Tari tradisi kreasi terbentuk dari jenis tari tradisional yang

Tari tradisi kreasi terbentuk dari jenis tari tradisional yang

tirto.id – Seni tari dalam perkembangannya terus mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman dan terkait dengan perkembangan kehidupan masyarakat yang sangat signifikan, tidak terputus satu sama lain melainkan saling berkesinambungan, salah satunya tari kreasi baru.

Tari kreasi baru memiliki kebebasan dalam penciptaan, beberapa koreografer yang memiliki inspirasi dari daerah-daerah lain. Sehingga tarian tersebut sering disebut dengan tari kreasi baru.

Tari kreasi baru merupakan tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi penata tari sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya.

Pengertian Tarian Kreasi Baru

Pada awalnya, tari kreasi merupakan pengembangan dari tari rakyat dan tari klasik. Tari kreasi baru muncul karena adanya panduan gerak dari berbagai daerah atau dengan masuknya gerak tari dari negara lain.

Pengertian tari kreasi adalah jenis tari yang koreografinya masih bertolak pada tari tradisional atau pengembangan dari pola-pola tari yang sudah ada.

Terbentuknya tari kreasi karena dipengaruhi oleh gaya tari daerah lain atau negara lain maupun hasil kreativitas penciptanya.

Sebagai contoh, Tari Kebyar Terompong, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Manuk Rawa (Bali), Tari Karonsih (Jawa tengah), Tari Kipas, dan Tari Mainang Pulau Kampai (Sumatera).

Jenis-Jenis Tari Kreasi Baru

Tari kreasi memiliki keragaman dan keunikan yang tentu berbeda dengan kawasan Asia. Perkembangan seni termasuk seni tari terjadi secara alami dan sesuai dengan tuntutan zaman. Oleh karena itu, muncul keragaman seni tari baik di Nusantara maupun di luar Nusantara (mancanegara).

Jenis tari kreasi dapat digolongkan menjadi dua seperti dikutip dalam modul Seni Budaya Kelas IX (2018):

1. Tari kreasi berpolakan tradisi

Tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi baik dalam koreografi, musik/karawitan, tata busana dan rias, maupun tata teknik pentasnya, tanpa menghilangkan esensi tradisinya. Salah satu contoh tari kreasi baru, yaitu Tari Nandak Gojek dari Betawi, yang ditarikan oleh siswi SMK Negeri di Jakarta Jurusan Seni Tari.

Tarian ini diciptakan pada tahun 2014 oleh siswi SMK dengan bimbingan guru kesenian dan tarian ini berangkat dari pengembangan gerak tari Topeng Betawi dengan iringan musik gamelan topeng dan properti tari, yaitu payung.

2. Tari kreasi baru tidak berpolakan tradisi (non tradisi)

Tari kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal koreografi, musik, rias, dan busana maupun tata teknik pentasnya. Salah satu tari kreasi baru nontradisi, yaitu tari kontemporer.

Unsur-Unsur Pendukung Tari

Unsur-unsur pendukung dalam tari antara lain adalah iringan (musik), tata busana (kostum), tata rias, tempat, tata lampu, dan tata suara (sound). Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Iringan (Musik)

Musik dan tari merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Keberadaan musik di dalam tari memiliki tiga aspek dasar yang kaitannya dengan tubuh dan kepribadian manusia, yaitu melodi, ritme, dan dramatik.

2. Properti Tari

Properti merupakan semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk pada pertunjukan tari agar garapan tari akan terlihat lebih sempurna.

Baca Juga :   Periode sebuah getaran adalah 2 sekon maka frekuensi getaran adalah

3. Tata Rias dan Busana Tari Kreasi

Busana dan tata rias pada seni tari adalah sarana pembantu yag berperan mendukung pertunjukan tari. Sementara itu, aksesori adalah bagian dari busana. Busana dan tata rias sebagai sarana pembantu, artinya bahwa tanpa busana (termasuk aksesori) atau hanya dengan gerak saja, maka suatu pertunjukan tari telah terjadi.

