Sebutkan 3 cara kita agar produksi dalam negeri kita bisa meningkat

Sebutkan 3 cara kita agar produksi dalam negeri kita bisa meningkat

AGENDA PENTING KEMENPERIN

Selasa, 20 Desember 2011

Program P3DN merupakan upaya Pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor.

Salah satu bentuknya adalah mewajibkan instansi pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD.

Dengan demikian, barang/jasa yang telah memiliki Sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) akan memperoleh preferensi dari panitia lelang.

Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan Verifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri yang dibiayai sepenuhnya oleh APBN. Perusahaan yang ingin disurvey cukup mendaftarkan diri tanpa dipungut biaya apapun.

Informasi lebih lanjut mengenai P3DN dapat dilihat di Website P3DN (http://p3dn.kemenperin.go.id)

Share:

Twitter

Rabu, 1 Mei 2013


Siaran Pers


Penggunaan Produk Dalam Negeri Dapat Meningkatkan Pertumbuhan Industri

Penggunaan produk dalam negeri dapat meningkatkan kinerja industri yang pada akhir tahun 2012 mengalami pertumbuhan 6,40% . Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sebesar 6,23%.

“Kita patut bersyukur atas pencapaian ini. Pertumbuhan positif pada sektor industri terjadi ditengah-tengah lesunya perekonomian dunia terutama yang terjadi di Amerika dan Eropa,” kata Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur (BIM) Kemenperin, Panggah Susanto dalam sambutannya yang dibicarakan oleh Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Pemasaran dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Ferry Yahya pada pembukaan Pameran P3DN 2013 di Surabaya, Rabu, 1 Mei 2013.

Menurutnya, salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah tingginya serbuan barang-barang impor sebagai dampak dari implementasi berbagai perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) ditengah semangat penguatan daya saing industri dan pengamanan pasar produk dalam negeri.

Optimisme kebangkitan industri dalam negeri harus diiringi upaya-upaya yang secara signifikan mampu mendorong meningkatnya volume penggunaan produk dalam negeri. Pemerintah telah melakukan upaya melalui penerapan regulasi dan program stimulan seperti kampanye program cinta produk dalam negeri pada setiap lini kegiatan perekonomian.

Baca Juga :   Santo berusaha membuat perencanaan yang matang untuk usaha kerajinannya

Belanja pemerintah melalui APBN/APBD juga menjadi sasaran peningkatan penggunaan produk dalam negeri. “Dengan potensi belanja modal APBN tahun 2013 sebesar Rp 213 triliun dan Capex (Capital Expenditure) BUMN diatas Rp 1.000 triliun, dapat kita bayangkan betapa besarnya efek pergerakan ekonomi yang tercipta jika pengadaan  barang/jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD mengutamakan produk-produk industri dalam negeri,” ujarnya.

Presiden RI dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menginstruksikan kepada Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Jaksa Agung, Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen, Panglima TNI, Kapolri, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, dan Kepala Daerah se-Indonesia, supaya dalam setiap pengadaan barang/jasa dapat memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.

Melalui instruksi tersebut, Presiden membentuk Tim Nasional P3DN dimana Menteri Perindustrian ditunjuk sebagai Ketua. Terdapat 21 kelompok barang/jasa yang mampu diproduksi didalam negeri sebagaimana yang tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri sebagai acuan dalam pengadaan barang/jasa Pemerintah yang secara jelas telah diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

“Salah satu tugas yang mesti diemban oleh Tim Nasional P3DN ini adalah bagaimana mempromosikan dan mensosialisasikan kemampuan industri dalam negeri, terutama untuk produk-produk yang secara khusus digunakan oleh instansi Pemerintah sebagai pengguna APBN/APBD, dan secara luas produk-produk konsumsi yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Dirjen BIM menilai, pameran P3DN merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan kemampuan industri dalam negeri. Dengan adanya pameran ini diharapkan dapat meningkatkan promosi dan daya saing industri dalam negeri, sehingga mendongkrak kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh industri di negeri sendiri.

