Who 2022 tentang ibu hamil kekurangan energi kronik

Who 2022 tentang ibu hamil kekurangan energi kronik

KEK yaitu keadaan ibu hamil yang menderita kekurangan makanan yang berlangsung lama (kronik) sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada ibu hamil.5 Berdasarkan data yang didapatkan dari kementrian Kesehatan tahun 2013 proporsi ibu hamil dengan KEK meningkat dari 31,3% pada tahun 2010 menjadi 38,5% pda tahun 2013. Prevalensi risiko Kurang Energi Kronik (KEK) di Jawa Barat ± 20% dan prevalensi wanita hamil berisiko tinggi mencapai ± 35%. Hal ini menandakan bahwa prevalensi Kurang Energi Kronik (KEK) dan ibu hamil dengan resiko tinggi di Jawa Barat masih tergolong tinggi.4 Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya karakteristik kejadian KEK di Puskesmas Bogor Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis univariat, dilaksanakan pada bulan Maret 2017-Mei 2017, lokasi penelitian di Puskesmas Bogor Utara, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami KEK di Puskesmas Bogor Utara tahun 2016, jumlah sampel berjumlah 78 orang dan teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah teknik Total Sampling. Sehingga sampel berjumlah 78 responden, data yang diambil adalah data sekunder (buku register data ibu hamil di Puskesmas Bogor Utara), instrumen penelitian berupa lembar checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ibu hamil yang mengalami KEK 79,5%, berada pada usia 20 – 35 tahun, 46,2% pada paritas primipara, 34,6% dengan jarak kehamilan jarak kehamilan <2 tahun, 87,2% pada ibu yang tidak bekerja, sedangkan untuk status gizi ibu 73,1% dengan kenaikan berat badan tidak sesuai, 73,1% tidak mengalami anemia dan berdasarkan komplikasi yang terjadi 73,1% tidak mengalami kejadian BBLR.

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi semua wanita khususnya calon ibu dan ibu yang sedang hamil sebaiknya menambah pengetahuan mengenai makanan yang bergizi baik dan menu makanan sehat, sehingga asupan makanan ibu hamil lebih berkualitas, lalu untuk tenaga kesehatan agar lebih mampu mendeteksi Kekurangan Energi Kronik pada ibu hamil.

Baca Juga :   Kenapa setiap berhubungan intim keluar darah seperti haid

Details
RSB



Layanan Rumah Sehat
17 March 2021

Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong kembali menggelar kegiatan kelas ibu hamil khusus yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK) melalui program Kesehatan Ibu, Senin (15/3).

Kegiatan ini turut menerapkan protokol kesehatan ketat yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Pada kegiatan ini terdiri dari pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care), penyuluhan kesehatan, pemberian makanan tambahan, pemberian tablet penambah darah, dan pemeriksaan HB.

Dari hasil pemeriksaan tersebut ada dua orang ibu hamil KEK baru, dengan risiko tinggi karena umurnya di bawah 20 tahun. Lalu terdapat empat ibu hamil yang sudah berada pada status gizi normal. Meski kegiatan ini baru dilakukan dua kali pada tahun ini, diharapkan efektif menjadi langkah awal untuk pengentasan stunting.

Sebanyak 15 ibu hamil KEK yang termasuk pada kategori miskin turut hadir, serta didampingi empat orang dari Puskesmas Siniu, dan seorang kader.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Rumah Sehat BAZNAS telah membuat kegiatan seperti ini lagi, karena meningkatnya ibu hamil yang kekurangan energi kronik ini, diharapkan dengan ada kegiatan seperti ini, status gizi mereka bisa berangsur-angsur naik dan bisa berada pada status gizi normal, seperti yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya, agar tidak ada lagi bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah. Sehingga tidak ada lagi anak yang mengalami stunting di kemudian hari. Dan semoga dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, bisa menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB),” ucap Bidan Puskesmas Siniu, Sulis.

Program Kesehatan Ibu Layanan Luar Ruang Rumah Sehat BAZNAS merupakan salah satu kegiatan pemanfaatan dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang ditunaikan oleh para muzaki melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Salam sehat.