4. Tempat Pentas

Suatu seni pertunjukan selalu memerlukan tempat atau ruangan guna menyelenggarakan pertunjukan itu sendiri. Di Indonesia, kita dapat mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan (pentas), seperti lapangan terbuka atau arena terbuka, di pendapa dan bentuk panggung proscenium.

5. Tata Lampu dan Tata Suara

Sarana dan prasarana yang ideal bagi sebuah pertunjukan tari adalah jika gedung pertunjukan telah dilengkapi dengan peralatan yang menunjang penyelenggaraan pertunjukan, khususnya tata lampu (lighting) dan tata suara (sound system). Tata lampu dan tata suara sebagai unsur pelengkap sajian tari yang berfungsi untuk kesuksesan pergelaran.

Baca juga:

  • Fungsi Tari Tradisional & Tarian Daerah yang Beralih Fungsi Acara
  • Apa Itu Iringan Tari Modern, Pengertian, Jenis dan Fungsinya?
  • Pengertian Gerak Tari Kreasi: Unsur dan Pengelompokan Jenis

Baca juga artikel terkait CONTOH TARI KREASI BARU atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa

(tirto.id – ulf/ulf)


Penulis: Maria Ulfa
Editor: Addi M Idhom

Subscribe for updates Unsubscribe from updates

Contoh Tarian Tradisional –
Di Indonesia memiliki berbagai macam Tarian Tradisional yang mampu mengundang perhatian dari jutaan Wisatawan yang datang ke Indonesia. Pada kesempatan kali ini kita akan menyimak tentang Tarian tradisional lengkap beserta dengan Contohnya di bawah ini.

Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Dibawah ini terdapat beberapa pendapat dari Para Ahli mengenai pengertian Tari yaitu, diantaranya sebagai berikut ini :

Tari merupkan sebuah ekspresi jiwa yang digunakan oleh manusia dalam bentuk gerakan yang indah dan ritmis.

Tari merupakan suatu ketentuan yang berupa sebuah bentuk gerakan tubuh yang indah dan di dalam ruangan.

Menurut M. Jazuli yaitu Tari merupakan sebuah gerak tubuh yang sangat selaras dan seirama dengan musik yang biasa dipakai untuk mengatakan suatu maksud dan tujuan tertentu.

Menurut Drs. I Gede Ardika Tari merupakan suatu bentuk karya yang dapat mengaitkan banyak hal, sehingga semua orang dapat menyesuaikan diri untuk menyelaraskan gerakan tariannya.

Pengertian Tari Tradisional

Tari Tradisional merupakan salah satu tarian yang berasal dan terbentuk dari suatu masyarakat di  daerah tertentu yang bersifat turun-temurun dan sudah menjadi budaya yang dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Ciri-Ciri Tari Tradisional

Dibawah ini terdapat beberapa Ciri-ciri dari Tari Tradisional yaitu, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Tari Tradisional dikembangkan dan dilestarikan secara turun menurun.
  • Jenis Tari ini selalu diiringi dengan memakai musik Tradisional.
  • Tari Tradisional merupakan salah satu Tarian yang berkembang di kalangan masyarakat biasa dan lain sebagainya.
  • Menggunakan pakaian yang sederhana sesuai asal daerahnya.

Jenis-jenis Tari Tradisional

Tari Tradisional memiliki bebebrapa jenis yang akan diklompokkan dan dijelaskan di bawah ini yaitu, sebagai berikut :

Baca Juga :   Hal yang membedakan antara produk kerajinan berbahan limbah dengan kerajinan lainnya adalah

1). Tari Klasik

Tari Klasik yaitu merupakan salah satu jenis Tari Tradisional yang telah lahir di lingkungan masyarkat Keraton. Tari ini sudah hidup dan berkembang sejak di Zaman Feodal, dan diwariskan secara turun temurun di kalangan masyarakat bangsawan atau lingkungan masyarakat Berdarah Biru.

