Sebelah Barat Provinsi Riau berbatasan dengan

Sebelah Barat Provinsi Riau berbatasan dengan

Skip to content

Riau merupakan salah satu provinsi terbesar di Pulau Sumatera yang kental dengan kultur budaya khas melayu. Daerah ini juga strategis karena terletak di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan berada di segitiga pertumbuhan ekonomi tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Jembatan Siak atau yang memiliki nama resmi Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah ini dibangun di atas Sungai Siak dan menghubungkan dua daerah, yakni di sisi utara Kecamatan Siak dan sisi selatan […] This entry was posted in Daerah and tagged politik, profil, profil daerah, profil provinsi riau, provinsi, provinsi riau, Riau, sejarah.

1. Letak dan Luas

Kota Pekanbaru terletak antara 101°14′ – 101°34′ Bujur Timur dan 0°25′ – 0°45′ Lintang Utara. Dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar 5 – 50 meter.

Permukaan wilayah bagian utara landai dan bergelombang dengan ketinggian berkisar antara 5 – 11 meter.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1987 Tanggal 7 September 1987 Daerah Kota Pekanbaru diperluas dari ± 62,96 Km² menjadi ± 446,50 Km², terdiri dari 8 Kecamatan dan 45 Kelurahan/Desa. Dari hasil pengukuran/pematokan di lapangan oleh BPN Tk. I Riau maka ditetapkan luas wilayah Kota Pekanbaru adalah 632,26 Km².

Dengan meningkatnya kegiatan pembangunan menyebabkan meningkatnya kegiatan penduduk disegala bidang yang pada akhirnya meningkatkan pula tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan fasilitas dan utilitas perkotaan serta kebutuhan Lainnya. Untuk lebih terciptanya tertib pemerintahan dan pembinaan wilayah yang cukup luas, maka dibentuklan Kecamatan Baru dengan Perda Kota Pekanbaru No. 4 Tahun 2003 menjadi 12 Kecamatan dan Kelurahan/Desa baru dengan Perda tahun 2003 menjadi 58 Kelurahan/Desa.

2. Batas

Kota Pekanbaru berbatasan dengan daerah Kabupaten/Kota :

  • Sebelah Utara    :     Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar
  • Sebelah Selatan :     Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan
  • Sebelah Timur    :    Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan
  • Sebelah Barat    :     Kabupaten Kampar

3. SungaiKota Pekanbaru dibelah oleh Sungai Siak yang mengalir dari barat ke timur. Memiliki beberapa anak sungai antara lain : Sungai Umban Sari, Air Hitam, Siban, Setukul, Pengambang, Ukui, Sago, Senapelan, Limau, Tampan dan Sungai Sail.Sungai Siak juga merupakan jalur perhubungan lalu lintas perekonomian rakyat pedalaman ke kota serta dari daerah lainnya.

4. Iklim

Kota Pekanbaru pada umumnya beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34,1º C – 35,6º C dan suhu minimum antara 20,2º C – 23,0º CCurah hujan antara 38,6 – 435,0 mm/tahun dengan keadaan musim berkisar :

  •  Musim hujan jatuh pada bulan Januari s/d April dan September s/d Desember.
  •  Musim Kemarau jatuh pada bulan Mei s/d Agustus

Kelembapan maksimum antara 96% – 100%. Kelembapan minimum antara 46% – 62%.

