Jenis ukiran yang banyak digunakan pada pembuatan relief adalah

Jenis ukiran yang banyak digunakan pada pembuatan relief adalah

Ukiran Relief 3 Dimensi Unik Khas Jepara

BOGOR, Indonesia (14 Juli, 2011)_Anda mungkin dapat dengan mudah menemukan ukiran 2 dimensi atau bahkan sudah memiliki beberapa produknya sebagai komponen dekorasi rumah. Tetapi tahukah anda bahwa Jepara, sebuah kabupaten kecil di Jawa Tengah, adalah surga ukiran relief 3 dimensi, sebuah karya ukir yang unik karena diukir tanpa ada sambungan antar bagiannya dan setiap bagian menceritakan tentang sebuah bagian cerita yang unik.

Ukiran relief Jepara menceritakan tentang berbagai aspek kegiatan sehari-hari atau budaya masyarakat di Jepara. Karya ukirnya terlihat unik dan berbeda karena diukir berlapis yang menceritakan secara detail tentang sebuah cerita.Seorang pengukir relief 3 dimensi dapat diumpamakan seperti seorang anak yang mencoba menumpahkan dan mendokumentasikan imaginasinya tentang sebuah cerita kehidupan pada sepotong kayu jati.

Ukiran relief 3 dimensi ini menggunakan bahan baku utama kayu jati karena kayu jatilah yang memiliki karakteristik yang tepat untuk pembuatan karya seni ini. Kayu jati umumnya dipanen dari perkebunan kayu jati dan bukan berasal dari hutan-hutan alam.

“Proses pembuatan ukiran relief 3 dimensi sangatlah rumit dan bila hanya dikerjakan oleh seorang pengukir maka akan membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menyelesaikan ukiran relief berukuran 2,5 m2”, kata Sutrisno, seorang seniman pengukir relief yang juga anggota utama dari Asosiasi Pengrajin Kecil Jepara.

Senenan adalah pusat kerajinan ukir relief 3 dimensi di Jepara dengan 180 pengusaha skala kecil. Namun masa depan dari karya seni berkualitas tinggi ini sudah mulai terancam. “Kerumitan pembuatannya dan penggunaan kayu jati sebagai bahan bakunya membuat produk ini menjadi padat modal namun membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan keuntungan”, kata Sutrisno. “Seni ukir relief di Jepara semakin jarang sekarang karena banyak pengrajin mulai beralih kepada produksi mebel non-relief”, tambahnya.

Selain ukiran relief 3 dimensi, Jepara juga memiliki sentra-sentra ukiran lainnya seperti sentra ukir patung di Mulyoharjo. Proyek Rantai Nilai Mebel (Furniture Value Chain (FVC)) yang dilakukan oleh CIFOR mendukung para pengrajin mebel dan ukiran skala kecil melalui riset kaji tindak (action research), mendukung penanaman jati unggul cepat panen, peningkatan kapasitas pengrajin dan pihak-pihak terkait, pembentukan asosiasi dan membangun jejaring.

Baca Juga :   Apakah Tujuan Dapat Tercapai Melalui Kerjasama Tersebut

Proyek ini saat ini sedang berusaha mempromosikan sentra-sentra mebel dan ukiran ini sebagai tujuan pariwisata di Jepara. “Peta Wisata dan Belanja Mebel Jepara” yang baru saja diluncurkan adalah salah satu alat untuk menarik para wisatawan untuk mengunjungi sentra-sentra tersebut.

“Melalui pariwisata berbasis mebel, kami berharap dapat mempromosikan upaya-upaya untuk melestarikan warisan budaya bernilai tinggi ini”, kata Herry Purnomo, peneliti CIFOR yang juga Koordinator proyek FVC.