Tari Klasik secara umum mempunyai beberapa ciri-ciri yang khas di antara lain :

  • Gerakannya sudah ditentukan oleh masyarakat tersebut.
  • Tari ini memiliki sebuah nilai Seni yang sangat tinggi.
  • Tari Klasik hanya berlangsung di sebuah kalangan bangsawan saja.
  • Setiap bentuk dari gerakan tari memiliki arti tertentu.

2). Tari Kreasi Baru

Tari Kreasi Baru merupakan Tari Klasik yang mengalami perubahan aransemen dan sudah berkembang sesuai dengan berjalannya waktu, namun masih tetap mempertahankan nilai-nilai Seni yang terdapat di dalamnya. Tari Kreasi Baru merupakan salah satu Tari yang diciptakan oleh pakar tari.

Contohnya :

  1. Tari Nguri, Sumbawa.
  2. Tari Merak, Jawa Barat.
  3. Tari Rara Ngigel, Yogyakarta.
  4. Tari Kupu-kupu, Bali.
  5. Tari Manipuren, Jawa Tengah.

Ciri-ciri Tari Kreasi Baru

Tari Kreasi Baru memiliki beberapa ciri-ciri yang sangat khas yaitu, diantaranya sebagai berikut :

  • Tari ini dibuat dari salah satu jenis Tari Tradisional yang sudah mengalami beberapa inovasi.
  • Didalam tari ini terdapat sebuah perubahan Gerakan, Tata Rias, Alat Pengiring dan Musik yang Mengiringi Tarian tersebut.
  • Properti yang digunakan juga sudah mengalami perubahan dan lebih modern.

Macam-macam Tarian Tradisional

Dibawah ini terdapat beberapa Tarian Tradisional yang berasal dari berbagai daerah dan penjelasannya yaitu, sebagai berikut ini :

Tari Tradisional dari Aceh

Biasanya Tari Tradisional adat Aceh sering ditampilkan di acara tertentu seperti acara Resepsi, baik itu acara Resepsi Pernikahan ataupun acara Resepsi adat yang lainnya. Pekan Kebudayaan Aceh merupakan salah satu sebuah pameran terbesar yang akan memperlihatkan semua jenis kebudayaan Aceh. Berikut ini ada beberapa contoh dari Tarian Tradisional Aceh :

1). Tari Saman

Tarian Saman dibentuk oleh seorang tokoh Agama Islam yang bernama Syeh Saman. Syair yang digunakan pada Tari Saman menggunakan bahasa Arab dan penggabungan bahasa Aceh. Tari Saman tidak memiliki sebuah iringan permainan, sebab Tarian ini hanya menggunakan gerakan-gerakan tangan yang diiringi syair yang sudah dilagukan dan dapat menciptakan suasana gembira.

2). Tari Bines

Tari Bines merupakan salah satu jenis Tarian Tradisional Aceh di Gayo Lues yang memiliki arti oleh sekumpulan perempuan atau gadis. Berdasarkan Koreografinyatari Bines ini termasuk kedalam jenis tari kelompok. Berdasarkan dari sebuah pola garapannya tari Bines masuk kedalam golongan tari tradisi yaitu ari yang sudah hadir sejak puluhan tahun lalu.

Tari Tradisional dari Jawa Barat

Jawa Barat termasuk kedalam salah satu Provinsi yang terdapat banyak tempat Wisata dan juga mempunyai kebudayaan yang masih dijaga kelestariannya. Hal ini dapat terlihat dengan betapa seringnya diadakan sebuah pagelaran Alat Musik Tradisional dan Tari Tradisional, walaupun dari beberapa tarian tradisional hanya dipentaskan sebagai media hiburan saja.

