Nama organisasi pergerakan Nasional yang pertama kali bergerak di bidang politik yaitu

Nama organisasi pergerakan Nasional yang pertama kali bergerak di bidang politik yaitu

Organisasi Pergerakan Nasional yang pertama kali bergerak di bidang politik adalah….

A. Budi Utomo

B. Serikat Islam

C. Perhimpunan Indonesia

D. lndische Partij

Pembahasan

lndische Partij merupakan organisasi pergerakan yang pertama yang bergerak di bidang politik. Organisasi ini didirikan oleh oleh Ki Hajar Dewantara, Cipto Mangunkusumo, dan Danudirdja Setiabudi (Douwes Dekker). Adapun tujuan utama organisasi lndische Partij adalah menyatukan semua golongan yang ada di Indonesia seperti golongan pribumi, Indo-Belanda, Tionghoa, Arab. Melalui persatuan antar golongan ini, akan sangat membantu supaya pergerakan nasional bisa segera diwujudkan.

Jawaban

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah D.

Lihat Foto

Partai Nasional Indonesia (PNI) salah satu organisasi pergerakan nasional

KOMPAS.com –Pergerakan nasional terjadi sejak 1908 sampai 1945.

Pada 1908 dapat dijadikan sebagai sebuah awal pergerakan nasional karena pada masa itu perjuangan yang dilakukan rakyat masuk ke dalam kategori visi nasional.

Pergerakan yang dilakukan untuk melawan penjajah sebelumnya masih bersifat kedaerahan.

Sampai akhirnya pada 1908 lahir organisasi modern dengan cita-cita nasional.

Adapun organsisasi-organisasi pergerakan nasional, yaitu:

  • Budi Utomo
  • Sarekat Islam
  • Indische Partij
  • Perhimpunan Indonesia
  • Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV)
  • Partai Nasional Indonesia

Baca juga: Kegagalan Ekonomi pada Masa Demokrasi Terpimpin

Budi Utomo merupakan organisasi pertama yang dicetus di Indonesia oleh dr. Wahidin Soedirohosodo.

Wahidin berkeliling ke Pulau Jawa untuk melakukan sosialisasi terkait pentingnya pendidikan.

Selain itu, juga terdapat dana pendidikan untuk membantu para kaum terpelajar yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya.

Dana ini disebut Studie Fond atau Dana Pelajar.

Pada 1907, Wahidin bertemu dengan Soetomo saat tengah berkampanye.

Suara.com –
Kemerdekaan Indonesia tak diraih secara instan. Jika ditarik kebelakang, banyak sekali organisasi pergerakan nasional yang telah  berjuang sejak lama untuk kemerdekaan yang akhirnya diraih pada 17 Agustus 1945 lalu.

Organisasi pergerakan nasional ini sendiri bergerak di berbagai bidang, mulai dari perjuangan secara fisik, bidang pendidikan, dan sebagainya. Berikut beberapa organisasi yang berperan besar pada perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.

1. Budi Utomo

Organisasi ini sendiri dicetuskan oleh Dr. Wahidin Soedirohoesodo dan bergerak di bidang pendidikan. Beliau berkeliling di pulau Jawa untuk melakukan sosialisasi, terkait pentingnya pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Refleksi Kebangkitan Nasional: 113 Tahun Lalu dan Hari ini

Pada tahun 1907 kemudian beliau bertemu dengan Soetomo, dan sepakat membentuk Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Dengan beranggotakan mahasiswa STOVIA, sekolah kedokteran pada masa itu, organisasi ini jadi tanda perjuangan dan pergerakan nasional.

2. Sarekat Islam

Berdiri pada tahun 1905 oleh Haji Samanhudi di Solo, organisasi pergerakan nasional ini bergerak di bidang perdagangan. Awalnya nama organisasinya adalah Sarekat Dagang Islam, sebelum kemudian diubah jadi Sarekat Islam.

Adalah HOS Cokroaminoto yang ditunjuk sebagai ketua dari organisasi pergerakan nasional ini pada tahun 1912. Sederhana saja, tujuan utama dari organisasi ini adalah agar pengusaha lokal bisa bersaing dengan pengusaha yang datang dari berbagai daerah lain di luar Jawa dan indonesia.