Baca Juga :   Jelaskan jenis tata ruang toko bentuk area corak

Details
RSB



Layanan Rumah Sehat
18 August 2020

Rumah Sehat BAZNAS bersama Puskesmas Siniu, menggelar Kegiatan Kelas Ibu Hamil khusus Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada hari Jum’at (14/08/2020). Kegiatan Kelas Ibu Hamil dilaksanakan di Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.

Kegiatan yang dilakukan diantaranya:1. Pemeriksaan Ante natal care (ANC)2.Penyuluhan kesehatan3. Pemberian PMT

4. Senam ibu Hamil


Kecamatan Siniu merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki angka ibu hamil KEK dan Stunting yang tinggidi Kabupaten Parigi Moutong. Pada kesempatan kali ini, sebanyak 13 orang ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kelahiran dengan berat badan lahir rendah yang nantinya bermuara pada stunting serta menurunkan risiko kematian ibu. Untuk menurunkan risiko tersebut, Rumah Sehat BAZNAS bersama Puskesmas terus berupaya melakukan pendampingan, mengedukasi dan memunuhi kebutuhan gizi ibu hamil dengan pemberian makanan tambahan.

Semua Ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronik (KEK) akan terus di kontrol kesehatannya oleh Rumah Sehat BAZNAS. Mereka semua tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan hari ini. Hal itu menjadi tugas Rumah Sehat BAZNAS untuk terus mendampingi Mustahik agar kedepannya tidak ada lagi kematian ibu dan janin, serta stunting khususnya di Kecamatan Siniu dan Kabupaten Parigi Moutong.

“Terima yang sebesar-besarnya kepada teman-teman Rumah Sehat BAZNAS, berkat kerjasama dengan Puskesmas Siniu, Gizi dan kesehatan Ibu hamil dengan KEK mudah terkontrol dan Sekarang Ibu Hamil menjadi semangat mengikuti kelas Ibu hamil yang diadakan setiap bulan berjalan”
Ucap Ibu Ayu (38Tahun) selaku Pengelolah Program Gizi Puskesmas Siniu.

Program KIA Layanan Luar Ruang rumah sehat BAZNAS, merupakan salah satu model/ kegiatan pemanfaatan dana zakat, infaq dan sedekah (ZIS) Yang ditunaikan oleh para Muzakki melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Salam sehat

Baca Juga :   Apa fungsi kabel di dalam mainboard hp

—-

Info program pendistribusian BAZNAS lainnya silahkan klik >> pendistribusian.baznas.go.id

#SemestaKebajikanZakat

#RumahSehatBAZNAS_RI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

www.baznas.go.id

  1. Home
    /
  2. Archives
    /
  3. Vol 6 No 2 (2020): Desember 2020
    /
  4. Articles


DOI:


https://doi.org/10.33490/jkm.v6i2.337

Chronic Energy Deficiency (CED) is one of the nutritional problems which prevalence in Southeast Sulawesi is 21.9%, Kendari City is 14.37%, and Puuwatu Public Health Center is 11.04% (the national target for CED is 5%). The direct cause of CED is low intake of macronutrients such as energy, protein, fat and carbohydrates. During the Covid-19 pandemic, everyone is advised to stay at home so that access to food is very limited and causes a lack of nutritional intake for pregnant women. The study aimed to determine the macronutrient consumption of pregnant women who suffer from CED during the Covid-19 Pandemic. The research was conducted descriptively with a survey design. This research was conducted in June – September 2020 in the Puuwatu Public Health Center, Kendari City, Southeast Sulawesi. The research sample was 35 pregnant women in the 3rd trimester who had CED and were taken using saturated samples. Data collection by interview using a form 2×24 hour recall and also anthropometric measurements using microtoice and weight scales. Data were analyzed descriptively and presented in tabular and narrative form. The results showed that the energy and carbohydrate intake of pregnant women was 100% in the category of severe deficit, 91.4% heavy deficit protein intake and 8.6% mild deficit, then fat intake 57.1% severe deficit, 20% mild deficit and 8,6% mild deficit. In conclusion, the intake macronutrient of pregnant women in CED during the Covid-19 pandemic is mostly a severe deficit.

Who 2022 tentang ibu hamil kekurangan energi kronik

Posted by: pskji.org