Baca Juga :   Jumlah Tuts Hitam Dalam Satu Oktaf Piano Adalah

Namun hal tersebut cukup memberikan kesadaran pada masyarakat didaerah tersebut untuk menjaga kelestarian budaya di Indonesia yang sering dicuri oleh Negeri orang. Berikut ini terdapat beberapa contoh Tarian Tradisional Jawa Barat, yaitu sebagai berikut :

1). Tari Jaipong

Memang tidak heran, tarian ini menjadi salah satu jenis Tarian khas dari Jawa Barat dan akan diperlihatkan bila terdapat acara tertentu seperti acara pemerintahan dan juga acara pernikahan. Jaipong berasal dari daerah Sunda yang diciptakan oleh Gugum Gumbira. Tarian ini sangat dijaga dan dilestarikan oleh orang-orang yang amat mencintai kebudayaannya, sehingga dibentuk kelompok penari Jaipong.

2). Tari Buyung

Kata Buyung memiliki arti yaitu salah satu jenis tanah liat yang dipakai oleh para wanita di Zaman dulu untuk wadah mengambil air. Tarian ini diciptakan dan dikembangkan oleh Emalia Djatikusumah, biasanya tarian ini dipentaskan disaat melaksanakan upacara Seren Tahun.

Tarian ini memiliki keunikan karena selama menari, para penari perempuan akan menopang sebuah tanah liat yang berbentuk mirip dengan kendi, biasanya orang pada Zaman dulu menyebutnya dengan “Buyung”.

Tari Tradisional dari Bali

Bali merupakan sebuah daerah yang biasa di anggap sebagai Meksikonya Negara Indonesia. Pulau yang berada di Bali biasa dikenal dengan sebutan Pulau Dewata, yaitu Pulau yang mempunyai keindahan dari panorama alam yang telah diakui secara Internasional.

Selain itu juga, Bali tidak hanya menawarkan sebuah keindahan alam saja, tetapi juga dengan segudang kebudayaan termasuk juga tarian tradisional khas Bali. Berikut ini terdapat beberapa contoh dari Tari Tradisional Bali yaitu, sebagai berikut ini :

1). Tari Barong

Tari Barong merupakan tarian yang menceritakan tentang sebuah perseteruan antara Kebajikan yang digambarkan dengan sebuah Barong, dan Kejahatan yang disimbolkan dengan sesosok Rangda. Kata Barong berasal dari sebuah kata “Bahruang” yang berarti seekor beruang.

Meskipun begitu, wujud dari barong terbentuk dari beberapa binatang yang digambarkan dan sangat beragam, dan di sesuakian dari jenis tari Barong yang dipentaskan. Macam-macam bentuk Barong seperti Barong Macan, Barong Gajah, Barong Bangkal, Barong Asu, Barong Blasblasan, Barong Landung dan ada juga barong yang paling terkenal, yaitu Barong Keket atau disebut dengan Barong Ket yang terbentuk dari perpaduan Macan, Singa dan Sapi.

2). Tari Kecak

Tari Kecak termasuk kedalam jenis tarian adat Bali yang sudah sangat terkenal dan sudah menjadi salah satu pertunjukan yang sangat khas, yang diburu oleh para Wisatawan. Tarian ini dibuat oleh seseorang yang bernama Wayan Limbak dan Walter Spies, tarian ini menceritakan sebuah Legenda Ramayana dan mayoritas penarinya adalah seorang laki – laki. Jumlah dari penari yang mempentaskan Tari Kecak dapat berjumlah puluhan hingga lebih.

Demikianlah pembahasan mengenai Tari Tradisional beserta Contohnya secara lengkap. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan kita semua. Terimakasih

Baca Artikel Terkait Lainnya :

  • Contoh Adat Istiadat
  • Seni Rupa Murni
  • Seni Rupa Terapan

Tari tradisi kreasi terbentuk dari jenis tari tradisional yang

Posted by: pskji.org