3. Indische Partij

Baca Juga: Budi Utomo: Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Nama organisasi pergerakan nasional yang lain, yang tentu tak kalah terkenal adalah Indische Partij. Berdiri pada 25 Desember 1912, organisasi ini adalah partai politik pertama yang ada di wilayah Hindia Belanda.

Baca Juga :   Data hasil penimbangan berat badan dalam kg sebagai siswa kelas

Nama organisasi pergerakan nasional yang pertama kali bergerak di bidang politik yaitu?

  1. Indische Partij
  2. Budi Utomo
  3. Sarekat Islam
  4. Perhimpunan Indonesia
  5. Semua jawaban benar

Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah:
A. Indische Partij.

Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban A benar, dan 0 orang setuju jawaban A salah.

Nama organisasi pergerakan nasional yang pertama kali bergerak di bidang politik yaitu indische partij.

Pembahasan dan Penjelasan

Jawaban
A. Indische Partij
menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban
B. Budi Utomo
menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban
C. Sarekat Islam
menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan.

Jawaban
D. Perhimpunan Indonesia
menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan.

Jawaban
E. Semua jawaban benar
menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah A. Indische Partij

Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

Nama organisasi Pergerakan Nasional yang pertama kali bergerak di bidang politik yaitu …
a. Indiche Partij
b. Budi Utomo c. Perhimpunan Indonesia d. Serekat Islam

e. PNI

Jawaban: a. Indiche Partij

Indische Partij merupakan organisasi pergerakan pertama yang bergerak di bidang politik. Organisasi ini didirikan oleh Ki Hajar Dewantara, Cipto Mangunkusumo, dan Danudirdja Setiabudi (Douwes Dekker).

Indische Partij merupakan salah satu organisasi nasional yang memiliki pengaruh terhadap pergerakan nasional.

Indische Partij yang dalam Bahasa Indonesia berarti Partai Hindia didirikan pada tanggal 25 Desember 1912 oleh 3 serangkai yang terdiri dari para cendekiawan Hindia Belanda. Ketiga cendekiawan ini yaitu E.F.E Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Raden Mas Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara.

Organisasi ini berdiri pada tanggal 25 Desember 1912, namun hanya bertahan selama satu tahun. Pada 4 Maret 1913, partai ini dibubarkan pemerintah karena berhaluan politik menentang Belanda. Keanggotaannya mencapai 7.000 orang hanya dalam waktu satu tahun.

Organisasi ini mendapat penolakan dari wakil pemerintahan belanda di negara jajahan, dengan alasan organisasi ini dianggap oleh kolonial saat itu dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan bergerak dalam sebuah kesatuan untuk menentang pemerintahan kolonial Belanda. Apalagi, mengingat tujuan dari organisasi ini benar-benar revolusioner ntuk mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial.

Namun, banyak tantangan yang ternyata harus dijalani oleh Indische Partij yang bergerak di bidang politik ini. Salah satunya, karena kiriman surat dari media, salah satu anggota tiga serangkai, R.M. Suwardi Suryaningrat ditangkap. Disusul oleh rekan lainnya dari tiga serangkai, yang akhirnya juga ditangkap. Bahkan pada tahun 1913 mereka diasingkan ke Belanda.

Tujuan Indische Partij

Indische Partij awalnya didirikan karena adanya diskriminasi dan rasisme antara keturunan Belanda asli dengan orang Eropa campuran yang berasal dari hasil perkawinan antara orang Belanda dengan orang Indonesia.

Baca juga:

Asal Usul Angso Duo, Putri Tangguk DLL

Tujuan Indische Partij yang paling utama adalah untuk membangun rasa patriotisme terhadap tanah air. Organisasi ini menggunakan media majalah dan surat kabar sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan Indische Partij tersebut.

Baca Juga :   Apakah yang dimaksud dengan busur kecil atau pendek jelaskan?

Tujuan Indische Partij adalah untuk memperbaiki keadaan kaum indo. Itu sebabnya pendiri IP berupaya mencari dukungan dari organisasi lain yang juga bisa dijadikan pendukung, agar dapat memengaruhi pendiri dari Indische Bond.

Berikut beberapa tujuan Indische Partij didirikan:

  1. Membangun rasa patriotisme seluruh rakyat Indonesia terhadap Indonesia yang merupakan tanah airnya.
  2. Menerapkan kerjasama yang didasarkan pada persamaan ketatanegaraan.
  3. Memajukan tanah air Indonesia.
  4. Mempersiapkan kehidupan rakyat Indonesia sebagai rakyat yang merdeka.

