Apa tujuan mengukur dengan dial indikator

Apa tujuan mengukur dengan dial indikator

Dial indicator atau dial gauge adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur dan memeriksa kerataan atau kesejajaran pada permukaan benda dengan skala pengukuran yang sangat kecil. Prinsip kerja dial indicator adalah mengubah gerak lurus dari spindle menjadi gerak berputar yang bisa kita perhatikan melalui gerakan jarum yang tampak pada bagian muka dial indicator ini. Bentuk dari dial indicator ini menyerupai jam analog dengan dua hingga tiga buah jarum penunjuk yaitu 1 jarum penunjuk besar dan 2 jarum penunjuk kecil . Jarum penunjuk kecil mencatat gerakan jarum yang besar dimana satu putaran jarum besar akan menggeser jarum kecil ke angka 1. Skala terkecil dari dial gauge ini adalah 1 : 100 atau setara dengan 0,01 mm.

Dalam penggunaannya, dial indicator tidak dapat berdiri sendiri. Ia membutuhkan pelengkap tambahan yang sering disebut dengan dial stand dan magnetic base. Kedua alat tambahan ini pada prinsipnya bekerja sebagai tempat dudukan dari dial indicator yang dapat di setel-setel posisinya. Lantas, apa saja sih fungsi dari dial indicator ini bagi mekanik? Nah, pada artikel kali ini, ombro akan berbagi informasi seputar alat bengkel tentang fungsi dial indicator. Simak fungsi dial indicator dibawah ini…

1. Mengukur kerataan permukaan bidang datar

Fungsi dial indicator yang pertama adalah untuk mengukur kerataan permukaan bidang datar. Contoh penggunaan dial indicator untuk mengukur kerataan permukaan bidang datar pada pekerjaan mekanik adalah saat mengukur permukaan rem cakram dan permukaan flywheel.

Kedua permukaan tersebut kerap dilakukan pengukuran untuk menentukan langkah perbaikan yang dilakukan. Jika nilai ketidakrataannya sudah melebihi ambang batas, maka penggantian part wajib dilakukan, namun jika belum melewati ambang batas, maka bubut menjadi opsi yang bisa dipilih.

2. Mengukur kerataan dan kebulatan permukaan sebuah poros

Fungsi dial indicator yang kedua adalah untuk mengukur kerataan dan kebulatan permukaan sebuah poros. Contoh penggunaan dial indicator untuk mengukur kerataan dan kebulatan permukaan sebuah poros adalah saat pengukuran permukaan crank journal yang ada di crankshaft atau saat pengukuran permukaan cam journal yang ada di camshaft.

Baca Juga :   Bagaimana Pokok pikiran pertama pembukaan UUD 1945?

Pengukuran ini akan menentukan apakah permukaan journal masih dalam kondisi yang rata dan dalam kondisi yang bulat (tidak oval) sehingga bisa ditentukan apakah komponen tersebut perlu diganti atau masih layak digunakan.

Baca juga :

3. Mengukur kebengkokkan/ run out sebuah poros

Fungsi dial indicator yang ketiga adalah untuk mengukur kebengkokkan/ run out sebuah poros. Contoh penggunaan dial indicator untuk mengukur kebengkokkan/ run out adalah saat pengukuran kebengkokan poros propeller.

Untuk pengukuran ini biasanya dilakukan di tiga posisi, ujung depan, tengah , dan ujung belakang poros. Dengan membandingkan nilai yang dihasilkan maka, kebengkokan sebuah poros bisa ditentukan. Poros propeller yang bengkok mengakibatkan putaran yang tidak rata sehingga menimbulkan getaran yang kerap terasa hingga ke body kendaraan. Oleh karena itu, diperlukan pengkuran kebengkokan dengan dal indicator untuk menentukan apaka poros propeller tersebut sudah bengkok atau masih lurus.

4. Memeriksa kesejajaran permukaan

Fungsi dial indicator yang ke empat adalah untuk memeriksa kesejajaran permukaan. Salah satu contoh penggunaan dial indicator untuk memeriksa kesejajaran permukaan adalah saat melakukan pengukuran liner projection pada mesin diesel. Liner projection digunakan untuk membandingkan ketinggian liner yang baru dipasang dengan permukaan cylinder block sehingga bisa digunakan untuk menentukan ketebalan gasket yang dibutuhkan.

Selain liner projection, pemeriksaan kesejajaran permukaan dengan dial indicator juga dilakukan pada saat proses pengukuran piston protrusion dengan tujuan untuk mendapatkan jarak / ketinggian ideal sesuai rekomendasi pabrik antara puncak kepala piston dengan silinder head saat dipasang.

5. Mengukur jarak end play suatu benda

Fungsi dial indicator yang kelima adalah untuk mengukur jarak end play suatu benda. Jarak end play ini merupakan jarak gerak bebas yang diijinkan pada suatu benda, seperti misalnya pada crankshaft.

Tujuan pemberian jarak endplay salah satunya adalah untuk mencegah crankshaft macet dan tidak bisa berputar akibat thurst bearing yang mengembang karena panas.

Selain dari kelima fungsi diatas, dial indicator masih memiliki banyak fungsi lainnya seperti misalnya untuk pengukuran oil clearance pada piston, main bearing dan con rod bearing, serta pengukuran backlash pada pinion gear.