5. Jarak Ibukota

Kota Pekanbaru merupakan Ibukota Propinsi Riau yang mempunyai jarak lurus dengan kota-kota lain sebagai Ibukota Propinsi lainnya sebagai berikut :

Pekanbaru Taluk Kuantan = 118 Km
Rengat = 159 Km
Tembilahan = 21.3,5 Km
Kerinci = 33,5 Km
Siak = 74,5 Km
Bangkinang = 51 Km
Pasir Pangaraian = 132,5 Km
Bengkalis = 128 Km
Bagan = 192,5 Km
Dumai = 125 Km


SEJARAH



Secara etimologi, kata Riau berasal dari bahasa Portugis, “Rio”, yang berarti sungai. Riau dirujuk hanya kepada wilayah yang dipertuan muda (Raja Bawahan Johor) di Pulau Penyengat. Wilayah tersebut kemudian menjadi wilayah Residentie Riouw pemerintahan Hindia-Belanda yang berkedudukan di Tanjung Pinang; dan Riouw oleh masyarakat setempat dieja menjadi Riau.

Riau merupakan penggabungan dari sejumlah kerajaan Melayu yang pernah berjaya di wilayah ini, yaitu Kerajaan Indragiri (1658-1838), Kerajaan Siak Sri Indrapura (1723-1858), Kerajaan Pelalawan (1530-1879), Kerajaan Riau-Lingga (1824-1913) dan beberapa kerajaan kecil lainnya , seperti Tambusai, Rantau Binuang Sakti, Rambah, Kampar dan Kandis.

Baca Juga :   Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen diatas adalah

Pembangunan Provinsi Riau telah disusun melalui Undang-undang darurat  No. 19 tahun 1957 yang kemudian disahkan sebagai Undang-undang No.61 tahun 1958.Provinsi Riau dibangun cukup lama dengan usaha keras dalam kurun waktu hampir 6 tahun 17 November 1952 s/d 5 Maret 1958).

Melalui keputusan Presiden RI pada tanggal 27 Februari tahun 1958 No.258/M/1958, Mr.S.M. Amin ditugaskan sebagai Gubernur KDH Provinsi Riau pertama pada 5 Maret 1958 di Tanjung Pinang oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Mr. Sumarman. Lalu berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri No. Desember /I/44-25 pada tanggal 20 Januari 1959, Pekanbaru secara rsemi menjadi ibukota Provinsi Riau menggatikan Tanjung Pinang.

Berikut, Nama-nama Gubernur Riau dan Periode Jabatannya:

  1. Mr. S.M. Amin Periode 1958 – 1960

  2. H. Kaharuddin Nasution Periode 1960 – 1966

  3. H. Arifin Ahmad Periode 1966 – 1978

  4. Hr. Subrantas.S Periode 1978 – 1980

  5. H. Prapto Prayitno (Plt) 1980

  6. H. Imam Munandar Periode 1980 -1988

  7. H. Baharuddin Yusuf (Plh) 1988

  8. H. Soeripto Periode 1988 – 1998

  9. H. Saleh Djasit Periode 1998 – 2003

  10. H.M. Rusli Zainal Periode 2003 – September 2008 dan periode November 2008 -2013.

  11. H. Wan Abubakar MSi Periode September 2008 – Nopember 2008 (Plt. Gubernur, karena Gubernur incumbent mengundurkan diri mengikuti Pilkada Gubernur Riau periode 2008 – 2013)

  12. H. M. Rusli Zainal Periode 2008 – 2013

  13. Prof.Dr.Djohermansyah Djohan,MA (Plt) Periode 2013 – 2014

  14. Drs. H. Annas Maamun Periode Februari 2014 – September 2014

  15. Ir. Arsyadjuliandi Rachman. MBA Periode 2014 – 2019
  16. Drs. H. Syamsuar, M.Si Periode 2019 – Sekarang


VISI DAN MISI PROVINSI RIAU



 a. Visi Pembangunan Provinsi Riau

S
ebagaimana diamanahkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Daerah

Provinsi Riau

Nomor 9 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2005-2025
, Visi Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Riau 2005

2025 adalah :


“Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Batin, di Asia Tenggara Tahun 2025

“.

