsinyasi bagi pemilik produk merupakan pembayaran yang tidak langsung atau uang tidak bisa langsung diterima setelah produk terjual. Hal ini karena sistem pembayaran yang terdapat mengikuti sistem pembayaran dari penjual biasanya per minggu atau per bulan, tergantung menggunakan apa yang sudah disepakati pada purchase order.

8)Promosi (promotion) adalah usaha atau upaya untuk memajukan atau menaikkan suatu usaha misalnya untuk menaikkan perdagangan atau memajukan bidang usaha. Promosi umumnya merupakan aktivitas global usaha yang ditujukan buat menaikkan penjualan atau produktivitas serta pendapatan perusahaan.  Tujuan aktivitas promosi adalah memberitahukan serta mengkomunikasikan kepada masyarakat terkait wacana eksistensi produk kemanfaatan, keunggulan, atribut-atribut yang dimiliki, harga, dimana dan cara memperolehnya. Asal dari promosi berasal kata promote dalam bahasa Inggris yang diartikan menjadi mengembangkan atau menaikkan. Pengertian tadi jika dihubungkan dengan bidang penjualan berarti menjadi alat untuk menaikkan omzet penjualan. Perusahaan bisa melakukan aktivitas kenaikan pangkat secara pribadi ataupun tidak langsung melalui media massa. Kegiatan kenaikan pangkat tersebut akan dipilih perusahaan tergantung dari faktor-faktor:

  1. Jumlah dana promosi yang tersedia
  2. Masa tahapan kehidupan produk
  3. Pemberi sasaran yang dituju
  4. Sifat spesifik berasal produk
Baca Juga :   Kerosin dalam kehidupan sehari hari dikenal dengan nama

Dalam mewujudkan tujuan-tujuan kenaikan pangkat perlu dilakukan pemilihan taktik kenaikan pangkat secara sempurna. Hal ini karena tak seluruh seni manajemen promosi cocok untuk suatu produk. Apabila terjadi kesalahan dalam menentukan seni manajemen promosi maka tentu saja akan mengakibatkan terjadinya pemborosan. Guna memberi kerangka pemikiran pada menentukan seni manajemen promosi yang efektif ini. Dalam aktivitas pemasaran, kita mengenal macam-macam promosi atau diklaim juga menggunakan promotional mix. Promotional mix adalah kombinasi seni manajemen yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal selling, serta promosi lain yang semuanya direncanakam untuk mencapai tujuan program penjualan.

9) Promosi mempunyai lima fungsi yang sangat krusial bagi suatu perusahaan. Kelima fungsi tersebut dijabarkan menjadi berikut:

a) Informing (memberikan informasi) Promosi menyebabkan konsumen sadar akan produk-produk baru, mendidik mereka dalam berbagai fitur serta manfaat merek, dan memfasilitasi penciptaan citra sebuah perusahaan yang membentuk produk atau jasa. Promosi menampilkan peran bernilai lainnya, baik buat merek yang diiklankan juga konsumennya, menggunakan dengan mengajarkan manfaat-manfaat baru dari merek yang sudah ada.


b) Persuading (Membujuk) Media promosi atau iklan yang baik akan bisa mempersuasi pelanggan buat mencoba produk serta jasa yang ditawarkan. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan utama, yakni menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori produk.


Lebih seringkali, promosi berupaya buat menciptakan permintaan sekunder, permintaan bagi merek perusahaan yang spesifik.

c) Reminding (Mengingatkan) Iklan menjaga supaya merek perusahaan permanen segar dalam ingatan para konsumen. Saat kebutuhan timbul, yang berhubungan dengan produk dan jasa yang diiklankan, akibat promosi di masa kemudian memungkinkan merek pengiklan hadir di benak konsumen. Periklanan lebih jauh didemonstrasikan buat mensugesti pengalihan merek menggunakan mengingatkan para konsumen yang akhir-akhir ini belum membeli merek yang tersedia serta mengandung atribut-atribut yang menguntungkan.

d) Adding Value (Menambah nilai) Ada 3 cara mendasar dimana perusahaan bisa memberi nilai tambah bagi penawaran-penawaran mereka, penemuan, penyempurnaan kualitas, atau mengganti persepsi konsumen. Ketiga komponen nilai tambah tersebut benar benar independen. Promosi yang efektif mengakibatkan merek dicermati lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergengsi, dan bisa lebih unggul dari tawaran pesaing.

