Perakitan motor atau mobil merupakan jenis perakitan produk

Perakitan motor atau mobil merupakan jenis perakitan produk

1.pengertian perakitan

perakitan adalah suatu proses penyusunan dan penyatuan beberapa bagian komponen  menjadi     suatu  alat atau mesin yang mempunyai fungsi tertentu perakitan juga dapat diartikan pengabungan     perakitan bagian yang satu terhadap bagian yang lain atau pasangannya.

2.konsep dan prinsip perakitan

a.   perakitan atau lazim dinamakan dengan assembly line adalah proses pembuatan produk dimana          setiap bagian disusun berdasarkan urutan untuk menghasilkan produk jadi yang lebih cepat                   daripada   metode yang biasa.

b.manfaat perakitan

#pekerja tidak perlu mengangkat  beban berat

#tidak ada posisi membungkuk yang menyebabkan kelelahan pekerja

#tidak memerlukan pelatihan khusus dalam penggunaan assembly line

#pekerjaan yang sangat mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang

#manfaat lainnya adalah peningkatan produktifitas yang cukup

3.jenis perakitan


 a.

Perakitan Manual
 yaitu; perakitan yang sebagian besar proses dikerjakan secara konvensional atau         menggunakan  tenaga manusia dengan peralatan yang sederhana tanpa alat-alat bantu yang spesifik      atau khusus.













  b.


Perakitan otomatis
 yaitu; perakitan yang dikerjakan dengan sistem otomatis seperti otomasi,               elektronik, mekanik, gabungan mekanik dan elektronik (mekatronik), dan membutuhkan alat bantu     yang    lebih khusus.















   #jenis perakitan menurut jenis produk

  • Produk tunggal Jenis perakitan tunggal yaitu perakitan dengan produk hanya satu jenis saja.

  • Produk seri Jenis perakitan produk seri adalah bila perakitan dilakukan dalam jumlah massal dalam bentuk dan ukuran yang sama. Contohnya proses perakitan produk elektronik, perakitan mobil, perakitan motor dan lain-lain.


  4.faktor yang mempengaruhi kegiatan perakitan

  • ∆íJenis bahan logam yang akan dirakit
    Setiap jenis bahan mempunyai sifat-sifat khusus dari bahan  lainnya, sehingga sewaktu dilakukan perakitan jenis bahan  sebelumnya harus diketahui sifat-sifatnya. Sebab dengan  diketahuinya sifat-sifat bahan ini sangat berpengaruh terhadap  pemilihan metode penyambungan. Misalnya jenis bahan  aluminium yang akan dirakit mempunyai kesulitan apabila dilas,  untuk itu dicari alternatif lain untuk proses penyambungan yakni  dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan proses kerja  yang lebih mudah dan efisien.
  • Kekuatan yang dibutuhkan
    Pertimbangan kekuatan yang dibutuhkan untuk suatu konstruksi,  sebaiknya telah dihitung sewaktu merencanakan konstruksi  sambungan yang akan dikerjakan. Hal ini dengan mempertimbangkan untuk apa konstruksi itu digunakan dengan dasar  ini maka kita dapat memilih metode penyambungan dalam  perakitan.  Dasar pertimbangan ini adalah dengan meninjau proses kerja  yang mudah dan sesuai untuk kekuatan konstruksi sambungan  yang diminta.
  • Pemilihan metode penyambunganPemilihan metode penyabungan ini sangat erat hubungannya  dengan jenis bahan dan kekuatan sambungan yang dibutuhkan.

    Sebab setiap metode penyambungan mempunyai keistimewaan  tersendiri. Apabila kita salah dalam memilih metode  penyambungan, maka akibatnya komponen yang kita rakit  kurang baik hasilnya atau kemungkinan rusak. Seperti pada  penyambungan komponen dari pelat baja tipis, jika  menggunakan sambungan las pelat akan dapat tersambung kuat  dan rapat. Sebaliknya, pelat akan melengkung akibat pengaruh  panas pengelesan.  Pemilihan metode keling (riveting) atau las tahanan mungkin  lebih baik hasilnya dari pengelasan biasa.