Selanjutnya, visi jangka panjang tersebut diuraikan kedalam 12 Misi sebagai berikut:

1. Mewujudkan Provinsi Riau sebagai Pusat Kegiatan Perekonomian;

2. Mewujudkan Perekonomian yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan;

3. Mewujudkan keseimbangan pembangunan antar wilayah

4. Mewujudkan kerjasama pembangunan antar wilayah

5. Meningkatkan kemampuan dan kompetensi Pemerintah daerah

6. Mewujudkan dukungan sistem informasi pembangunan yang handal

7. Mewujudkan masyarakat Riau yang mandiri dan sejahtera

8. Mewujudkan kebudayaan Melayu sebagai payung kebudayaan

9. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang berakhlak

10. Mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat

11. Mewujudkan lingkungan yang lestari

12. Mewujudkan masyarakat madani

Guna melanjutkan visi pembangunan Provinsi Riau diatas, maka disusunlah visi antara pembangunan jangka menengah lima tahun oleh kepala daerah yang kemudian ditetapkan sebagai visi pembangunan jangka menengah (RPJMD).

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 yang merupakan pengejawantahan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau saat ini


merupakan tahap

Keempat

 RPJPD yang berlandaskan pelaksanaan

dan


pencapaian

. Vis
i RPJMD Provinsi Riau

Tahun

20
1
9-20
24 :

Terwujudnya Riau yang Berdaya Saing, Sejahtera, Bermartabat dan Unggul di Indonesia (Riau Bersatu)”

b. Misi Pembangunan Provinsi Riau




Adapun misi yang dijalankan untuk mencapai visi jangka menengah tersebut adalah:

1.

Mewujudkan Sumberdaya Manusia yang Beriman, Berkualitas dan Berdaya Saing melalui Pembangunan

     Manusia Seutuhnya,

2.

Mewujudkan Pembangunan Infrastruktur Daerah yang Merata dan Berwawasan Lingkungan,

3.

Mewujudkan Pembangunan Ekonomi yang inklusif, Mandiri dan Berdaya Saing,

Baca Juga :   Laporan PRAKTIKUM FISIKA Listrik Statis menggunakan balon dan kertas

4.
Mewujudkan Budaya Melayu sebagai Payung Negeri dan Mengembangkan Pariwisata yang Berdaya Saing

     dan

5.
Mewujudukan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Pelayanan Publik yang prima berbasis Teknologi

     Informasi.


LETAK GEOGRAFIS,


LUAS WILAYAH


 DAN IKLIM

KEADAAN GEOGRAFI

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 72 Tahun 2019 tanggal 8 Oktober 2019 Provinsi Riau memiliki luas area sebesar 87.023,66 km2 . Keberadaannya membentang dari lereng Bukit Barisan sampai dengan Selat Malaka, terletak antara 01o05’00” Lintang Selatan sampai 02o25’00” Lintang Utara atau antara 100o00’00” Bujur Timur-105o05’00”  Bujur Timur.

Batas-batas daerah Provinsi Riau adalah:

– Sebelah Utara: Selat Malaka dan Provinsi Sumatera Utara.

– Sebelah Selatan: Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat.

– Sebelah Timur: Provinsi Kepulauan Riau dan Selat Malaka.

– Sebelah Barat: Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara.

Sedangkan batas batas Kabupaten/Kota dalam Provinsi Riau adalah:

1. Kabupaten Kuantan Singingi :

– Sebelah Utara : Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

– Sebelah Selatan : Provinsi Jambi.

– Sebelah Barat : Provinsi Sumatra Barat.

– Sebelah Timur : Kabupaten Indragiri Hulu.

2. Kabupaten Indragiri Hulu:

 – Sebelah Utara : Kabupaten Pelalawan.

 – Sebelah Selatan : Provinsi Jambi.

 – Sebelah Barat : Kabupaten Kuantan Singingi.

 – Sebelah Timur : Kabupaten Indragiri Hilir

3. Kabupaten Indragiri Hilir:

 – Sebelah Utara : Kabupaten Pelalawan.

