Ciri reaksi kimia yang terjadi pada mengembangnya adonan roti setelah ditambah soda kue adalah

Ciri reaksi kimia yang terjadi pada mengembangnya adonan roti setelah ditambah soda kue adalah

You’re Reading a Free Preview

Pages

7

to

16

are not shown in this preview.

Dalam proses pembuatan roti terdapat suatu proses pemberian ragi pada adonannya. Pemberian ragi ini bertujuan agar adonan roti yang digunakan dapat mengembang dengan baik. Mengembangnya adonan roti disebabkan oleh salah satu mikroorganisme yang terdapat pada ragi yaitu jamur Saccharomyces cereviceae. Jamur ini akan menghasilkan karbondioksida yang menyebabkan adonan roti mengembang. Reaksi kimia yang terjadi pada proses pembuatan roti di atas adalah ….

  1. Glukosa  → etanol + CO2 + energi
  2. Glukosa + O2 → etanol + CO2+ energi
  3. Etanol + CO2 + energi → Glukosa + O2
  4. Etanol + CO2  → Glukosa

Jawaban        :
1

Pembahasan:Jenis fermentasi yang terjadi pada proses pembuatan roti adalah fermentasi alkohol. Fermentasi alkohol adalah suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan adanya bantuan mikroba dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). Reaksi kimia pada saat fermentasi alkohol yaitu:

Glukosa → etanol + CO + energi

Hasil dari proses fermentasi alkohol yang berupa etanol dapat digunakan dalam proses pembuatan minuman beralkohol dan bahan bakar etanol dan gas karbondioksida yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti.

Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah
1

c        Reaksi kimia adalah proses perubahan kimia antara zat-zat pereaksi (reaktan) yang berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia, suatu zat berubah menjadi satu atau lebih zat lain, yang jenisnya baru. Ketika anda mempelajari tentang unsur anda tentu sudah tahu terlebih dulu tentang lambanglambang kimia sebuah unsur. Nah, untuk memudahkan mempelajari materi reaksi kimia terlebih dahulu harus memahami bagaimana penulisan reaksi kimia. Contoh : Untuk menuliskan reaksi kimia yang terjadi ketika bongkahan batu kapur yang dimasukkan ke dalam air dan kemudian air menjadi panas. Untuk menuliskan reaksi yang terjadi antara kapur tohor CaO(s) dengan air H2 O(l) adalah sebagai berikut: Hasil dari proses reaksi kimia tersebut adalah Ca(OH) atau kalsium hidroksida sukar larut dalam air dan apabila didiamkan maka akan tampak endapan/padatan putih di dasar bejana. c                 Dalam menuliskan suatu reaksi kimia kita juga harus memperhatikan jumlah angka di sebelah kiri pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk). Angka tersebut disebut koefisien yang menunjukkan jumlah masing-masing atom yang berperan dalam reaksi. Massa zat sebelum dan sesudah reaksi juga tidak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Contoh: Larutan timbal(II) nitrat direaksikan dengan kalium iodida yang larut dalam air menghasilkan padatan timbal(II) iodida yang berwarna kuning dan cairan kalium nitrat. Dalam reaksi kimia jumlah atom yang menyusun zat tidak ada yang hilang, hanya disusun ulang; jadi untuk reaksi seperti tersebut diatas dapat digambarkan sebagai berikut: G               Apabila diberikan contoh tentang dibakarnya pita magnesium sehingga dihasilkan berupa padatan magnesium oksida (putih)   Menentukan letak pereaksi (reaktan) di sebelah kiri dan produk hasil reaksi di sebelah kanan dari tanda panah. Pereaksinya adalah Mg (Magnesium) dalam bentuk solid/padat dan O2 (Oksigen) dalam bentuk gas; ingat proses pembakaran perlu oksigen. Hasil reaksi (produk) berupa MgO (magnesium oksida).  Menyetarakan atom dalam persamaan. Dari persamaan reaksi tersebut jumlah atom magnesium reaktan sudah sama dengan jumlah atom magnesium hasil reaksi (produk). Nah untuk atom oksigen belum sama. Padahal oksigen merupakan atom diatomic, yaitu setiap molekulnya mengandung 2 atom oksigen.  Apabila rumus kimia sudah benar namun belum seimbang setelah dilihat jumlah atomnya maka langkah selanjutnya adalah menyetarakan koefisien di depan zat reaktan atau produk. Apabila dari contoh reaksi tersebut kita tambahkan angka 2 di depan zat hasil reaksi (MgO) untuk menyetarakan jumlah Oksigennya maka reaksi kimianya menjadi: Namun jumlah Mg di sebelah kiri masih berjumlah 1, maka apabila ditambahkan angka 2 di depan Mg reaktan reaksi kimia dapat ditulis menjadi : Sekarang dapat dilihat dalam tabel: Reaksi tersebut disebut setimbang dimana jumlah atom reaktan dan produk (hasil reaksi) sama dan disebut persamaan reaksi setara. º º      a. b. c. d. e. Pada dasarnya reaksi kimia yang terjadi itu bermacam-macam jenisnya, maka untuk memudahkan dalam mempelajarinya kita dapat mengelompokkan berdasarkan bagaimana cara atom tersusun kembali pada hasil reaksi kimia. Beberapa jenis-jenis reaksi kimia tersebut adalah: Reaksi pembakaran Reaksi kombinasi Reaksi penguraian Reaksi penggantian Reaksi metatesis   c   Merupakan reaksi antara suatu zat dengan oksigen menghasilkan zat yang jenisnya baru dan panas. Reaksi pembakaran juga dapat menimbulkan api, ledakan, atau hanya menimbulkan pendar. Pembakaran bahan bakar pada umumnya menghasilkan gas karbon dioksida, uap air dan sejumlah energi. Contoh misalnya pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan bermotor. Pentana dibakar menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air G     Reaksi kombinasi sering disebut juga dengan reaksi reduksi-oksidasi atau reaksi redoks yang merupakan unsur bebas. Dalam      dapat dijumpai ketika dua atau lebih reaktan menjadi zat baru. Contoh reaksi penggabungan misalnya pada reaksi antara besi dengan belerang (sulfur) yang menghasilkan senyawa besi sulfida dan seng dengan belerang dipanaskan menjadi seng sulfida. Reaksi Oksidasi juga berlangsung pada proses respirasi yaitu proses oksidasi glukosa dalam tubuh makhluk hidup. V   V  terjadi ketika suatu zat kehilangan oksigen. Reaksi ini biasanya digunakan untuk mengekstrak logam dari bijihnya. j  c  Dalam reaksi penguraian yang terjadi adalah kebalikan dari reaksi penggabungan. Dimana suatu zat terurai menjadi dua atau lebih zat baru. Contoh reaksi penguraian misalnya pada proses elektrolisis air menjadi gas hidrogen dan gas oksigen dengan menggunakan listrik, reaksinya sebagai berikut:   c  Reaksi penggantian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu       dan    . 1. Reaksi penggantian tunggal terjadi apabila sebuah unsur menggantikan kedudukan unsur lain dalam suatu reaksi kimia, contoh Misalnya pada reaksi antara kawat tembaga yang dicelupkan ke dalam larutan perak nitrat. Karena tembaga lebih aktif dari pada perak, maka tembaga mengganti kedudukan perak membentuk larutan tembaga (II) nitrat yang berwarna biru. 2. Reaksi penggantian rangkap dapat terjadi pada penggantian ion antar atom atau senyawa misalnya pada proses reaksi antara asam klorida (HCl) dengan natrium hidroksida (NaOH) akan menghasilkan garam dapur (NaCl) dan air (H2O).      , terdiri dari: i? reaksi   ; suatu proses reaksi yang membentuk endapan, seperti pada reaksi antara timbal (II) nitrat dan kalium iodida menghasilkan endapan berwarna kuning timbal (II) iodida dan larutan kalium nitrat i? reaksi    ; adalah merupakan reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan garam dan air i? reaksi      ; adalah reaksi kimia yang pada produknya dihasilkan gas misalnya : u? pada proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme, yaitu ragi. Pada pembuatan roti, ragi yang ditambahkan pada adonan akan menyebabkan adonan roti mengembang. Karena terbentuknya gas karbon dioksida ketika soda kue (NaHCO3) ditambahkan ke adonan dan proses pemanggangan mengakibatkan sel ragi mati, maka proses fermentasi berhenti. u? logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas hidrogen (H2)    c         c      Reaksi kimia merupakan contoh yang paling sesuai untuk perubahan kimia. Pada reaksi kimia, satu zat atau lebih diubah menjadi zat baru. Zat-zat yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan). Zat baru yang dihasilkan disebut hasil reaksi (produk). Hubungan ini dapat ditulis sebagai berikut. Pereaksi mHasil reaksi atau Reaktan mProduk   ºika larutan timbal (II) nitrat dan kalium iodida dicampur, terbentuk padatan berwarna kuning menyala. Padatan kuning tersebut, timbal (II) iodida, terdapat di dasar gelas kimia, dan cairan dalam gelas kimia adalah larutan kalium nitrat ºika reaksi kimia yang ditunjukkan pada Gambar 4 ditulis, mungkin akan terlihat sebagai berikut: u                            Urutan kata-kata tersebut agak panjang dan tidak praktis. Akan tetapi, semua informasi dalam pernyataan ini penting. Hal yang sama juga terjadi pada sebagian besar reaksi kimia, banyak kata-kata yang dibutuhkan untuk menyatakan semua informasi penting. Akibatnya, para ilmuwan mengembangkan metode menulis cepat untuk menggambarkan reaksi kimia. Persamaan reaksi kimia adalah suatu pernyataan yang menggambarkan reaksi kimia menggunakan rumus kimia dan lambang-lambang lain. Pada pembahasan lambang unsur anda telah mempelajari bagaimana menggunakan lambang-lambang kimia. Beberapa lambang lain yang digunakan pada persamaan reaksi kimia: menghasilkan + ditambah (s) padatan (s =    (g) gas (g = gas) (l) cairan atau leburan (l =    (aq) terlarut dalam air (aq =   Bagaimana persamaan reaksi kimia untuk reaksi pada Gam bar 3? Pb(NO3 )2 + 2Kl Pbl2 + 2KNO3  Lambang-lambang di sebelah kanan rumus-rumus tersebut adalah (s) untuk padatan, dan (aq) untuk larutan, yang berarti ³terlarut dalam air´.    