                                                                             Surabaya, 1 Mei 2013

Baca Juga :   Cara mengeluarkan air dari speaker hp dengan suara

                                                                     Kepala Pusat Komunikasi Publik

                                                                                         Hartono

Share:

Jakarta, CNBC Indonesia– Besarnya penduduk Indonesia membuat Indonesia menjadi pasar yang menarik, tidak heran produk impor dari luar negeri pun gencar berdatangan dan gencar mempromosikan produknya. Meski demikian, konsumen Indonesia pun semakin cerdas dan peduli terhadap produk dalam negeri yang terlihat dari kampanye
b
angga buatan indonesia.

Kampanye yang menonjolkan produk buatan Indonesia diperlukan untuk memajukan industri dan UMKM Tanah Air. Dengan begitu produk yang dihasilkan bisa bersaing dengan negara yang lainnya. Negara-negara besar seperti China, Jerman, Kanada, Korea selatan, Amerika dan Jepang biasanya lebih banyak memanfaatkan kekuatan industri dalam negerinya dibandingkan dari luar.

Besarnya pasar domestik seharusnya bukan hanya menarik pedagang dari luar negeri, melainkan juga bisa menyerap berbagai produk dalam negeri. Dengan menggunakan produk dalam buatan Indonesia artinya memajukan industri dalam negeri.

Sebagai konsumen pun bisa mewujudkan kecintaan pada produk buatan Indonesia dan mendukung industri dalam negeri. Berikut 5 tips yang bisa dilakukan sebagai bukti tanda dukungan pada produk lokal.

1. Memasukan Produk Dalam Negeri Dalam List Belanja

Produk lokal biasanya dikenal lebih mahal dibandingkan produk impor dari Cina, seperti sepatu, tas, pakaian, dan beebrapa produk lainnya. Meski demikian biasanya kualitas yang ditawarkan pun lebih bagus dibandingkan produk impor, jadi tidak ada salahnya memilih barang kebutuhan dengan kualitas yang lebih tinggi bukan?

Baca Juga :   Sebuah usaha karangan bunga Wangi milik Oktavia

2. Mengajak Keluarga dan Sahabat Berbelanja Produk Lokal

Untuk mengkampanyekan Bangga Buatan Indonesia tidak lah sulit, bisa dengan mengajak teman hingga keluarga Anda untuk memilih produk lokal ketika berbelanja. Anda pun bisa memberikan contoh dengan berbelanja produk lokal.

Meski cara ini terkesan kecil, namun jika dilakukan oleh banyak orang tentunya bermanfaat bagi UMKM. Jika produk dalam negeri ramai di pasaran, maka UMKM pun bisa berkembang dengan produk yang lebih beragam.

3. Promosi di Akun Media Sosial

Perkembangan teknologi membuat UMKM dan konsumen bisa saling mempromosikan produk di media sosial masing-masing dan dikemas dengan menarik. Dengan membagikan produk UMKM yang dibeli, dan memberikan ulasan singkat tentang produk tersebut, maka bisa membantu teman-teman yang lainnya ketika hendak mencari sebuah produk.

4. Bergabung Dengan Komunitas

Untuk mempromosikan produk lokal, kamu bisa bergabung di komunitas tertentu sehingga promosi bisa dilakukan lebih masif. Biasanya kegiatan komunitas bisa dilakukan secara online, sehingga masing-masing bisa mendapatkan info produk lokal terbaru mulai dari kuliner, fashion, dan yang lainnya.

5. Gunakan Produk Dalam Negeri Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Jika kamu tidak yakin dengan produk yang dibeli lokal atau bukan, bisa langsung mengunjungi situs Kementerian Perindustrian atau Kementerian Koperasi dan UKM yang berperan sebagai pembina. Dari sana biasanya akan ada sejumlah informasi tentang produk kebutuhan sehari-hari apa saja yang bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri, dari yang besar hingga skala UMKM.

[Gambas:Video CNBC]


(rah/rah)

Sebutkan 3 cara kita agar produksi dalam negeri kita bisa meningkat

Posted by: pskji.org