Tujuan Indische Partij adalah
untuk kemerdekaan Indonesia. Indische Partij merupakan salah satu organisasi politik pertama yang memiliki tujuan untuk kemerdekaan Indoesia.

Usaha Mencapai Tujuan Indische Partij

Buku Sejarah Credit: pexels.com/Namera

Indische Partij sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indonesia dan bumi putera. Hal ini terjadi, karena jumlah orang Indonesia sangat sedikit untuk itu di butuhkan kerja sama dengan orang bumi putera, agar kedudukan organisasinya akan semakin kuat.

Tujuan Indische Partij ini dilakukan dengan berbagai usaha. Salah satu usaha yang dilakukan Indische Partij dalam mencapai tujuannya adalah menjalin kerja sama antara antara orang Indo (keturunan Belanda) dan Bumiputera (orang pribumi/Indonesia).

Usaha-usaha tersebut antara lain:

  1. Menyerap cita-cita nasional Hindia (Indonesia) .
  2. Memberantas kesombongan sosial baik dalam bidang pemerintahan maupun kemasyarakatan sehingga semua orang memiliki kedudukan yang sama.
  3. Memberantas usaha-usaha yang dapat menimbulkan kebencian antar agama .
  4. Memperbesar pengaruh pro-Hindia dalam pemerintahan .
  5. Berusaha mendapatkan hak bagi semua orang Hindia .
  6. Bidang edukasi ditujukan untuk memperkuat kondisi perekonomian terutama bagi masyarakat yang berada dalam perekonomian yang lemah.

Pendiri Indische Partij

  1. E.F.E. Douwes Dekker. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker, atau juga dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi adalah seorang keturunan Belanda yang lahir di Pasuruan, Jawa Timur. Ia adalah wartawan, penulis, sekaligus aktivis politik yang hidup di antara dua identitas.
  2. Tjipto Mangoenkoesoemo. Tjipto adalah putra seorang priyayi rendah di Ambarawa, Jawa Tengah, yang berhasil sekolah di STOVIA. Tjipto berkontribusi dalam berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Kemudian membangun organisasi yang lebih inklusif yaitu Indische Partij.
  3. Suwardi Suryaningrat. Suwardi Suryaningrat atau Ki Hadjar Dewantara adalah aktivis politik, penulis, dan guru yang berasal dari Pakualaman. Ia menyoroti diskriminasi yang tumbuh terhadap kalangan pribumi, terutama dalam bidang pendidikan.

Pembahasan

Pergerakan Nasional: Dampak dari Politik Etis

Awal mula pergerakkan nasional ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi yang didirikan oleh kaum intelektual. Ada tiga masa dalam pergerakan nasional, penjelasannya sebagai berikut:

Masa Awal Pergerakan Nasional Awal abad 20 Indonesia mengalami fase yang disebut sebagai kebangkitan nasional.

Pada fase ini perlawan terhadap penjajah tidak lagi menggunakan senjata, melainkan melalui organisasi.

Ada tiga organisasi penting pada masa ini, berikut penjelasannya:

Budi Utomo

Budi Utomo merupakan organisasi pergerakan pertama di Indonesia. Budi Utomo didirikan oleh mahasiswa STOVIA yang diketuai oleh dr. Soetomo pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta.

Dilansir dari buku Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia (2019) karya Armelia F, Budi merupakan organisasi yang bercorak sosial budaya dan pendidikan.

Tujuan utamanya adalah mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa dalam hal pendidikan.

Sarekat Islam

Sarekat Islam pertama kali dididirikan oleh K.H Samanhudi pada 16 Oktober 1905.


Tujuannya

melindungi hak-hak pedagang pribumi muslim dari monopoli dagang yang dilakukan pedagang Tionghoa. Organisasi ini awal mulanya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI).

Baca Juga :   Komponen elektronika yang berfungsi menyimpan muatan listrik sementara waktu disebut

Kemudian diubah menjadi Sarekat (SI) Islam oleh Haji Oemar Said Cokroaminoto pada tahun 1912.

Perubahan nama dilakukan agar Sarekat Islam tidak hanya bergerak di bidang ekonomi, tetapi juga bidang lain seperti politik dan sosial.