Apa arti angka-angka di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi? Ingat bahwa     menyatakan bahwa massa zat tidak berubah selama reaksi kimia. Atomatom disusun ulang, namun tidak hilang atau musnah. Angka-angka ini, yang disebut koefisien, mewakili jumlah unit masing-masing zat yang berperan dalam reaksi. Misalnya, dalam reaksi diatas, satu unit Pb(NO)3 bereaksi dengan dua  4. Gambaran reaksi antara Pb(NO)3(aq) dengan KI unit KI dan menghasilkan satu unit PbI2 dan dua unit KNO3. Gambar 4 akan membantumu memahami reaksi ini. Bagaimana cara menentukan koefisien-koefisien dalam suatu reaksi kimia? Dalam bagian berikut anda akan mengetahui bagaimana cara menentukan koefisien pada persamaan reaksi kimia.     c        Bercak perak adalah perak sulfida, Ag2S. Senyawa ini terbentuk ketika senyawa yang mengandung belerang di udara atau ma kanan bereaksi dengan perak. Penulisan persamaan reaksi kimia ini adalah. Ag + H2S ĺ Ag2S + H2 Sekarang perhatikan persamaan tersebut. Ingat bahwa zat tidak tercipta atau musnah dalam reaksi kimia. Perhatikan bahwa terdapat satu atom perak pada pereaksi, yaitu AgAkan tetapi, terdapat dua atom perak dalam hasil reaksi, yaitu Ag2S Satu atom perak tidak dapat begitu saja menjadi dua. Persamaan tersebut harus disetarakan sehingga dapat menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi dalam reaksi tersebut. Persamaan reaksi kimia yang setara mempunyai jumlah atom masing-masing unsur yang sama pada kedua ruas persamaan tersebut. Untuk memastikan apakah persamaan itu setara, buatlah bagan yang ditunjukkan dalam Tabel berikut. ºumlah atom Atom Ag + H2S Ag2S + H2 Ag H 1 2 2 2 S 1 1 ºumlah atom hidrogen dan jumlah atom belerang setara. Namun terdapat dua atom perak di sebelah kanan sedangkan di sebelah kiri hanya satu. c     Untuk menyetarakan persamaan, jangan mengubah angka pada rumus yang sudah benar. Letakkan angka koefisien di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi sehingga jumlah atom perak pada kedua sisi. ºika tidak ditulis angkanya, berarti koefisien tersebut satu. Bagaimana anda menentukan koefisien yang digunakan untuk menyetarakan persamaan tersebut? Penentuan ini biasanya merupakan proses mencoba-coba. ºika terlatih, proses tersebut menjadi mudah. Pada persamaan reaksi kimia bercak perak, atom-atom belerang dan hidrogen sudah setara. Tidak perlu menambahkan koefisien didepan rumus-rumus yang mengandung atom-atom ini. Kemudian perhatikan rumus-rumus yang mengandung atom-atom perak: Ag dan Ag2S. Di sisi kanan terdapat dua atom perak, sedangkan di sisi kiri hanya terdapat satu. ºika ditambahkan koefisien 2 didepan Ag, persamaan tersebut menjadi setara, seperti ditunjukkan dalam Tabel berikut. ºumlah atom Atom 2Ag + H2S Ag2S + H2 Ag H 2 2 2 2 S 1 1 2Ag + H2S Ag2S + H2 Ô          j      ºika sepotong pita magnesium terbakar dalam labu berisi oksigen, terbentuklah serbuk putih yang disebut magnesiun oksida. Untuk menulis persamaan reaksi kimia yang setara untuk sebagian besar reaksi, ikuti 4 langkah berikut ini. Langkah 1. Gambarkan reaksi dalam kata-kata, letakkan pereaksi disisi kiri dan hasil reaksi di sebelah kanan. ½            Langkah2. Tulis persamaan reaksi kimia untuk reaksi tersebutmenggunakan rumus-rumus dan lambang-lambang. Rumus untuk