Definisi Seni Relief


adalah Seni Ukir dan Pahat berbentuk 3 dimensi yang diolah diatas bidang datar atau dinding vertikal. Seni Relief merupakan paduan antara seni ukir 3 dimensi namun berwujud seperti gambar 2 dimensi, yang dibuat dengan teknik ukir, tempel atau cetak. Seni Relief menunjukkan perbedaan elevasi antara objek ukiran relief terhadap bidang datang tersebut, sehingga menampilkan efek timbul dan kasar ketika disentuh oleh kulit.

Seni Relief adalah sebuah aplikasi bentuk dari Seni Rupa. Seni Relief serupa dengan Seni Patung mengandung unsur-unsur bentuk, volume, garis, raut dan tekstur. Seni Relief dapat dinikmati secara visual oleh indera penglihat maupun secara sentuhan oleh indera peraba.



Sejarah Seni Relief

Seni Relief merupakan sebuah bentuk modifikasi aksara pada masa lampau yang diukir pada media batu. Pada masa lampau ukiran batu adalah bentuk-bentuk tulisan kuno yang tidak semua orang dapat memahami isinya. Kemudian Seni Relief diukir pada beberapa prasasti untuk menunjukkan beberapa Karya Sastra atau Epos, Visualisasi Wujud Dewa-Dewi atau Makhluk Mitologi, atau Hikayat tentang Kekuasaan Para Raja. Hal ini pertama kali di temukan pada kawasan
Mesopotamia Kuno
yang sekarang berada di wilayah Negara Irak dan sebagian Negara Suriah. Seni Relief diyakini telah ditemukan sejak tahun 2000 SM yang dibuktikan dari prasasti-prasasti Kerajaan Babilonia Kuno yang menunjukkan bentuk-bentuk ukiran relief yang sederhana hingga yang telah berwujud lebih artistik.

Ketika Kawasan Mesopotamia telah dikuasai oleh Bangsa Persia Kuno, Seni Relief telah disebarkan hingga Asia Barat dan Asia Selatan (Daratan India). Di kawasan Asia Selatan Seni Relief menjadi sangat berkembang karena kultur budaya India Kuno yang mengagungkan keindahan dan kesenian. Banyak ditemukan Seni Relief-relief kuno pada Kuil-kuil Kuno yang mengambarkan Para Dewa Utama dalam Mitologi Hindu Kuno. Seni Relief juga telah ditemukan pada peradaban Mesir Kuno di kawasan Afrika Utara dengan bentuk yang
lebih artistik dan memilik gaya tersendiri dari Kawasan Mesopotamia Kuno. Seni Relief kuno saat itu banyak ditemukan pada bangunan Kuil-kuil Kuno yang ditujukan untuk memvisualkan wujud Dewa-Dewa Kepercayaan Mesir Kuno atau sebuah catatan sejarah Kerajaan.

Baca Juga :   Beriman kepada kitab kitab allah subhanahu wa ta ala merupakan rukun iman



Fungsi dan Tujuan Seni Relief

Pembuatan Seni Relief memiliki ragam fungsi dan tujuan. Adapun fungsi dan tujuan dari pembuatan Seni Relief tersebut antara lain:

  1. Menceritakan dan mengilustrasikan sebuah peristiwa di masa lalu.
  2. Membuktikan penanda kekayaan kebudayaan, perkembangan persebaran Agama, serta menggambarkan sebuah hikayat kerajaan.
  3. Dapat didekorasikan pada bangunan-bangunan rumah pribadi atau gedung-gedung, baik di eksterior maupun interiornya.
  4. Menjadi sebuah Karya Seni yang dapat diperjualbelikan.