e) Assisting (Mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan) Periklanan merupakan keliru satu alat promosi. Promosi membantu perwakilan penjualan. Iklan mengawasi proses penjualan produk-produk perusahaan serta memberikan pendahuluan yang bernilai bagi wirausahawan sebelum melakukan hubungan personal dengan para pelanggan yang prospektif. Upaya, waktu, serta periklanan bisa dihemat sebab lebih sedikit saat yang dibutuhkan untuk memberi info kepada prospek tentang keistimewaan dan keunggulan produk jasa. Terlebih lagi, iklan melegitimasi atau membuat apa yang dinyatakan klaim sang perwakilan penjual lebih andal.

10)Promosi tidak langsung adalah suatu bentuk strategi promosi yang dilakukan dengan cara mempengaruhi pikiran calon konsumen dengan cara penerapan yang tidak langsung, yaitu bersifat persuasif atau mengajak, sehingga calon konsumen menjadi tertarik untuk melakukan pembelian atas produk atau jasa yang ditawarkan.


Perwujudan atas penjualan tidak langsung dapat kita temukan dalam bentuk :

a) Iklan (

Advertising

)

b) Tanggung jawab sosial perusahaan (
Corporate Social Responsibility
),

c) Pemasaran interaktif via internet secara tidak langsung. (

Online Marketing

)

d) Hubungan Masyarakat (

Public Relation

)

Dalam suatu promosi diperlukan adanya suatu


media promosi



( Collateral Promotion )

. Media ini berfungsi sebagai penyambung informasi yang berkaitan dengan kepentingan suatu perusahaan atau wirausaha dalam hal pemasaran.

Fungsi promosi atau dapat dikatakan juga sebagai kegunaan promosi, berdasarkan teori yang dikemukakan oleh


Terence A. Shimp,


promosi mempunyai lima fungsi atau kegunaan yang sangat berpengaruh besar bagi suatu perusahaan atau usaha, yang dimana akan mempengaruhi terhadap perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Lima fungsi tersebut yaitu :


a) Informing


(memberikan informasi)


b) Persuading


(Membujuk)


c) Reminding


(Mengingatkan)


d) Adding Value


(Menambah nilai)


e) Assisting


(Mendampingi calon konsumen dalam lingkup kepentingan perusahaan)

Kelima fungsi dari promosi tersebut , tentunya tidak akan dapat tersampaikan apabila tidak adanya suatu media promosi. Media promosi dapat berupa iklan, humas, dan online marketing.

11) Agen ialah lembaga yang melaksanakan perdagangan melalui penyediaan barang atau jasa atau fungsi khusus yang berkaitan dengan penjualan atau distribusi barang tetapi mereka tidak mempunyai hak memiliki barang yang diperdagangkan. Pada umumnya, agen berperan menjadi perantara antara konsumen menggunakan perusahaan induk sedangkan suatu distributor bekerja atas nama perusahaannya sendiri dan memiliki hak atas pembelian, penyimpanan, penjualan serta pemasaran barang barang tertentu.

Ciri-ciri agen sebagai berikut:

a)

Jumlah barang yang dijual sang agen umumnya lebih sedikit berasal distributor.

Baca Juga :   Top 14 masker duckbill warna careion isi 50 terbaik 2022

b) Daerah pemasaran agen tidak begitu luas.

c) Agen membeli barang dalam jumlah besar buat dijual kembali pada reseller.

d) Sistem pembelian barang atau jasa dari distribusi bisa dilakukan dengan cara beli putus atau sistem komisi.

e) Umumnya agen tidak melayani pembelian langsung oleh konsumen.

f) Agen bisa membuka peluang menjadi reseller pada pihak lain.

g) Agen hanya menjual produk asal satu pembuat, serta tidak boleh menjual produk dari pesaing.

h) Sebagai agen tidak wajib berbentuk badan usaha atau memiliki ijin sebagai badan usaha.

12)
Smart home

merupakan bentuk rumah yang berbasis teknologi. Dimana teknologi yang dipasang memiliki fungsi agar pemiliknya dapat mengatur dan mengontrol rumah dari jarak jauh, kapan saja dan dari mana pun itu secara otomatis. Yang diperlukan hanyalah ketersediaan jaringan internet dan perangkat seluler atau

handphone

sebagai remotnya.