unsur-unsur umumnya hanya lambang-lambang. Akan tetapi, harus diperhatikan bahwa oksigen adalah molekul diatomik, O2. Mg + O2 ĺMgO Langkah 3. Hitunglah atom dalam persamaan. Buatlah bagan (tabel) untuk membantumu. Atom-atom magnesium sudah setara, namun atom-atom oksigen belum. Oleh karenanya persamaan ini belum setara. ºumlah atom Atom Mg + O2 MgO Mg O 1 2 1 1 Langkah 4. Tentukan koefisien yang menyetarakan persamaan tersebut. Ingat, untuk menyetarakan persamaan jangan mengubah angka pada rumus yang sudah benar. Coba dengan memberi koefisien 2 di depan MgO untuk menyetarakan oksigen. Mg + O2 ĺ2MgO Sekarang terdapat dua atom Mg di sisi kanan sedangkan di sisi kiri hanya satu jadi koefisien 2 juga dibutuhkan oleh Mg. 2Mg + O2 ĺ2MgO ºumlah atom Atom 2Mg + O2 2MgO Mg O 2 2 2 2    Tuliskan reaksi berikut dan setarakan a. Logam tembaga direaksikan dengan padatan belerang menghasilkan tembaga (I) sulfida, Cu2S. b. Logam natrium direaksikan dengan air menghasilkan natrium hidroksida (NaOH) dan gas hidrogen. ! a. ºumlah atom Atom Cu S 2Cu + S Cu2S 2Cu + S Cu2S 2 1 2 1 larutan b. ºumlah atom Atom 2Na + 2H2O 2NaOH + H2 Na H 2 4 2 4 O 2 2 2Na + 2H2O ĺ2NaOH + H2 j        Cara ini dilakukan dengan memberi koefisien sementara dengan huruf a,b,c,d dan seterusnya. Kemudian melakukan substitusi dengan berpedoman bahwa jumlah masing-masing atom di ruas kiri dama dengan jumlah atom pada ruasn kanan. Langkah-langkah: Langkah 1 : memberi koefisien sementara, pilih rumus kimia yang paling kompleks dan berilah koefisien 1, sedangkan yang lainnya berilah koefisien a, b, c, dan seterusnya Langkah 2 : menyelesaikan secara substitusi, dengan prinsip jumlah masing-masing atom di ruas kiri = ruas kanan Langkah 3 : menuliskan hasil akhir    Setarakan reaksi Mg(s) + O2(g) ĺ MgO(s). !  Langkah 1. rumus kimia yang paling kompleks MgO a Mg + b O2 ĺ MgO langkah 2. ºumlah di ruas kiri = jumlah di ruas kanan Hasil Atom Mg a= a=1 Atom O 2b = Langkah 3. Mg + O2 2MgO 1 1 b= 1/2 Agar koefisien tidak pecahan, maka kalikan dengan 2, sehingga: 2 Mg + O2 ĺ 2 MgO Setarakan reaksi: C7H16 ë”#CO2 + H2 O ! Langkah 1: rumus kimia paling kompleks C7 H16 1C7H16 + a O2 b CO2 + c H2 O Langkah 2: ºumlah di ruas kiri = jumlah di ruas kanan Hasil Atom C 7= b=7 Atom H 16 = 2c Atom O 2a = 2b + c 2a = b c=8 (2 x 7)+ 8 2a = 22 a = 11 Setarakan reaksi: Al + H2SO4 Al2(SO4)3 + H2 ! Langkah 1: Rumus kimia paling kompleks Al2 (SO4)3 a Al + b H2SO4 1 Al2(SO4 )3 + c H2 langkah 2: ºumlah di ruas kiri = jumlah di ruas kanan Hasil Atom Al a= 2 a=2 Atom S b= 3 b=3 Atom O 4b = 12 Atom H 2b = c2x3= Langkah 3. b=3 c c=6 2Al + 3H2SO4 Al2 (SO4)3 + 6H2 Ciri-Ciri Reaksi Kimia Untuk membuktikan terjadinya reaksi kimia dari suatu proses kimia kita dapat melihat gejala yang menyertai misalnya: Œc     Larutan timbal (II) nitrat direaksikan dengan larutan kalium iodida menghasilkan padatan timbal (II) iodida dan larutan kalium nitrat c    Pembentukan gas biasanya menunjukkan, bahwa reaksi sedang berlangsung. Reaksi pembentukan gas ditandai dengan adanya gelembung-gelembung udara jika reaksi berlangsung sebagai larutan, atau bau yang tercium ataupun tampak asap yang keluar dari sebuah reaksi dan mengembangnya suatu reaktan. Contoh: 1. Pada proses pembuatan kue, penambahan soda kue menyebabkan adonan kue menjadi mengembang. Soda kue menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan kue mengembang. 2. Reaksi antara batu marmer dengan larutan asam klorida menghasilkan gas hidrogen (H2). 3. Logam stronsium atau barium yang dimasukkan ke dalam air, menghasilkan gas hidrogen (H2). 1. 2. 3. 