Indische Partij

Indische Partij merupakan organisasi pergerakan pertama yang bergerak di bidang politik. Organisasi ini didirikan oleh Ki Hajar Dewantara, Cipto Mangunkusumo, dan Danudirdja Setiabudi (Douwes Dekker).

Indische Partij adalah menyatukan semua golongan yang ada di Indonesia, baik itu golongan pribumi, Indo-Belanda, Tionghoa, dan Arab.

Persatuan antar golongan penting agar pergerakan nasional bisa segera diwujudkan.

Masa Radikal

Organisasi pada masa ini bersifat non kooperatif terhadap pemerintahan Hindia Belanda.

Dalam buku Masa Pergerakan Nasional (2019) karya Samsudar Makfi, dijelaskan bahwa ada tiga organisasi penting dalam masa ini.

Berikut penjelasannya:

Perhimpunan Indonesia

Organisasi ini merupakan organisasi yang dibentuk oleh pelajar Indonesia yang menempuh studi di Belanda. Pertama kali didirikan pada tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging (IV).

Baca juga:

Sumber Pendapatan Daerah : Pengertian, Siklus Manajemennya

Kemudian pada tahun 1925 berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Pasa masa ini Perhimpunan Indonesia dipimpin oleh Moh. Hatta, Ahmad Soebardjo, Iwa Kusumasumantri, J.B. Sitanala, Sastromulyono, dan D. Mangunkusumo.


Tujuan

Perhimpunan Indonesia antara lain mendorong pelajar Indonesia agar memiliki komitmen yang kuat tentang persatuan dan kemerdekaan Indonesia.

Partai Komunis Indonesia

Komunisme masuk ke Indonesia melalui tokoh Sneevliet. Kemudian Sneevliet membentuk organisasi bernama Indische Social Democratishe Vereniging (ISDV) pada tahun 1914.

Sekolah Kedokteran yang Melahirkan Tokoh Pergerakan Nasional Tahun 1920 organisasi ini berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kehadiran PKI awalnya tidak didukung oleh masyarakat. Oleh sebab itu PKI melakukan propaganda secara besar-besaran untuk menarik dukungan masyarakat.

Partai Nasional Indonesia (PNI)

Organisasi ini didirikan Soekarno, Soenarjo, Ali Sastroamidjojo, dan Sartono pada tahun 1925. Organisasi ini berusaha menaungi kaum intelektual muda Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap nasib bangsanya.

Tujuan
utama PNI adalah melawan kolonialisme dan imperialisme Belanda demi meraih kemerdekaan Indonesia.

Masa Moderat

Masa ini ditandai dengan tindakan represif yang dilakukan pemerintah Belanda. Ada tiga organisasi penting dalam masa ini.

Berikut penjelasannya:

Fraksi Nasional

Dilansir dari Kamus Sejarah Indonesia (2018) karya Eko Sujatmiko, merupakan orginasi politik pada masa pergerakan nasional yang didirikan di Jakarta pada tanggal 27 Januari 1930.

Organisasi ini diketuai oleh Mohammad Husni Thamrin.

Tujuan
utamanya adalah menjamin adanya kemerdekaan nasional dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Petisi Soetardjo Merupakan sebutan untuk petisi yang diajukan Soetardjo Kartohadikoesoemo tanggal 15 Juli 1936 kepada Ratu Wilhelmina serta parlemen di negeri Belanda.

Isi petisi Soetardjo yaitu permohonan agar diselengarakan musyawarah antara wakil Indonesia dan Belanda dengan kedudukan dan hak yang sama.

Tujuannya
adalah untuk menyusun rencana pemberian kepada Indonesia sebuah pemerintahan yang berdiri sendiri dalam batas undang-undang dasar kerajaan Belanda.

Gabungan Politik Indonesia (GAPI)

Merupakan organisasi yang terdiri dari beberapa partai politik seperti Parindra, Gerindo, PSII, dan PII. Gabungan Politik Indonesia didirikan pada 21 Mei 1939 oleh Mohammad Husni Thamrin.

Tujuan
utamanya adalah memperjuangkan keberadaan parlemen di Indonesia.

Nama organisasi pergerakan Nasional yang pertama kali bergerak di bidang politik yaitu

Posted by: pskji.org