Dengan kemudahan tersebut,

smart home

atau disebut juga sistem rumah pintar dapat menyambungkan seluruh perangkat yang ada di rumah. Hal ini memungkinkan bagi penghuni rumah untuk mengontrol banyak fungsi, seperti pengaturan suhu ruangan, pencahayaan, mematikan atau menyalakan TV, atau bahkan memantau sistem keamanan rumah dari jarak jauh. Meskipun sedemikian canggihnya, rumah yang dilengkapi sistem smart home ini tidak jauh berbeda dengan rumah biasa pada nampak luarnya.

Selain itu, sistem rumah pintar ini juga dapat memberikan pemberitahuan melalui handphone pemilik jika terjadi suatu masalah. Contohnya pada bel

smart door


yang memungkinkan pemilik untuk dapat mengetahui siapa yang ada di luar pintu rumah, dengan cara melihat dan berkomunikasi lewat interkom. Contoh lainnya yaitu pada alat pendeteksi asap yang dapat memunculkan notifikasi langsung ke

handphone

bila akan ada ancaman kebakaran.

Dengan menggunakan sistem

smart home
, pemilik rumah bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. Salah satunya adalah penghematan biaya. Peralatan-peralatan elektronik di rumah dapat digunakan secara efisien, sehingga bisa mengurangi biaya listrik yang harus dibayarkan. Pemilik rumah tidak perlu lagi khawatir akan ada pembengkakan biaya listrik jika lupa mematikan barang-barang elektronik saat bepergian. Cukup dengan mengecek dan mematikannya lewat

handphone

dan semua pun aman terkendali.

13)
Berikut adalah manfaat kegunaan teknologi terapan yang dapat bermanfaat bagi seorang wirausaha :


a) Mendukung produksi

. Mampu

membantu dalam proses produksi barang
. Proses produksi barang yang menggunakan bantuan dari peralatan teknologi terapan akan memberikan suatu kemudahan dalam proses produksi dan tentunya akan memberikan kemudahan kepada tenaga kerja yang melakukan proses produksi tersebut.


b) Efektivitas produksi

. Mampu

meningkatkan hasil produksi.

Proses produksi yang menjadi mudah dengan adanya bantuanya dari peralatan teknologi terapan yang digunakan, akan berdampak pada kecepatan proses produksi dan hal ini menandakan bahwa efektivitas akan produksi sangat baik dan kemudian akan menjadikan hasil atau jumlah produksi akan semakin besar atau meningkat.


c) Efisiensi produksi

. Mampu

menghemat biaya produksi
. proses produksi akan terbantu yang kemudian diikuti dengan produktivitas akan efektivitas kerja yang tinggi, dan kemudian akan berdampak pada biaya produksi yang dapat ditekan. Biaya produksi yang dapat ditekan akan membantu perusahaan tersebut mencapai suatu

tingkat efisiensi yang maksimal,


dan tentunya dengan adanya biaya yang dapat ditekan, maka akan berdampak pula terhadap


keuntungan perusahaan yang dapat meningkat.

14)

Beberapa manfaat yang dapat diambil dengan melakukan promosi secara langsung antara lain:

a) Konsumen dapat membeli produk teknologi terapan secara langsung.

b) Konsumen dapat mempelajari atau mengetahui produk teknologi terapan sebelum membeli.

c) Penjual produk teknologi akan dengan mudah untuk menjelaskan produk yang ditawarkannya dengan mudah.

d) Pemasaran secara langsung dapat diatur agar dapat menjangkau calon pembeli pada saat yang tepat maupun kriteria calon pembeli yang diharapkan.

e) Mendapatkan tanggapan secara langsung dari konsumen sehingga bisa digunakan untuk membuat bahan evaluasi dan perbaikan yang lebih baik untuk kedepannya.


15) Dalam pemasaran langsung dapat di perlihatkan dengan beberapa ciri-ciri bentuk promosinya, yaitu :

a) Bertatap muka

b) Dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan atau calon pelanggan

c) Dapat dengan mudah mendemostrasikan atau memperagakan produk atau jasa yang dijualnya

d) Mendapatkan tanya jawab langsung dari calon konsumen.

Baca Juga:

Source :

Penulis: Prakarya dan kewirausahaan SMA/MA Kelas XII

Kendala atau permasalahan dalam menentukan bahan produk peralatan teknologi terapan

Posted by: pskji.org