Baca Juga :   Ekspresi Emosi Dan Gagasan Merupakan Unsur Dari

Jam ukur atau Dial indikator adalah alat pembanding yang banyak digunakan di industri pemesinan. Terutama pada bagian pengukuran. Dial indikator digunakan untuk mengetes penyimpangan-penyimpangan kecil pada bidang datar, bulat, atau permukaan lengkung.

shutterstock.com

Namun dalam menggunakan dial indikator membutuhkan dudukan untuk menempatkannya dalam satu posisi. Umumnya menggunakan magnetic base. Ada juga operator yang kreatif dan dapat membuat sendiri dudukan dial indikator.Pelajari juga tentang Theodolite

Fungsi Dial Indikator

Dalam penggunaannya dial indikator memiliki beberapa fungsi, antara lain :

  1. Untuk memeriksa kesejajaran permukaan.
  2. Menyetel kesentrisan benda kerja pada pencekam mesin bubut.
  3. Memeriksa penyimpangan eksentris.
  4. Memeriksa kebulatan diameter poros.
  5. Menyetel plat siku.
  6. Memeriksa penyimpangan putaran beberapa bantalan atau bearing seperti pada poros engkol.
  7. Memeriksa penyimpangan aksial dari drum roda mobil.
  8. dan lain-lain.

Bagian utama dial indikator

amazon.com

1. Piringan jam yang dapat diatur

Piringan ini dapat diputar sesuai kebutuhan. Contohnya untuk menentukan titik nol.

2. Jarum penunjuk

Jarum ini akan bergerak apabila sensor menyentuh permukaan benda kerja. Umumnya memiliki dua jarum. yaitu jarum besar dan kecil. Satu putaran penuh jarum besar sama dengan satu strip jarum kecil.

3. Pengunci

Berfungsi untuk mengunci jarum pada posisi tertentu saat membaca hasil pengukuran.

4. Body/Badan

Berfungsi sebagai tempat transmisi roda gigi dan poros bergigi yang terdapat pada dial indikator.


5. Sensor

Bagian dial indikator yang bersentuhan langsung dengan permukaan benda kerja. Panjangnya sensor dapat diganti sesuai kebutuhan pengukuran.

Prinsip kerja

Prinsip kerja dari dial indikator adalah mengubah gerak linier dari sensor menjadi gerak rotasi oleh jarum penunjuk. Dengan perantara batang bergigi dan susunan roda gigi di dalam dial indikator.

Pegas koil berfungsi menekan batang bergigi sehingga sensor selalu menekan ke bawah. Sedangkan pergas spiral berfungsi sebagai penekan transmisi roda gigi. Sehingga permukaan gigi yang berpasang selalu menekan pada sisi yang sama untuk kedua arah putaran.

Hal ini bertujuan untuk menghindari backlash yang mungkin terjadi karena profil gigi yang tidak sempurna atau sudah aus. Dial indikator juga dilengkapi dengan jewel untuk mengurangi gesekan pada kedudukan poros roda gigi.Baca juga Cara Menggunakan Jangka Sorong

Baca Juga :   Sebutkan Tiga Contoh Keragaman Sandang

Cara menggunakan dial indikator

  1. Pasang dial indikator pada dudukan atau magnetic base. Pastikan dial indikator terpasang dengan kencang.
  2. Dekatkan sensor pada permukaan yang akan diukur hingga menyentuh permukaan benda.
  3. Gerakkan sepanjang permukaan yang diukur
  4. Baca hasil pengukuran atau penyimpangannya.

Untuk lebih jelasnya anda bisa simak video berikut ini :

Cara membaca pengukuran

Dial indikator mm

hroberts-di.com

1 strip pada skala utama dial indikator mm bernilai 0,01 mm. 1 putaran penuh jarum panjang melewati 100 strip. Sehingga 1 putaran penuh jarum panjang bernilai 1 mm.

Kemudian 1 putaran jarum panjang akan menggeser 1 strip pada jarum pendek. Sehingga 1 strip jarum pendek bernilai 1 mm

Dial indikator inch

hroberts-di.com

1 strip pada skala utama dial indikator inch bernilai 0,01”. 1 putaran penuh terdapat 100 strip. Sehingga 1 putaran penuh jarum panjang bernilai 1”. Kemudian 1 putaran jarum panjang akan menggeser 1 strip pada jarum pendek. Sehingga 1 strip jarum pendek bernilai 1”.


Ketelitian

Ketelitian atau kecermatan dial indikator berbeda-beda. Ada yang kecermatannya 0,01 ; 0,02 ; 0,005 dan kapasitas ukurnya juga berbeda-beda, misal : 20, 10, 5, 2, 1 mm. Untuk dial indikator dengan kapasitas besar, terdapat jam kecil dalam piringan yang besar.

Dimana satu putaran jarum besar sama dengan satu angka jam kecil. Pada piringan terdapat skala yang dilengkapi dengan tanda batas atas dan batas bawah. Piringan skala dapat diputar untuk kalibrasi posisi nol.

Keamanan dan keselamatan

from ; stickycustoms.com

Sebelum dan setelah menggunakan dial indikator, harus dijaga agar tetap bersih dari debu dan kotoran. Bersihkan menggunakan sehelai kain bersih atau chamois. Periksa keadaan dial indikator dari kerusakan.

Pastikan skala dan ukuran yang tertera harus terlihat jelas. Apabila mengukur langsung pada mesin, pastikan mesin dalam keadaan mati atau netral. Perlu diingat, jangan sampai dial indikator terjatuh atau mengalami benturan keras. Hal ini akan menyebabkan dial indikator tidak presisi atau mengalami penyimpangan.

Apa tujuan mengukur dengan dial indikator

Posted by: pskji.org