  • Pemilihan Metode Penguatan
    Penguatan pelat bertujuan untuk memberikan kekakuan pada  pelat yang mengalami proses pembentukan. Karena bahan dasar pelat ini relatif tipis, maka biasanya dibutuhkan penguatanpenguatan pada pelat baik pada tepi maupun bodi. Pemilihan  penguatan ini disesuaikan dengan bentuk konstruksi yang  dihasilkan. Seperti contoh dalam pembuatan silinder dari bahan  pelat tipis maka tepi silinder akan menghasilkan ketajaman dan  mudah lentur, maka kodisi ini akan memberikan pertimbangan  untuk menambah kawat pada tepi silinder tersebut. Penambahan  kawat dengan lipatan ini akan memberikan tepi pelat menjadi  tidak tajam dan kuat.
  • Penggunaan Alat Bantu Perakitan
    Alat-alat bantu dalam perakitan harus dipertimbangkan berdasarkan bentuk-bentuk konstruksi. Konstruksi yang terdiri dari  jumlah komponen yang banyak membutuhkan alat bantu  perakitan. Alat bantu ini terutama dibutuhkan untuk memproduksi  suatu alat dalam jumlah yang relatif besar. Alat bantu yang  dibutuhkan seperti Jigdan fixture. Alat-alat bantu sederhana  yang dibutuhkan diantaranya klem penjepit, mal-mal dan  sebagainya.
  • ∆íToleransi
    Toleransi dalam perakitan dipertimbangkan berdasarkan  pasangan antara elemen yang dirakit menjadi komponen yang  lebih besar. Toleransi untuk pasangan ini dikenal dengan istilah  interchange ability (sifat mampu tukar). Patokan dasar dalam  perakitan harus ditentukan terlebih dahulu sebagai acuan dasar  untuk merangkai komponen yang lain.
  • Bentuk /Tampilan
    Tampilan suatu produk sangat mempengaruhi terhadap nilai jual  produk itu sendiri. Tampilan pada dasarnya diawali dari gambar  atau desainnya. Tampilan disesuaikan dengan penggunaan  konstruksi di lapangan.
  • Ergonomis
    Ergonomis yang dimaksud dalam perakitan ini adalah  kesesuaian antara produk dengan kenyamanan si pemakai (end  user) . Artinya apabila produk ini digunakan tidak menimbulkan  cepat letih, membahayakan, membosankan, dan sebagainya.
  • Finishing
    Finishingatau pekerjaan akhir merupakan bagian yang sangat  penting dalam proses perakitan. Finishingini akan memberikan  tampilan terhadap nilai jual produk.
Baca Juga :   Iklan Yang Dibuat Dan Dipasang Dengan Menggunakan Teknik Cetak Disebut



  5.metode dalam perakitan

A. Metode Cascade

Metode Cascade adalah metode perakitan antara komponen dengan langkah yang berurutan. Pada prinsipnya metode ini banyak digunakan untuk sistem pengabungan antara komponen dengan menggunakan rivet atau paku keling. Dalam proses pengabungan atau penyambungan antara komponen dari bahan pelat-pelat tipis. Metode Cascade ini banyak digunakan untuk perakitan dengan menggunakan sistem sambungan riveting atau keling. Proses riveting ini dengan menggunakan alat sederhana yakni perangkat penembak paku. Alat ini menjepit paku yang sudah dimasukkan dalam lobang hasil pengeboran pelat yang akan disambung. Selanjutnya alat ini ditekan secara bertahap sampai batang paku putus.

B. Metode Keseimbangan

Metode keseimbangan dalam perakitan merupakan proses penyambungan komponen-komponen dengan menggunakan spot welding. Penggunaan perakitan dengan las spot ini sangat banyak digunakan untuk penyambungan pelat-pelat tipis. Aplikasi proses penyambungan dengan spot welding ini digunakan di industri mobil dan kereta api, juga industri pesawat terbang yang menggunakan bodinya dari bahan pelat-pelat tipis. Keseimbangan yang dimaksukan dalam proses ini adalah posisi sambungan dibeberapa titik harus dilakukan secara seimbang.

C. Metode Bongkar Pasang (Knock down)
Metode bongkar pasang atau istilah yang lebih populernya adalah knock down merupakan metode yang banyak digunakan untuk perakitan.

Metode bongkar pasang ini bertujuan diantaranya :

  • Memudahkan dalam mobilitas atau transfortasi.
  • Memudahkan untuk proses perawatan atau penggantian komponen bagian-bagian dalam.
  • Memudahkan dalam operasional pekerjaan.
  • Konstruksi menjadi lebih sederhana
  • Penggunaan lebar bahan dan jenis dapat dengan mudah diterapkan dalam perakitan.

Proses perakitan dengan metode knock down ini umumnya menggunakan sambungan baut dan mur ataupun screw. Perakitan dengan metode ini harus dilakukan secara teliti, terutama dalam hal pengeboran lobang-lobang yang akan dirakit. Pengeboran lobang-lobang ini biasanya dilakukan dengan memberi posisi dasar pemasangan. Lobang yang tidak tetap lebih besar dari lobang yang tetap.

                                                                                                                                 Referensi:Buku produk kreatif  dan

Baca Juga :   Sebutkan Pilihan Kata Yang Digunakan Di Awal Menulis Suatu Kesimpulan

                                                                                                                                         Kewirausahaan Kompetensi

                                                                                                                               Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

                                                                                                                                             SMK/MAK Kelas XII


Page 2

Perakitan motor atau mobil merupakan jenis perakitan produk

Posted by: pskji.org