Jenis-jenis Seni Relief


Relief Rendah atau
Low-Relief
(atau dalam Bahasa Prancis disebut
Bas-Relief
dan dalam Bahasa Italia disebut
Baso-rilievo) merupakan
jenis Seni Relief dengan ukiran sedikit menonjol dari bidang datar dengan ketinggian elevasi yang bervariasi berkisar di bawah 50%. Wujud dari ukiran kasar dan hampir menampilkan bentuk 3 dimensi dari objek ukiran tersebut. Beberapa contoh penerapan Seni Relief Rendah ditemukan pada ukiran Seni Relief Candi Borobudur,
Kuil-kuil bercorak Agama Budha di Asia Timur dan Candi-candi bercorak Agama Hindu di Asia Selatan hingga Asia Tenggara, serta di beberapa kawasan Eropa Kuno.




Relief Tinggi


atau
High-Relief
(atau dalam bahasa Prancis disebut
Haut-Relief,
dan Bahasa Italia disebut
Alto-Rilievo) adalah jenis Seni Relief dengan ukiran yang lebih menonjol, kasar dan keluar dari bidang ukirnya hingga 50 persen. Jenis Relief ini hampir menampilkan sebuah ukiran berupa patung 3 dimensi yang utuh yang menempel secara sedikit pada dinding atau bidang ukir. Beberapa contoh penerapan Seni Relief Tinggi ditemukan pada ukiran Seni Relief Yunani Kuno, Relief Romawi Kuno, Relief Dewata Lokapala di Candi Prambanan, dan candi-candi bercorak Agama Hindu dan Budha di Kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Relief Dangkal atau
Shallow-Relief
(atau dalam Bahasa Italia
Rilievo Schiacciato) adalah jenis Seni Relief yang tonjolan objek ukirannya lebih rendah dan dangkal dibandingkan jenis Relief lainnya. Bentuk ukiran Relief jenis ini hanya berupa guratan-guratan tipis untuk menghilangkan material latar.

Baca Juga :   Apakah jika orang yang berutang pajak meninggal dunia utang pajaknya menjadi kewajiban ahli waris?

Relief Tenggelam atau
Sunken-Relief
merupakan jenis Seni Relief dimana bidang datar pada permukaan dinding dibiarkan rata dan utuh, sementara ukiran figur dari objek yang digambarkan tenggelam ke dalam dinding tersebut. Ukiran tersebut seperti cungkilan diatas permukaan bidang datar. Seni Relief jenis ini lazim ditemukan pada aksara kuno pada peradaban Mesopotamia Kuno dan Mesir Kuno.



Metode Pembuatan Seni Relief

Dalam membuat Seni Relief memiliki beberapa jenis metode olahan. Berikut ini adalah beberapa jenis metode atau teknik dalam pembuatan Seni Relief.


  1. Memahat;


    merupakan bentuk metode ukir Seni Relief yang menggunakan alat-alat pahat. Metode atau teknik ini biasanya digunakan pada Relief berbahan batu, kayu, marmer atau gading.


  2. Membutsir;


    adalah jenis metode ukir Seni Relief yang membentuk figur objek dengan menggunakan pijatan jari atau alat sundip. Metode atau teknik ini biasanya digunakan pada Relief berbahan tanah liat, plastisin, lilin, malam, bubur kertas, dan lain-lain.

  3. Mencetak;


    merupakan jenis metode ukir Seni Relief yang menuangkan bahan yang dapat mengeras ke dalam acuan atau cetakkan. Dapat pula lempengan bahan lunak dicetak dengan cetakan dan menghasilkan bentuk relief tertentu. Bahan yang digunakan untuk mengisi acuan Relief tersebut antara lain berupa semen, lilin hingga logam.

Karya Seni Relief saat ini banyak ditemukan dan diaplikasikan untuk dekorasi bangunan-bangunan dan fasilitas umum. Bahkan karya Seni Relief menjadi karya seni yang banyak diperjualbelikan secara luas.

Demikian
artikel rangkuman tentang Definisi Seni Relief dan beragam jenis bentuk-bentuknya. Artikel terkait lainnya dapat menelusuri label
seni rupa
pada laman
tegaraya.com

Jenis ukiran yang banyak digunakan pada pembuatan relief adalah

Posted by: pskji.org