4. c  Seperti halnya perubahan endapan, perubahan warna juga mudah untuk diamati sebagai individu terjadinya reaksi kimia Contoh : Larutan timbal (II) nitrat direaksikan dengan larutan kalium iodida menghasilkan padatan timbal (II) iodida yang berwarna kuning dimana awalnya kedua larutan adalah bening. Perubahan warna besi ketika berkarat menjadi coklat. Tembaga yang berwarna kuning berubah menjadi hijau ketika berkarat. Glukosa (bening) jika ditetesi larutan benedict dan dipanaskan akan berwarna jingga dan kemudian menjadi merah bata ketika didinginkan  c   Reaksi kimia terkadang ditandai dengan adanya perubahan suhu. Suhu yang terjadi bisa menjadi lebih tinggi atau rendah. Reaksi kimia yang disertai kenaikan suhu disebut dengan       . Sebaliknya reaksi yang disertai penurunan suhu disebut dengan        . Contoh: 1. Reaksi antara karbid (CaC2 ) dengan air menghasilkan suhu yang sangat tinggi dan gas asetilena (C2H2 ) sehingga dapat digunakan untuk melelehkan besi yang sangat keras. 2. 3. Reaksi antara batu kapur dengan air. Reaksi yang memerlukan panas terjadi pada reaksi fotosintesis sebagai reaksi endoterm, karena pada reaksi ini terjadi penurunan suhu. Ôº    1. Pengertian Laju Reaksi Laju menyatakan seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses berlangsung. Laju juga menyatakan besarnya perubahan yang terjadi dalam satu satua waktu. Satuan waktu dapat berupa detik, menit, jam, hari atau tahun. Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat peraksi semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk. 2. Ungkapan Laju Reaksi untuk Sistem Homogen Untuk sistem homogen, laju reaksi umum dinyatakan sebagai laju penguragan konsentrasi molar pereaksi atau laju pertambahan konsentrasi molar produk untuk satu satuan waktu, sebagai berikut: ? ? i ? i t i? t ? i? ti? l?  l ? l/ ? M? t ? i? lj ? i?  l ?l/ t?t ?M/ t ? ? j ?Rt? ? j ?t?  ? j ?t? j ?t? l ?t?lj ? t ?l?t ?ttt ? ?t?lj ?t? ? lj ? t? t? i i? ? lj ?   ? Mil?  t ?  ?  ? j? ? ? l? ? j ? j ? t?  ? it ?  l ? ? /? j? ? ? /j ? t ? j? lj ?  ? ti ? ll ? ? /j ? j ? t? it j ? l ?„ ?  ?  ? j ?t? j ? t?  l ? lj ?  ? t? ttt ? i? tl ? it? li t? l ? lj ?i?   ? i? t ? ? t ?  ?  ? lj ? i? i? il? ii? ? t ?t ?i ?l ??it ?lt?ti?t  ?t ?t ?i? l ? ti? ? i?  ? ii ? j ? t?  ? t ? t? t? itt ? i? ii? ?t? ?t?t?t t?i?i t ?  ? i?i?i ? ?t?t?  ? i?iti? t ?t ?ii? ? lj ?t??ii?t? ? ? D ! D ! ”     Ô   ? l? j ? ?i ? ?t?li ?t? i ?l? ? l? ii? ti?  ? lj ? i? ? ? t? l ? ? lj ? ?  ? t ?  ?  ? t? i ? !l? i? ii? ? i ? “t#”t? ?  i? lj ? i ? t ? tt? l? ii?  i? it? t?  li? lj ? i? it ? lt? i? ?  i? ?  ? lj ? i?? t  ? ? ? $ti? ilii? ? ? t? ti? l? lj ? i? ? i? ti? i? ? t  ? ? tj i? i? ?  i? ? lj ? i? i? t ? Bit ? j ? il? i? il? ti? i? ?i?il?t  ??tj i?t?til? i?lj ?i? ? i?il ? #  ?  ? j ? t  t? ? l?  i? lj ? i ? %il?  ?  ?  t ? i? ? l ? ii? ? ? til? i? ti”? ?  i? t  ??tj i?i?i??lj ?i?i? ?li? il? ? it  ??til?i?t?ti”? i?lj ?i?i?il ?  ? B?i??lit?i? l? j ? ?$lj ? i?i?ti?it ? j ? i i? t ?  ? t? ? il? &l ? ? ?ti? ? ii? t??lj ?i ?  ? $tli?  l ?  t ? t? ? t? lj ? i? ii?  ?  ? ttt ? t? li?   ? t ? ti? l ? i? it ?  ii ?  t ? tli? ? l? i? ti?  ? i? i? t  ?   ? $tli?  i? i? l ?li ?t?t ? i?i? ? ?li ?  ?it?  ? ? ii ? t  ? i ? $tli?  i?  t ? jl ? ili ? ? i? ti&i? ? li ?   ? $tli?  i? i? ? i t ? t ? l ?i ? Î Ô ? ?  ? t ? ilii? ? ? t? ti? l? lj ? i? ? i? ? l ?  ? i ? t ? t? til? ? t  ? ? tj i? i? ?  i? ? lj ? i? i? t ? Bit ? j ? il? i? il? l ?  ? i ? t ? ? i?il? t  ? ? tj i? t? til?  i? lj ? i?  ? i? il ? $titi? i? ? ii? j ? t  t?  ? it ? i? l ? i? it ? ? i? t? t ? ? i t ? t ? i;?  ? i? ? i? it ? ? i?l?t ?? i t ? t ?i ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? c  $%%     $%%   %  &  %   %  %     % $%%    

Baca Juga :   Perhatikan grafik berikut kawat penghantar yang mempunyai hambatan paling besar adalah

 %Œ%%Œ%       % $%%    

Ciri reaksi kimia yang terjadi pada mengembangnya adonan roti setelah ditambah soda kue adalah

Posted by: pskji.org