 – Sebelah Selatan : Provinsi Jambi.

 – Sebelah Barat : Kabupaten Indragiri Hulu.

 – Sebelah Timur : Provinsi Kepulauan Riau.

4. Kabupaten Pelalawan:

– Sebelah Utara: Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis.

– Sebelah Selatan: Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

– Sebelah Barat: Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.

– Sebelah Timur: Provinsi Kepulauan Riau.

5. Kabupaten Siak:

– Sebelah Utara: Kabupaten Bengkalis.

– Sebelah Selatan : Kabupaten Kampar dan Pelalawan.

– Sebelah Barat: Kota Pekanbaru.

– Sebelah Timur: Kabupaten Kepulauan Meranti.

6. Kabupaten Kampar:

– Sebelah Utara : Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.

– Sebelah Selatan : Kabupaten Kuantan Singingi.

– Sebelah Barat : Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Sumatera Barat.

– Sebelah Timur : Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak.

7. Kabupaten Rokan Hulu:

– Sebelah Utara : Kabupaten Rokan Hilir dan Provinsi Sumatra Utara.

– Sebelah Selatan: Kabupaten Kampar.

– Sebelah Barat: Provinsi Sumatra Barat.

 – Sebelah Timur: Kabupaten Kampar.

8. Kabupaten Bengkalis:

– Sebelah Utara: Selat Malaka.

– Sebelah Selatan: Kabupaten Siak.

– Sebelah Barat: Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai.

– Sebelah Timur: Provinsi Kepulauan Riau.

9. Kabupaten Rokan Hilir:

– Sebelah Utara: Provinsi Sumatra Utara dan Selat Malaka.

– Sebelah Selatan: Kabupaten Bengkalis.

– Sebelah Barat: Provinsi Sumatra Utara.

– Sebelah Timur: Kota Dumai.

10. Kabupaten Kepulauan Meranti

– Sebelah Utara: Selat Malaka dan Kabupaten Bengkalis.

– Sebelah Selatan: Kabupaten Siak.

– Sebelah Barat: Kabupaten Siak.

– Sebelah Timur : Provinsi Kepulauan Riau.

11. Kota Pekanbaru

– Sebelah Utara : Kabupaten Siak.

– Sebelah Selatan : Kabupaten Pelalawan.

– Sebelah Barat: Kabupaten Kampar.

– Sebelah Timur : Kabupaten Pelalawan.

12. Kota Dumai

– Sebelah Utara : Kabupaten Bengkalis.

– Sebelah Selatan : Kabupaten Bengkalis.

– Sebelah Barat : Kabupaten Rokan Hilir.

– Sebelah Timur : Kabupaten Bengkalis.


IKLIM

Di Provinsi Riau, ada 5 wilayah yang melakukan pengamatan iklim, yaitu Stasiun Meterologi Bandara Japura Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu , Pos Pengamatan Meteorologi Bandara RAPP Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan, Stasiun Klimatalogi Tambang di Kabupaten Kampar, Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II pekanbaru, dan Pos Pengamatan Meteorologi Bandara Pinang Kampai di Kota Dumai. Dari lima wilayah tersebut, selama tahun 2019, suhu tertinggi terjadi di Kota Pekanbaru pada Bulan Mei dengan maksimal suhu sebesar 36,80 derajat celcius, serta suhu terendah terjadi di Kabupaten Kampar pada Bulan Mei dengan suhu sebesar 19,80 derajat celcius. Dari lima wilayah tersebut, curah hujan tertinggi terjadi di Kota Dumai pada Bulan Oktober sebesar 347,00 mm, serta curah hujan terendah terjadi di Kabupaten Kampar pada Bulan September sebesar 23,00 mm. Sedangkan jumlah hari hujan, terbanyak terjadi di Kota Dumai pada Bulan Oktober yaitu 23 hari, sedang Kabupaten yang paling sedikit terjadi hujan terjadi di Kabupaten Pelalawan pada bulan Agustus yaitu 3 hari.

Baca Juga :   Apakah yang dimaksud dengan gaya lukisan atau aliran realisme dan romantisme?


PEMERINTAH


Pemerintahan Daerah


Pemerintahan Daerah Daerah Provinsi Riau terdiri dari 10 kabupaten (Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Bengkalis, Rokan Hilir dan Kepulauan Meranti) dan 2 kota yaitu Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Tiap Kabupaten dikepalai oleh seorang Bupati dan Kota oleh seorang Walikota. Dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau pada Tahun 2019 terdapat 169 kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat dan 1.873 kelurahan/desa yang dikepalai oleh seorang lurah/kepala desa


Dewan Perwakilan Rakyat


Dewan Perwakilan Rakyat Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau pada tahun 2020 sebanyak 61 orang. Dari jumlah tersebut 48 orang adalah laki-laki dan 13 orang perempuan.


Kepegawaian


Kepegawaian Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Riau menurut kabupaten/kota pada tahun 2020 sebanyak 86.608 orang. Dari jumlah tersebut 34.763 adalah pegawai laki-laki dan 51.845 pegawai perempuan.


Keuangan Daerah


Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi Riau menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi sebagai bentuk perencanaan pembangunan daerah. Penyusunan anggaran pemerintah daerah harus ditata sedemikian rupa sehingga mampu meningkatkan kinerja penyelenggaraan daerah yang berorientasi pada optimalisasi pelayanan publik.

               Di sisi lain, realisasi penerimaan Provinsi Riau tahun 2019 berjumlah 8.703,23 milyar rupiah. Dibanding dengan realisasi penerimaan Provinsi Riau 2018 yang berjumlah 8.478,99 milyar rupiah meningkat sebesar 2,64 persen.

                Realisasi pengeluaran Provinsi Riau 2019 berjumlah 8.690,39 milyar rupiah yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar 5.293,26 miliar rupiah, dan belanja langsung sebesar 3.397,13 miliar rupiah.


PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN





KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk Riau dari hasil sensus penduduk 2020 (SP2020) yaitu sebesar 6.39 juta jiwa pada bulan September  2020 dengan penduduk rata-rata sebanyak 85.57 juta jiwa setiap tahunnya. Sementara itu, rasio jenis kelamin Provinsi Riau pada tahun 2020 sebesar 105,11. Angka ini dapat diinterpretasikan bahwa dalam 100 penduduk perempuan terdapat 105 penduduk laki-laki. Kepadatan penduduk di Riau tahun 2020 mencapai 73,48 jiwa/km2. Angka kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kota Pekanbaru sebesar 1.555,28 jiwa/km2 dan kepadatan terendah di Kabupaten Pelalawan sebesar 30,57 jiwa/km2. Kota Pekanbaru mempunyai jumlah penduduk yang paling besar, yaitu 983,36 ribu jiwa, diikuti Kabupaten Kampar 841,33 ribu jiwa dan Kabupaten Indragiri Hilir 654,91 ribu jiwa. Jumlah penduduk Riau terbanyak ada pada kelompok umur 0-4 tahun, artinya komposisi penduduk usia muda yang belum produktif masih cukup tinggi sehingga perlu kebijakan dari pemerintah terkait kesehatan dan pendidikan penduduk usia balita ini.


KETENAGAKERJAAN


Jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas di Riau yang termasuk angkatan kerja sejumlah 3.226.825 jiwa, sedangkan yang bukan angkatan kerja sejumlah 1.719.280 jiwa. Jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas yang memiliki pendidikan tertinggi yang ditamatkan di Riau yang termasuk angkatan kerja memiliki pendidikan tertinggi paling banyak yaitu Sekolah Menengah Atas sebanyak 1.121 .368 jiwa.

Sebelah Barat Provinsi Riau berbatasan dengan

Posted by: pskji.org